Dan bahwa Allah itu tidak pernah lupa...

November 3rd, 2006 Pagi ini aku senyum – senyum sendiri ketika sedang berbenah di rumah sambil mendengar ‘ocehan pagi’ ibuku. Anakku belum bangun. Masih asyik mimpi dengan dunia ‘space toon’-nya kali yee..enaknya yah jadi bayi? yang di mimpiin paling – paling boneka – boneka, pelangi, bintang, bulan, Donald Bebek dan ribuan kartun lainnya. Sementara kita orang dewasa, mimpinya gak jauh dari hal-hal ‘yang mengejutkan’. Tau sendiri dong? Tiba – tiba ocehan ibuku sampai pada berita bahwa tetangga sebelah rumah lagi bangun rumah. Trus apanya yang aneh? Tentu aja ga ada yang aneh. Tapi..ummm, maaf nih tanpa bermaksud merasa lebih baik (Insya Allah tetanggaku lebih baik dari aku), katanya tetanggaku yang namanya Bang Mujeni itu lagi ketiban rezeki 40 Juta dari engkongnya yang abis jual tanah warisan. Subhanallah…
Sekali lagi bukannya aku merasa lebih baik, Insya Allah ibadahnya lebih baik daripada ibadahku, tapi all peoples around us tau banget kalo Bang Mujeni demenya main pakong, kartu, and dugem, wiiii….(jadi kita bisa mengira – ngira jumlah munajatnya kepada Sang Maha Pemberi Rizki kan?) Maksudku disini tuh, bukan men-‘judge’ dia atau mengecilkannya. Sungguh tidak sama sekali. Tapi hanya ingin mengambil pelajaran dan kesimpulan dari rizki yang tetanggaku terima itu. Bayangkan deh, sedikit memohon kepada-NYA saja rizkinya 40 Juta, bagaimana kalau banyak memohon? Sangat jelas kan bahwa Allah itu tidak pernah lupa untuk memberi rizki kepada hamba – hamba-NYA. Dia tidak pernah lupa memberikannya walaupun hamba-NYA lalai dan memalingkan muka bahkan menyekutukan-NYA. Liat deh, 40 juta tetap mengalir dengan sempurna ke kantongnya. Hingga bang Mujeni bisa bangun rumah baru dan katanya nambah isteri satu lagi. Subhanallah. Asal adil aja ya bang?
Well, aku senyum – senyum sendiri dan mulai menyalahkan diriku, kenapa aku harus selalu mengeluh kalo lagi gak punya uang, mengeluh gak bisa beli susu buat anakku, mengeluh ga bisa beli bensin pada saat – saat akhir bulan. Tapi buktinya bisa nyampe dan tetep makan sampe berganti bulan yang baru. See? bahwa itu adalah rizki-NYA yang Maha Luas kan? Hanya saja aku kurang bersyukur. Dan menganggap bahwa rizki itu adalah HANYA yang keliatan besar. datang mendadak dan jumlahnya lebih dari biasanya. Allahumaghfirlii….
Yaa Rozaak…. Ampunilah aku dengan segala kelemahan ini. Sungguh Engkau Tiada Bandingannya.
Allah melapangkan rizki bagi siapa yang di kehendaki-NYA diantara hamba – hamba-NYA dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu “ (QS. Al – Ankabuut : 62)
Dan Allah tidak pernah lupa..

1 comment:

yunitaradhiana said...

shoutboxnya gak bisa dipake tuh