School of Life - Hatiku Sedang Keruh....

November 12, 2006. Office 16.10 WIB Aku hampir membatalkan niatku pagi ini untuk menghadiri pertemuan School of Life – nya Abang. Entahlah, tiba – tiba kayak nggak sreg aja. Artinya di pagi itu banyak acara bentrok. Acara Ibu , jadwal Halal bi halal dan Liqo. Semuanya sama di pagi hari. Di jam yang hampir sama. Tapi karena aku udah janji sama Abang dari seminggu yang lalu, jadi tekadku akhirnya ‘aku harus datang’, walupun hatiku juga sedang keruh. Acara itu sebenernya bagus banget, selain bisa mengenal orang baru dengan bermacam – macam karakter, juga bisa sharing dengan berbagi pengalaman hidup dalam waktu yang singkat. Sangat singkat hanya 3 jam. Waktunya kurang banget, karena yang hadir itu sekitar 10 orang, walaupun kayaknya yang ditargetkan manajemen SOL sekitar 20 orang. Harusnya hari itu aku ‘happy’ dan bisa terbuka serta sharing dengan orang – orang baru. Tapi sesuai suasana hatiku yang lagi gak karuan saat itu, aku jadi amat sangat pendiam. Mandek, kaku, sedikit tersenyum dan menjadi pendengar sejati. Pada saat ta’aruf (perkenalan) kepada teman – teman lain pun aku hanya menyebutkan,”nama saya koen aja, dipanggilnya koen”. Sementara yang lain memperkenalkan diri secara lengkap bahkan menyebutkan motivasinya mengikuti acara tersebut. Hmmmm…. Aku hanya bias menarik nafas panjang. Feelingku hari ini aku ga akan dapet apa – apa karena aku menutup diriku untuk orang – orang yang ada disekitarku saat itu. Deep inside aku ngerasa gak enak sama Abang, selama acara berlangsung aku bener – bener ga bisa mengeluarkan satu patah kata pun untuk aku ungkapkan ke permukaan. Semuanya terendam dalam – dalam bersama suasana hatiku yang bener – bener lagi keruh.
Abang mulai membuka acara dengan menstimulasi peserta dengan meremas kertas sampai menjadi bola kertas yang juga Ia bagikan kepada seluruh peserta. Abang meminta kepada seluruh peserta untuk mengikutinya. Sebenernya aku udah mulai tersindir. Abang seperti tau kalo aku sedang ga nyaman dengan keadaan itu dan seperti membaca pikiranku bahwa aku sedang membawa hati yang keruh itu ke dalam acara SOL. Kata Abang ,” mungkinkah kita menulis sesuatu pd kertas yang kita remas menjadi bulat ini?” jawabannya TIDAK. Terus Abang membuka kertas itu perlahan dan merapikannya kembali seperti sedia kala,Peserta mengikuti. Lalu kata Abang,”sekarang, bisakah kita menulis uneg – uneg kita pada kertas yang sudah kita luruskan ini?” jawabannya BISA. Jadi kata Abang lagi ,”Open Your Mind seperti kertas ini”. Aku tertunduk. Maaf Bang! Kemudian Abang berbicara, peserta lain pun masing – masing bicara. Entahlah, pikiranku sedang berkeliaran kemana – mana, ruh-ku sedang tidak di lingkaran itu. Tapi aku mendengarkan dengan sangat jelas dan khusyuk sharing dari masing – masing peserta. Malah Ibu Dani yang ada disebelahku (yang menurutku paling aktif bicara) sharingnya masih aku simpan dengan baik di memori otakku yaitu tentang ‘dahsyat-nya Surrah Al-Fatihah’. Katanya Surrah Al-Fatihah selalu Ia panjatkan sebagai doanya pada setiap shalat 5 waktu untuk ketiga anak – anaknya. Satu anak satu Surrah, dan Ia yakin Surrah tersebut berkhasiat untuk mendoakan ketiga anak – anaknya supaya Allah berkenan menjadikan ketiga anaknya menjadi anak yang shalih. Amiin…Allahumma Amiin. Alhamdullillah, itu adalah pelajaran kedua yang paling baik, yang saat itu aku simpan setelah meremas kertas-nya Abang.
Hatiku masih tetap keruh, hatiku terus berdzikir agar Allah melenyapkan suasana hatiku yang sedang keruh itu. Tapi tetap tidak bisa. Aku tetap bungkam dan hanya ‘plarak – plirik’ aja. Berkali – kali Abang seperti menyindirku seperti ,”kayaknya masih ada yang belum ngomong lho”. Aku sekali lagi cuma bisa tertunduk. Maaf Bang! But anyway, acara Abang bagus. Banget. Hopefully aku masih dikasih kesempatan oleh Abang untuk menerima undangannya mengikuti SOL berikutnya, mungkin aku punya cara lain supaya “asli”nya aku keluar kali ya? Orang cewawa’an gini bisa jadi pendiem ? aku aneh juga jadinya, sampe sakit kepala deh! Hatiku sedang keruh… Karena ada seseorang yang telah mengatakan sesuatu yang menyakitkan, dan kata – katanya itu menohok hatiku bahkan melukai perasaanku. Aku berharap orang itu hanya khilaf, tapi sampe sekarang, sampe aku mengetik dan mempublish tulisan ini, hatiku masih keruh terhadapnya. Akibat hatiku yang keruh, aku jadi mengeruhkan hati orang lain, akibatnya orang lain jadi merasa tersinggung. Begitupun kepada buah hatiku, karena hatiku yang sedang keruh, anaku yang sedang mencari perhatianku malah aku cubit sampe menangis keras,” mamiiii….atiiiiit….” (mamiii…sakiiiiit). Aku segera memeluknya, menciumnya dan meminta maaf kepadanya. Aku jadi ikutan menangis karena perbuatanku tersebut. Aku benar – benar menyesal dan berulang kali beristighfar, tidak seharusnya itu aku lakukan. Aku sungguh menyesal. (aku harap orang yang menyakiti hatiku malam itu lewat telpon genggam membacanya, supaya Ia tau….hatiku masih keruh!) Robbana Dzholamnaa anfusanaa, fairlamtaghfirlanaa lanna kunnanaa minnal khasiyriin...

3 comments:

Anonymous said...

assalamualaykum..
Afwan, ana baru baca your blogger tentang "hatiku sedang keruh"
astaghfirullahal adzim...
ana nda tahu kalau td pagi (baca senin pagi) hati anti lg dan masih keruh...
barangkali obrolan kita di YM menambah keruh hati anti....
ana minta maaf dan mohon ampunan Allah atas segala kesalahan pada anti...
sekali lagi minta maaf....tidak ada niatan sedikitpun untuk menambah keruh hati anti
Wassalamualaykum
adyn..

Anonymous said...

Assalamualaikum Wr. Wb.

Mbak Koen yang dirahmati ALLAH SWT, saya tertarik buka blog anda ... ternyata anda begitu luar biasa ...

Saran saya pada saat hati kita keruh, ambil wudlu dan berzikir. Sikap sabar dan ikhlas itu yg akan menjadikan hidup kita terasa lebih lapang dan nyaman.

Saya sekarang sudah tidak pernah ambil pusing dengan hinaan dan caci maki orang lain ataupun orang yang dekat dengan kita ... biarlah itu menjadikan cambuk agar kita menjadi orang yang lebih baik dari orang yang menghina kita dan biarlah ALLAH SWT yang membalasnya... amin.

Wassalam, Komariah, SOL-1

Soul said...

alhamdulillah,
ijinkan sy u sharing :
1. jika saya kesal atas kejadian/seseorg maka sy mengharamkan hati n pikiran sy u memikirkan hal itu.
2. jika sy kesal kpd seseorg sy akan doakan yg terbaik u-nya..

Semua kebaikan berkumpul dalam satu kalimat saja
"engkau mengagungkan perintah Allah dan mencintai mahluk-Nya"
wallahua'alambishowab