1996. Ketika Perasaan Takut Mati Menyergap…

Dulu. Ah ya..semua orang punya masa lalu bukan? Dan saya salah satunya. Masa lalu dimana saya terlena dengan kesenangan dunia dan tenggelam dalam rayuan iblis. Pernah males shalat, males tilawah, males dzikir, males tau tentang agama saya. Ini jujur. Saat itu tahun 1996. Saya masih kuliah. Saya terheran – heran dengan kemampuan saya dalam bergaul dengan banyak orang, aneh, kiri – kanan bisa nyambung. Padahal saya gak menikmatinya. Saat itu saya belum ngerti bahwa itu dalam proses pencarian jati diri. Harusnya sampe sekarang masih ya? Karena saya merasa diri saya ini belum baik. Gawat kan? Mudah – mudahan ada bedanya. Kenapa? Karena saya yang dulu ‘tenggelam’ dalam proses pencarian, dan yang sekarang Insya Allah ‘terus mencari’, jadi gak macet. Balik lagi ke tahun 1996 ya? Saya heboh dengan diri saya yang bisa masuk ke dalam lingkungan ‘anak wayang’ (alhamdullillah menghasilkan sesuatu), lalu saya takjub dengan kemampuan saya untuk outbond (waktu itu saya ambil Divisi Rock Climbing) dan yang paling parah nih saya bisa – bisanya masuk ke dalam lingkungan ‘anak gaul’. Innalillahi…! Kenapa saya bilang ‘innalillahi..’ ? musibahkah? Ya! Karena di ‘edisi anak gaul’ dalam hidup saya banyak sekali maksiat yang saya lakukan. Setiap hari perbuatan saya hanya sia – sia. Kebodohon demi kebodohan saya lakukan. Astaghfirullaahal 'azhiim wa atuubu ’ilaiih.. Dan pada suatu hari, ketika tiba – tiba nafas saya seolah – olah tertahan..mungkin juga terhenti beberapa detik, lalu saya merasa gelagapan (Waktu itu saya baru aja selesai dinner disalah satu kawasan di Jakarta Selatan tepatnya Jalan Pati Unus dengan teman dekat saya, dan beberapa meter dari tempat makan itu - masih didalam mobil, saya dan teman dekat saya berhenti pada warung rokok pinggir jalan memesan teh botol), saya merasa ketakutan, tiba – tiba saya merasa panik sendiri. Saya langsung memeluk teman saya dengan erat. Takut sekali. Saya takut malaikat maut tiba – tiba hadir didepan saya dan merampas ruh saya lalu membawanya pergi. Saya menangis sejadi – jadinya. Saya peluk teman saya sekencang – kencangnya seperti anak kecil yang takut dipisahkan dari Ibunya. Saya terus menangis. Teman saya kebingungan. Dia hampir gak bisa nafas karena kencangnya pelukan saya itu. Tidak sedikitpun keluar dari mulut saya kalimat istighfar atau menyebut asma Allah, bahkan nama Allah pun tidak saya sebutkan dalam ketakutan saya itu. Teman saya jadi jengah dengan ulah saya. Karena dia gak ngerti apa yang terjadi dengan saya secara tiba - tiba itu. Dia melepaskan pelukan saya dengan sedikit memaksa. Saya frustasi. Tetap menangis, saya sendiri gak ngerti apa yang sedang terjadi dengan saya waktu itu. Saya membawa ketakutan saya sampe ke rumah, sampe ke tempat tidur bahkan sampe ke keseharian saya, selama sebulan. Bayangkan, selama sebulan ! Saya gak nafsu makan, saya menyendiri, saya takut. Sampai akhirnya pada suatu hari saya mendadak ngerti bahwa yang saya takutkan hanyalah karena saya TAKUT KEHILANGAN KESENANGAN DUNIA. Astaghfirullah… Tahukah anda apa yang saya lakukan agar rasa TAKUT MATI itu hilang? Saya menyibukkan diri saya dengan teman – teman Pecinta Alam saya dan kegiatannya. Tapi diluar kegiatan positif Pecinta Alam itu segala sesuatu yang tidak pantas dilakukan seorang perempuan, saya lakukan disana. Sikap yang tidak pantas dipandang orang untuk seorang perempuan, juga saya lakukan. Frustasi. Sering mengeluarkan ucapan yang sia – sia. Saya terbahak – bahak untuk hal keji. Sekali lagi saya frustasi. Takut Mati. Sampai akhirnya saya harus mengikuti pelantikan sebagai anggota Pecinta Alam dalam Divisi Panjat Tebing, saat itu saya harus melaksanakannya di Citatah, Sukabumi. Singkatnya tiba giliran saya memanjat tebing untuk sampai pada puncak terakhir. Karena sepatu saya agak kekecilan, saya merasa kurang nyaman, tali calmantel yang saya gunakan sudah bekas tambalan jahitan. Saya berpikir saat itu nyawa saya bergantung pada tali calmantel dan teman saya diatas. Tiba – tiba saya seperti tidak menemukan point untuk berpegangan dan pijakan yang pas untuk kaki saya. Saya limbung, terpeleset, turun sedikit dari pijakan terakhir. Saya berteriak, takut sekali. Tiba – tiba tali calmantel seperti kendur dan saya terpeleset lebih jauh lagi. “Ya Allah…!” itulah kalimat yang keluar dari mulut saya pada akhirnya. Lalu saya berdoa sepasrah – pasrahnya, semampu saya, “Ya Allah, aku mohon lindungi aku, aku gak mau mati disini..selamatkan aku, aku mohon maaf atas segala kesombonganku, maafkan atas segala kesalahanku..!” saya menangis ketakutan dalam keadaan bergelantungan. Gak ada pegangan dan pijakan. Sambil menunggu pertolongan dari mentor dan teman –teman untuk ditarik keatas, saya tidak putusnya menyebut nama Allah. Apa aja yang saya bisa. Sampe akhirnya saya berhasil sampe ke puncak. Alhamdullillah! Teman – teman menyuruh saya berteriak – teriak tanda keberhasilan. Tapi itu tidak saya lakukan. Saya cuma bisa tersenyum dan duduk lunglai disamping mentor. Saya tau, saya bisa selamat sampe diatas karena izin dan kuasa Allah semata. Sungguh Maha Perkasa Allah. Kalo bukan karena pertolongan-NYA mana mungkin saya bisa sampe atas dan hidup sampe sekarang . Subhanallah… Dan apabila hamba-hamba-KU bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo’a apabila ia berdo’a kepada-KU, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) KU dan hendaklah mereka beriman kepada-KU, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. Al-Baqarah : 186) Sekarang. Tahun 2006. Saat ini rasa TAKUT MATI itu harus saya pelihara baik – baik. Yang saya pikirkan, apa aja yang saya lakukan pasti akan melalui sensor ‘hisab’-NYA. Masa dimana kelak saya tidak bisa mengatakan hal – hal bohong lagi. Masa dimana segala ucapan , perbuatan bahkan isi hati dimintai pertanggung jawaban. Dan kita semua sedang dalam masa antrian itu, dengan label AHLI KUBUR. Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-NYA. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang – orang yang berakal “ (QS. Al-Baqarah : 269) Ya Allah, hamba-MU ini sungguh berlumur dosa. Entah berapa banyak ucapan yang sia-sia keluar begitu saja tanpa terpikir menyakiti orang atau tidak, entah berapa besar perbuatan yang merugikan dan menyakitkan perasaan orang lain, entah berapa luasnya lautan kebohongan yang tersimpan didalam hati ini dan hanya Engkaulah yang mengetahuinya. Ampunilah aku. Terimalah taubatku. Subhanakallahumma wabihamdika asyshadu allaa illaaha illa anta astaghfiruka wa ‘atubuilaiik.

9 comments:

Anonymous said...

I do not know if it's just me or if everyone else encountering issues with your blog. It seems like some of the text on your content are running off the screen. Can someone else please comment and let me know if this is happening to them too? This might be a problem with my browser because I've had this happen previously.
Appreciate it

Take a look at my blog post :: travel

Anonymous said...

I know this if off topic but I'm looking into starting my own blog and was wondering what all is needed to get setup? I'm assuming having
a blog like yours would cost a pretty penny? I'm not very web savvy so I'm
not 100% sure. Any suggestions or advice would be greatly
appreciated. Cheers

Here is my website: webcam sex

Anonymous said...

I seriously love your blog.. Excellent colors &
theme. Did you develop this site yourself? Please reply back
as I'm attempting to create my own personal site and would like to know where you got this from or just what the theme is called. Thank you!

Here is my page :: vakantie frankrijk

Anonymous said...

What's up, every time i used to check weblog posts here early in the break of day, as i enjoy to learn more and more.

Also visit my web page - luxe vakantiehuizen

Anonymous said...

May I just say what a comfort to uncover someone who truly understands what
they are talking about on the net. You certainly understand how to
bring a problem to light and make it important. More people ought to check this out and understand this side of the story.

I was surprised that you aren't more popular because you certainly have the gift.

Feel free to visit my homepage :: luxe vakantiehuis frankrijk huren

Anonymous said...

Hi there, just became alert to your blog through Google, and found that it's really informative. I am gonna watch out for brussels. I will be grateful if you continue this in future. Many people will be benefited from your writing. Cheers!

Here is my web-site: luxe vakantie

Anonymous said...

Thanks in favor of sharing such a good thought, article is nice, thats
why i have read it completely

Also visit my web-site vakantiehuisje frankrijk *vakantiehuisjefrankrijk.webs.com*

Anonymous said...

Thanks in favor of sharing such a good thought, article is nice, thats why i
have read it completely

Feel free to visit my blog post; vakantiehuisje frankrijk *vakantiehuisjefrankrijk.webs.com*

Anonymous said...

Hi there would you mind letting me know which web host you're working with? I've loaded your
blog in 3 different internet browsers and I must say this blog
loads a lot quicker then most. Can you recommend a good hosting provider at a fair price?
Thanks, I appreciate it!

Here is my homepage - huis huren frankrijk