Eid Mubarrak (Dzulhijjah)

AMALAN PADA BULAN DZULHIJJAH
  1. Meningkatkan ibadah pada 10 hari pertama dengan Qiyamul Lail.
  2. Bertakbir pada hari Arafah, Idul Adha dan Hari Tasyriq, disunnahkan pula untuk melakukan takbir pada hari - hari tersebut berdasarkan Firman Allah SWT : " Dan berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya " (QS.Al Baqarah:203). Maksud dari dzikir disini adalah membaca Takbir, Tasbih, Tahmid dan Sebagainya. Beberapa hari yang terbilang ialah tiga hari setelah hari Raya Hajji atau biasa disebut hari Tasyriq.
  3. Sholat Idul Adha (menjalankan masing - masing berdasarkan Hadist Rasulullah SAW)
    • Tidak makan pagi/sarapan sebelum Idul Adha
    • Dianjurkan berangkat dengan berjalan kaki
    • Ada takbir 7 kali pada raka'at pertama dan 5 kali pada raka'at kedua
    • Ada Khotbah setelah sholat
    • Mandi dan menggunakan wewangian sebelum berangkat
    • Melewati jalan yang berbeda ketika pulang dari sholat dari jalan ketika mendatangi sholat
    • Wanita haid dianjurkan tetap meramaikan tanpa mengikuti sholatnya
    • Qurban pada tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah, urgensinya : Sebagai ibadah sosial siantara sekian ibadah yang paling di cintai oleh Allah SWT, menduduki peringkat kedua setelah perintah sholat (Lihat QS.Al-Kausar), Sarana pembinaan hubungan sosial, memperlancar roda ekonomi, menghilangkan sifat Hubbuddunya (Cinta Dunia)
EID MUBARRAK....!!!
Selengkapnya.....

Well......(Sekali Lagi Saya Sedang Menghirup Udara Cinta)

Ini kilas cerita seseorang pada saat segalanya kelihatan tidak mungkin :

Suddenly, my life become brightfull, wonderfull and colourfull...

Dan saya Memuji Allah atas indahnya rasa ini !

Subhanallah...

Well, surprisenya lumayan bikin shock juga sih. Tapi indah.

Luar biasa indah...

Sekali lagi saya sedang menghirup udara cinta...

Semoga yang terakhir.

Dan Allah Ridha. Amiin.

(to be continued)

Selengkapnya.....

Yaa Nabi Salaam’alayka..

26 Dzulqaidah 1428H. Mendung. Sedih Shalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d
Jam 3 dini hari, saya terbangun karena suara sms dari HP saya. Ternyata sebuah pesan dari atasan saya yang sedang melaksanakan ibadah Haji di Tanah Suci. Begini petikan sms nya : “ Kami baru selesai 30 waktu shalat di Nabawi. Jumat setelah Isya akan berangkat ke Mekkah. Titipan doa sudah dipanjatkan di Raudhah kecuali salam untuk Nabi yang tidak boleh menurut tuntunan
Deg!!! Hati saya seperti jatuh ke dasar bumi, saya sedih. Saya menangis sedih karena merasa tertolak. Saya tidak menyangka salam saya tidak bisa terucap disana, bagaimana mungkin????? Apa salah saya ? apa benar tidak sesuai tuntunan ? tuntunan yang mana ? Pikiran saya nda karuan, hampir su’udzhann terhadap ini semua. Cukup lama saya menangis pagi itu, sekitar satu jam hingga saya tertidur lagi. Dan ketika terbangun...saya cuma bisa menangis lagi. Segitunya amat Koen ?
Hmm, biar saya ceritakan bagaimana indah dan ni’matnya berada di Rumah Rasulullah SAW (Raudhah) – Masjid Nabawi – Madina. Kami para muslimah tidak bisa sembarangan ada di Raudhah setiap waktu, karena kami harus menerobos shaf lelaki untuk menuju kesana. Makanya untuk para muslimah yang mau ke Raudhah, diberikan jam khusus dan sangat terbatas tempatnya. Kami juga harus berdesak – desak untuk bisa ada disana. Walhasil, kalo udah sampe hijab paling depan kami sangat senang. Betapa tidak ? hijab paling depan itu hampir sedikit lagi dekat dengan makam Rasulullah SAW.
Sebenarnya jangankan sampe ke depan, baru pada pembatas paling belakang saja, rasanya sudah “degub-degub” kencang. Hati ini rasanya tidak karuan bagaikan akan bertemu kekasih tambatan hati yang sudah lama tidak bertemu. Pakaian terbaik saat itu saya kenakan, saya berandai – andai akan terlihat manis didepan kekasih.
Gemuruh Shalawat berkumandang dari bibir – bibir ummat yang berharap ‘sapaan’ Rasulullah SAW, tiada henti dan tiada putusnya. Iris deh telinga saya kalo ada orang yang tidak mengucurkan air mata. Semuanya tiba – tiba seperti terkena magnit haru yang begitu dalam dan terbawa magnit rindu akan orang termulia di muka bumi ini. Semua bershalawat dan memanjatkan doa.
Saya sendiri sempat berada di barisan paling depan, dan sholat sunnah disana. Ah bahagianya! Rasanya ingin berlama – lama disana jika saja tidak terbentur oleh waktu dan kesempatan. Saya bayangkan ya, ini aja kita yang sudah ribuan tahun berselang sejak Zaman Rasulullah SAW, bagaimana jika kala itu kita berada di Zamannya ya ? bisa menatap keindahan wajahnya, meni’mati keagungan akhlaknya, suaranya, merasakan kelembutannya, keshalihannya dan kepemimpinannya.
Subhanallah....Subhanallah....
Mungkin ada pencerahan bagi saya dari rekan – rekan yang membaca blog saya ini tentang tuntunan salam bagi Rasulullah SAW ? Semoga mendapatkan manfaat dari hal ini. Insha Allah...
Allahumma Sholli alaa sayyidina Muhammad wa alaa alii Muhammad kamma sholayta alaa sayyidinna Ibrahim wa alaa alii Ibrohim...
Selengkapnya.....

Inget Mati Neng...!

Office. 17:18 WIB. Ribeuddd !!
Semoga Allah mengampuni kelalaian dan kekhilafan saya disetiap saat. Saya cuma sanggup tersenyum kecut dan segera menghambur keluar ruangan untuk berwudhu. Jam menunjukkan pukul 17.05 WIB, ketika seorang teman diruangan saya mendekati sambil berkata cukup keras,” tuh baca di monitornya, sapa yang nempel ? UMUR SUDAH 32,SUDAH MASUK ANTRIAN KEMATIAN, SHOLAT HARUS TEPAT WAKTU! ”. Aku tertegun dan beristighfar.
Aneh ya, godaan duniawi begitu dahsyatnya sampe saya lebih suka terlena dan berkutat dengan pekerjaan saya. Padahal reminder adzan selalu otomatis di komputer saya setiap kali waktu shalat tiba. Tapi seringkali saya abaikan. Setelah selesai shalat, pikiran saya berkecamuk nda karuan. Saya terdiam menatap monitor saya dan setumpuk pekerjaan saya di meja kerja. Emang apa yang saya cari? Padahal kalo Allah tidak meridhoinya, saya bisa apa? Lalu kalo Allah memutus rizki-Nya, saya minta kemana lagi? Minta ke atasan saya? Ke owner perusahaan? Lha wong yang kasih mereka rizki juga tetap Allah.
Mana bisa ya pekerjaan lebih penting dari Allah? Saya bayangkan sendiri, kalo atasan memanggil saya, saya pasti langsung menjawab dan menghampirinya serta siap dengan paper dan pena saya, saya selalu siap menerima tugasnya (nda mau mengecewakan). Lalu Allah? Bukankah sudah jelas Allah adalah Tuhan Semesta Alam, Penguasa Jagad Raya, adakah alasan untuk mengabaikan-Nya walaupun sedetik?
Dan apabila hamba – hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo’a apabila ia berdo’a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran ” (QS.Al-Baqarah : 186)
Kemudian teman saya tadi menyentak lamunan saya dengan kata – kata pahitnya, “makanyaa....inget mati neng!”. Hiks...!!!!
Selengkapnya.....

Sekali ini saja...

(jika nanti Engkau memperkenankan hamba jatuh cinta lagi...)

Tolong Hamba Ya Rabb...
Kegusaran hamba saat ini untuk selalu membantah perasaan yang tidak hamba senangi itu, bantu hamba untuk mengabaikannya saja. Maha Suci Engkau yang membolak – balikan hati dan perasaan, semuanya jelas kehendak-Mu.
Demi Ruh dan Jiwaku yang ada dalam genggaman-Mu, jika saja nanti Engkau perkenankan hamba memiliki rasa itu lagi, hamba mohon....
Biarkan hamba jatuh cinta kepada seseorang yang hanya mencintai-Mu lebih dari apapun
Biarkan hamba jatuh cinta kepada seseorang yang hanya takut kepada-Mu
Biarkan hamba jatuh cinta kepada seseorang yang hanya mampu merindu-Mu dan Rasul-Mu
Dan biarkan hamba mengabdikan diri hamba kepadanya
Taat dan patuh padanya
Karena cintanya, takutnya and rindunya ada dalam Ridho-Mu...
Tidakkah itu indah Ya Rabb...?
Tidakkah semua pinta hamba itu mudah bagi-Mu...?
Lalu biarkan hamba bahagia Ya Rabb...
Sekali ini saja....hamba mohon....
Selengkapnya.....

Berani Menerima Berarti Berani Kehilangan...

Hmm...
Entah apa yang salah. Tapi mungkin aja kehidupan memang harus seperti dan memang seperti itu. Seperti sahabat baik saya bilang, siang digantikan dengan malam, terang digantikan dengan gelap, dan saya...jika ”menerima digantikan dengan kehilangan”. So sad...
Actually, saya selalu bingung menerima kehadiran orang baru dalam hidup saya. Karena diam – diam saya pasti dirundung ketakutan. Saya tiba – tiba nda tau harus berbuat apa terhadapnya. Perceraian memang telah banyak merubah sikap saya. Banyak sahabat saya bilang saya jadi lebih ‘sensi’ dan sikap saya sering ‘aneh’. Saya tau saya hanya sedang mencari perhatian, bahkan kadang – kadang saya lebih ‘manja’ dan bahkan terlalu ‘depend on’ pada orang lain. Ya..sejak saat itu, saya memang menjadi seseorang yang dhoif, lebih tepat dikatakan ‘weak’.
Dan jika ada orang baru masuk kedalam hidup saya, dari jauh – jauh hari saya sudah harus bersiap – siap berani menerima resiko KEHILANGAN. Entah apa salah saya. Tapi yang jelas saya tau, saya pasti akan kehilangan... Andai semuanya bisa abadi, paling tidak bisa abadi menetap dalam hati saya...
Saya mohon maaf bagi yang muak terhadap diri saya yang dhoif ini...sekali lagi maaf !
Selengkapnya.....

Labbaikallahumma labbaik...

Office. 11:23PM. Murrotal Syeikh Sa’ad Suraim
Tadi pagi sekitar jam 07.30 saya sudah harus meluncur ke Masjid Al-Azhar – daerah Blok M. Saya mau mengantar dan melepas keberangkatan atasan saya beserta isterinya menunaikan Ibadah Haji. Lagi musim haji sekarang kan? Di tambah seruan “Labbaikallahumma labbaik...labbaikkallaa syarikalakalaabaiik...innal hamda wa ni’mata lakawal mulk..laa syariikalak..” praktis keharuan menyeruak dalam rombongan haji tadi. Sanak saudara – handai tolan saling bersalaman dan berangkulan melepas kepergian orang – orang tercintanya yang akan menunaikan Rukun Islam ke 5 itu. Gitu juga dengan saya tadi, dengan atasan saya, karena bukan mahram saya hanya bersalaman dari jauh aja, tapi dengan isterinya...huaaaa...nangis – nangisan deh! Sambil memeluknya dengan penuh haru,”hati – hati ya bu...jangan lupa salamku untuk Rasulullah ya bu...panggil namaku disana ya bu....”. Si ibu mah ‘iyak - iyak’ aja deh..abis saya kebanyakan pesenan siih...hehe... Tapi yang terpenting aku mohon supaya isteri atasan saya itu nda lupa untuk menyampaikan salam saya kepada Baginda Rasulullah SAW setibanya di Raudhah nanti. Saya nitip doa juga sih...panjaaang banget! Hihihi..dibacain nda ya? Mudah – mudahan lah..
Jadi inget waktu perjalanan umrah taun lalu, hmm...saya nda ada habis – habisnya memuji Allah atas keindahan Baitullah – Holy Ka’bah – Masjidil Harram – Masjid Nabawi – Raudhah – udaranya – panasnya kota itu – jernihnya muka – muka orang beribadah, Subhanallah...Subhanallah...Subhanallah...! “ Pesonanya “ membuat saya selalu rindu utuk kembali kesana. Saya yakin bukan cuma saya yang merasakan ini, pasti semuanya punya perasaan yang sama.
Tul kan???
Labbaikallahumma labbaik...labbaikalaa syarikalakalaabaiik...innal hamda wa ni’mata lakawal mulk...laa syariikalak...
Dear Bapak & Ibu Aziz Luthfi, Semoga mendapatkan Haji yang Mabrur dan bisa kembali ke tanah air dengan selamat. Amiin...
Selengkapnya.....

I Hate You!!!!

Ternyata memang bukan dia... Mana ada ya di dunia ini yang nyata? Jujur pun susah ditemui! Hhhh...Nda ada lah... I Hate You So Much !!!! Leave Me Alone... Selengkapnya.....

Ternyata Benar Ya, Anak Itu Bagaikan Sebuah Kertas Kosong

Workplace, 7 Dzulhijjah 1428 H

Hmm...tiba – tiba saya jadi teringat ulah buah hati saya yang membuat saya terharu. Saat itu saya pulang kerja sudah sangat larut. Sekitar jam 22.30 WIB saya baru tiba di rumah. Capek banget, udah pasti. Yang namanya ‘lelah’ tuh kayaknya ngerontokin badan saya. Seperti biasa anak saya sudah siap menyambut saya dengan pelukan dan segunung rindunya kepada saya setelah seharian saya tinggal bekerja. Tapi kali ini karena sudah terlalu larut, jadilah jundi kecil saya itu sudah disiapkan eyangnya dengan baju tidurnya.
Setelah witir, bikin susu dan mematikan lampu kamar, saya langsung ambruk di tempat tidur tanpa perduli dengan ocehan buah hati saya. Cape banget, ngantuk banget, udah K.O pokoknya. Bahkan saya nda sempat melakukan hal rutin yang biasa saya lakukan terhadap buah hati saya jika mau tidur.
Tapi Subhanallah...saat sayup-sayup mau tidur, anak sayalah yang melakukan hal rutin itu terhadap saya. Dia mengelus – ngelus kening saya dengan jari mungilnya trus mulutnya komat – kamit (seperti biasa saya membaca ayat Kursyi dan surrah Al Ikhlas-Al Falaaq – An Naas ; maksudnya), trus bergantian mengecup kening saya – pipi – punggung tangan – dan punggung kaki.
Setelah itu dia membisikkan doa mau tidur di telinga saya dan meniupkannya ke muka saya. Subhanallah.....! hilang seketika lelah letih yang saya rasakan. Saya terharu, nda terasa keharuan itu membuat air mata menitik diujung mata saya.
Saya membuka mata saya dan memeluknya,lalu doa saya seketika "Rabbanaa hablanaa min azwajinaa wa zurriyyatinaa qurrota a’yunin waj’alnaa lil muttaqinaa imamaa – Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa“ (QS. Al Furqaan : 74)
Ternyata benar ya, anak itu bagaikan sebuah kertas kosong yang isinya adalah coretan tangan kita sendiri. Mau bagaimana hasil tulisan kita di atas kertas itu adalah bagaimana kemampuan kita menuliskan diatasnya.
Jika kita tuliskan yang baik, maka hasilnya (Insya Allah) akan sesuai harapan dan permohonan kita kepada Allah ‘Azza Wa Jalla. Tapi jika kita nda mampu menulisnya dengan baik, maka kita sendiri pun akan kesulitan membacanya.

Mohon maaf bagi yang kurang berkenan :)
Selengkapnya.....

Sudah Saatnya Saya Tersungkur Lagi...

Mungkin saja iman saya sedang dalam kondisi ‘low bat’. Saya mudah sekali menangis, uring – uringan, was – was dan merasa sendiri. Saya menangis untuk hal yang tidak perlu saya tangisi. Tiba – tiba saya menjadi seorang yang ‘tidak pengertian’, sensitif dan ‘aneh’. Saya menangis kali ini karena merasa sendiri. Saya merasa tidak ‘sabar’ menghadapi ini semua. Teman saya bilang, itu namanya Futur. Huaaaaaaa..... :(( Allahummaghfirlii....
Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabb mu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbilah dengan memuji Rabb mu ketika kamu bangun berdiri
QS. Ath Thuur : 48 Mohon maaf bagi yang MUAK dengan sikap saya... Mohon maaf bagi yang tersakiti... Mohon maaf bagi yang kurang berkenan... Mohon maaf atas khilaf lisan dan hati ini... Sungguh, mohon maaf... Semoga Allah mengampuni saya...
(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)" QS. Ali Imran : 8
Selengkapnya.....

Actually, I Really Hate This Feeling...

Office. 16:10. Suntuk! (Benci banget kalo lagi punya perasaan ‘kangen’...termasuk...)

Tau nda? saya pernah nangis sampe ‘gerung – gerung’ hanya karena...kangen dengan seseorang.

‘overlap’ ya? Memang, makanya saya benci banget jika tiba – tiba saya punya perasaan kangen dengan seseorang. Karena sebenarnya perasaan itu membuat saya tertekan dan seperti terpenjara. Hmm...segitunya amat ya?

Tapi ya..saya memang begitu sih?

Tapi kenapa harus merasa tertekan? Karena perasaan kangen itu membuat saya serba salah, stupid, mellow, katro dan aneh.

Dan merasa terpenjaranya? Karena SAYA BENCI ‘suasana’ saat kangen, SAYA BENCI ketika perasaan itu menyelinap didalam hati saya, SAYA BENCI ketika akhirnya saya harus mengatakan kepada orang tersebut bahwa saya ‘kangen’ dan yang terpenting, saya takut itu nda ‘ahsan’ bagi yang saya kangeni. Freak ya?

Entah ya? Sejak saya ‘hanya berdua’ dengan anak saya, saya sebenarnya sedang berusaha ‘memupuk’ perasaan benci saya untuk : kangen, sayang dan mungkin...termasuk bahwa saya sedang benar – benar menjaga supaya saya tidak memiliki perasaan ‘jatuh cinta’...lagi!

Swear...I Really Hate This Feeling !
Selengkapnya.....

Taubat...

Wahai Tuhan, jauh sudah lelah kaki melangkah
Aku hilang tanpa arah, rindu hati sinar Mu
Wahai Tuhan, aku lemah hilang terlumur noda
Hapuskanlah terangilah jiwa di hitam jalanku
Ampunkanlah aku, terimalah taubatku
Sesungguhnya Engkau Sang Maha Pengampun Dosa
Ya Robbi, ijinkanlah aku kembali pada Mu
Meski mungkin takkan sempurna aku sebagai hamba Mu
Berikanlah aku kesempatan waktu, aku ingin kembali
Dan meski aku tak layak sujud padamu
Dan sungguh tak layak aku...
Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu 'alaa ilaa ha illaa anta
astaghfirukaa wa 'atubuu ilaiik
Selengkapnya.....

Saya Berharap Suatu Saat Nanti Bertemu Tambatan Hati Saya Di Depan Multazam

Jumu’ah. 27 Syawal 1428 H. Lagi Menghayal
Subhanallah...alangkah indahnya !
Ketika hati dan jiwa sedang merunduk khusyuk di Baitullah...
Ketika tangan ini hanya mampu tengadah mengharap Rahmat-NYA...
Ketika raga jatuh sujud bersama kening...
Dan...
Berharap suatu saat nanti ada yang menjaga dan melindungi...
Membuat senyum ini mengembang lagi karena Rahmah... Membasuh segala luka dengan keshalihan dan ketaatan...
Hmm... Lagi ngayal nih ceritanya...!? jadi malu..hihihi... Pengennya yah,
one fine day... lagi di depan pintu multazam – depan Holy Ka’bah,
saya bertemu dengan tambatan hati saya.
Seperti dalam mimpi saya tuuu...
Waktu itu mimpi saya, saya sedang berpakaian haji dan berdiri dibelakang punggung seseorang dengan pakaian ihram, trus di ajak untuk melaksanakan thawaf...Subhanallah...indahnya !!!
Semoga... Doain dunk...?! doain yah...(Amiin...)
Selengkapnya.....

Ukhtifillah..cantik nda harus ‘show off’ kan? (Tabarruj)

Hmm...
glitter-graphics.comSaat itu saya sedang berada di sebuah resto junk food di sebuah kawasan mahakam – jakarta selatan berdua dengan anak saya. Masih pagi sekitar jam 10 an. Saya mengambil tempat duduk persis disebelah jendela dan didepan sebuah pesawat televisi.
Sambil menyuapi anak saya, mata saya sesekali tertuju pada pesawat televisi yang menayangkan video klip dari lagu – lagu jingle. Bolak – balik saya perhatikan, penari latar dari penyanyi – penyanyi tersebut pasti perempuan – perempuan yang sangat rela ter-ekspos secara vulgar. Herannya, perempuan – perempuan yang ‘sadar cantik’ itu bangga banget dengan kemolekan tubuh dan kecantikan wajahnya yang dinikmati oleh mata lawan jenis yang notabene bukan mahramnya.
Rasulullah SAW bersabda, “Hati-hatilah pada dunia!, hati-hatilah pada wanita! Sesungguhnya fitnah (musibah) pertama yang menimpa bani Israil (kaum Yahudi) adalah dari wanita.”
Semakin lawan jenis itu keliatan bernafsu, dengan senyum nakal perempuan – perempuan itu semakin bersemangat untuk ‘menggoda’ termasuk meliuk – liuk dengan gaya yang bikin lawan jenis menjadi ‘degub-degub’ kencang, ditambah pakaian dengan warna mencolok – tipis – minim – kurang bahan lah pokoknya. Naudzubillah...!
Berarti benar ya apa yang disabdakan Rasulullah SAW bahwa : “Akan ada pada akhir umatku nanti wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, kepala mereka seakan-akan punuk unta, laknatlah mereka karena sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita terlaknat!” .
“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukul manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang…”
Well, to be honest aja deh ya ukhtifillah, menurut antuna sebenernya perempuan tampil seperti itu untuk menarik perhatian siapa sih? Pasti untuk menarik perhatian lawan jenis kan? Kalo untuk menarik perhatian sesama jenis, walaah nda mungkin banget lah.
Allah memang menyukai keindahan, tapi menurut saya bukan berarti keindahan dan kecantikan itu musti menjadi sarapan para lelaki yang bukan mahram dan diteruskan dengan ‘show-off’ aurat apalagi berlebihan. Tapi ternyata miris banget ya? Banyak saudari – saudari kita di luar sana yang mengatas namakan kebebasan ‘berekspresi’ bahwa berpakaian sexy itu ‘hak’ setiap wanita dan bahwa cantik itu anugerah yang harus di syukuri. Jadi nda usah minder dan nda usah takut untuk memperlihatkan ke orang – orang bahwa kita cantik !. Hiks...:((
“Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang Kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh Kami mengerjakannya. “Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji” mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (QS. Al A’raf: 28) Nda sedikit juga loh saya mendapat penolakan dari saudari – saudari muslim lain yang saya ajak untuk berhijab. Ada yang bilang : " Buat apa berjilbab kalau hati kita belum siap, belum bersih, masih suka 'ngerumpi' berbuat maksiat dan dosa-dosa lainnya, percuma dong pake jilbab! Yang penting kan hati ! atau ”halaaah...hare geneee?secara yang pake jilbab aja masih banyak yang maksiat, mending gini aja kebuka, mau jahat kek mau baik kek, gak keliatan!” atau ”ntar susah mbak nyari kerja, kalo udah masuk kerja deh Insya Allah...” atau ”ntar aje kalo udah married, kalo udah laku, iye nggak?” atau yang paling parah ”sayang lagi koen kulit kita bagus gini di umpetin, yah...itung – itung amal lah...”. Ma’ Nyosss....!
Girls, sorry to say tapi perbuatan buka-bukaan adalah fitrah dari hewan ternak, tidak seorang pun yang condong pada perbuatan tersebut kecuali dia akan hina, dia akan jatuh dari kedudukan tingginya sebagai manusia menuju kedudukan yang paling rendah bahkan lebih rendah dari hewan-hewan ternak.
Dari sini tampaklah bahwa tabarruj adalah salah satu tanda dari kerusakan fitrah manusia, tidak adanya rasa malu dan tanda matinya hati.
Saya jadi inget, sebenernya ada sebuah artikel bagus yang saya keep untuk kalimat – kalimat yang dilontarkan saudari – saudari kita itu :
Wahai saudariku, Allah berfirman, "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya".
Allah yang Maha pemurah telah menciptakan dirimu dalam bentuk yang terbaik. Apakah setelah itu kau ingin Dia melemparkanmu ke tempat yang paling rendah dan hina, yaitu neraka?! "Saudariku, seandainya saat ini Allah menurunkan penyakit kusta padamu. Kulit dan tubuhmu penuh borok busuk. Kecantikanmu hilang. Orang-orang jijik melihatmu. Apakah kau juga masih berani bertingkah seperti ini ?” "Saudariku, seandainya saat ini malaikat maut datang menjemputmu, apakah kau sudah siap? Apakah kau rela pada dirimu sendiri menghadap Allah dengan keadaanmu seperti ini? Apa yang akan kau katakan kepada malakaikat munkar dan nakir di kubur? Apakah kau yakin kau bisa mempertanggung jawabkan apa yang kau lakukan saat ini pada Allah di padang mahsyar kelak?!"
glitter-graphics.com Well, ada sebab ada akibat dong ya? Ini akibat tabarruj :
Bagi orang yang mentadabburi (membaca, memahami, memperhatikan dengan seksama) nash – nash syariat dan sejarah islam maka akan meyakini kerusakan yang besar akibat tabarruj. Fakta di lapangan juga membuktikan hal tersebut, betapa banyak lelaki yang bersih hatinya menjadi rusak, menjadi penuh dengan syahwat karena melihat perempuan-perempuan lewat di hadapannnya membuka aurat, melenggok-lenggokkan badannya dan menebarkan pesona yang luar biasa!!. Sehingga akibatnya terjadi banyak perbuatan keji di masyarakat, para lelaki terdorong untuk melakukan zina, seorang lelaki menjadi mudah melakukan maksiat dengan mengumbar pandangannya dan seterusnya, hal ini terjadi di antaranya karena tabarruj.

Nah kan.....??? Your view girls?

Selengkapnya.....

Lagi Kangeeen....!

Semoga disana bisa merasakannya... mendengarnya... doaku...saat ini untuknya... glitter-graphics.com Selengkapnya.....

On My 32

Oktober 11st, 2007. Alhamdulillah, umur saya genap 32 tahun. Segala sesuatu yang telah terjadi hingga saat ini sudah seharusnya membuat saya bahagia, haru, sedih, terluka dan tersenyum. Saya hanya harus tetap yakin, bahwa Allah mencintai saya. Maha Suci Allah yang telah menskenario-kan jalan hidup saya yang begitu indah.
Disaat kesedihan saya...
Allah memberikan saya kebahagiaan memiliki anak laki – laki yang dapat menghapus duka dan penghibur lara...
Disaat kesendirian saya...
Allah memberikan saya sahabat – sahabat yang lebih baik dan mengelilingi saya serta menghibur saya dengan rasa sayangnya...
Disaat keterdesakan saya...
Allah memberikan saya rizki yang bisa saya ni’mati dengan hati lapang...
Disaat ketakutan saya...
Allah memberikan saya cahaya cinta dan kekuatan yang dapat saya reguk diujung malam disaat kesendirian saya...
Jujur aja, dilain sisi saya merasa ‘tidak lengkap’. Saya merasa mendapatkan nilai ‘E’ dalam ketimpangan hidup saya. Seseorang memang telah menghancurkan seluruh impian manis saya. Impian hidup yang sudah saya bangun dan harapkan dengan kedhoifan saya sebagai perempuan dan manusia
Tapi sekali lagi, tentu saja semua itu pasti rencana Allah juga. Tinggal bagaimana usaha saya sekarang untuk bisa mendapatkan nilai ‘A’ atas ketimpangan hidup saya kemarin. Yang jelas, saya tidak mau mati sia – sia dan tidak mau mati tanpa membawa amal kebaikan.
On My 32... Saya harus lebih banyak bersyukur, beristighfar, bermuhasabah dan mulai mengingat mati...!

To : Ustd.Heru,”jazakallah khair atas sms Pengingat Mati’nya” and 4 : Kanda,”makasi banyak surprise-call in d’ middle of d’ nite nya”

Selengkapnya.....

“...Nida’an Khofiyya”(QS.19 : 3)

(Indahnya sebuah kebaikan nama jika diambil dari penggalan ayat di Al-Qur’an )
Pernah baca surah “Kaaf – Haa – Yaa – ‘Aiin – Shaad...”?
Iyak, betul ! Surah ke – 19 (Maryam). Emang ada apa dengan Surah Maryam?. Mungkin bagi sebagian orang nda ada yang istimewa dari Surah Maryam. Tapi buat saya saat ini, surah itu merupakan surah favorite yang sering saya dengar dan baca setelah Surah Arrahman.
Entahlah, setiap kali mendengar dan membaca surah itu, saya pasti cengeng. Terlebih ketika mulai pada ayat ketiga yang terakhir yaitu “...Nida’an Khofiyya”.
Saya seperti menemukan sebuah kedahsyatan makna yang masih terus saya cari dalam surah tersebut. Almost everyday saya mendengarnya dari sebuah murrotal MP3 dari suara Imam terkenal Makkah – Syeikh Suddais.
Nida’an Khofiyya, nama seorang anak perempuan kecil, keponakan saya. Umurnya 3 tahun. Maha Suci Allah yang telah menggerakkan hati kakak saya untuk kemudian memberikan sebuah nama indah untuk puteri pertamanya dengan nama itu. Kenapa indah? Begini maksudnya, karena setiap kali saya mendengar dan membaca surah Maryam itu dan terhenti pada ayat ke-3, ada sebuah doa yang kemudian mengalir didalam hati saya, “semoga kelak menjadi anak yang shalihah...Amiin”. Tentu saja itu juga harapan kakak saya ketika mencari nama terbaik untuk buah hatinya. Sebuah pelajaran kecil yang baik untuk bisa saya gunakan kelak (insya Allah...kalo masih ada kesempatan yang diberikan oleh Allah, Amiin).

So, nama pemberian orang tua itu nda main – main, ada kasih, harapan, doa dan cinta didalamnya. Tul nda?

Inspired by : Qute Kaka Fiyya. Kaka, mami sayang sama kaka, tapi kalo kaka lagi main sama Nabil nda boleh main cakar – cakaran lagi ya?!”

Selengkapnya.....

Eid Mubarrak

Dear All,
Taqabalallahu Minna Waminkum
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin yah...! Eid Mubarrak...!
Selengkapnya.....

Anak Saya dan Hari Raya

(again, Lebaran prihatin!)
Hmm...
Sedih banget yah, bentar lagi Ramadhan mau usai. Padahal....kangen - kangenannya belum puas banget. Kenapa yah, Ramadhan nda 11 bulan aja...hiks! Menjelang Hari Raya, ada yang sedikit membuat kerongkongan saya tercekat. Ini tentang anak saya menjelang Hari Raya. Sewaktu sedang menyuapinya makan di tetangga dekat rumah, seperti biasa Nabil ada diantara kerumunan anak - anak seusianya yang sedang bermain - main. Seorang temannya yang biasa disapa 'kakak manda' keluar dari rumahnya dan berteriak riang kepada anak saya,"Nabil..aku dong udah beli baju lebaran dua dibeliin sama mama, trus sepatu nya dibeliin sama papa, Nabil baju lebarannya ada berapa?".Uggh!!!
Sebenarnya itu pertanyaan biasa anak - anak kecil kan? tapi saat itu bagaikan tonjokan keras yang menohok dada saya dan membuat tenggorokan saya tercekat. Tau nda kenapa? karena di lebaran ini (seperti di lebaran kemarin juga) saya nda membelikan apa-apa untuknya kecuali stok susu.
Ah..saya memang bersalah! Sudahlah orang tuanya 'tidak lengkap' ...kali ini menjelang Hari Raya dia tidak bisa lagi saya manjakan seperti anak lain. Saya memang bersalah...
Tapi Alhamdulillah...rejeki untuk Nabil tiba - tiba ada dan Insya Allah cukup untuknya,untuk Ibu saya tercinta dan keluarga saya dirumah. Dan keliatannya bagus juga kan jika saya tidak membiasakannya membeli sesuatu yang serba baru di Hari Raya? ini kesempatan saya untuk mengajarkan, bahwa yang terpenting dalam Hari raya adalah 'Kemurnian Hati' dan 'Hati yang Baru serta Fitri'
Hmm...
Anakku sayang...
Semoga cukuplah bagimu kebesaran cinta dalam diri Ibumu yang lemah ini... Semoga cukuplah bagimu keluasan doa dari bibir Ibumu ini di tiap lima waktu... Semoga cukuplah bagimu hanya kehadiranku disisimu... dan anakku... Cukuplah Allah bagi kita berdua!
Selengkapnya.....

Semoga Menemukan Kemuliaan Lailatul Qadr...

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anii..."
(Ya Allah, You are forgiving and you love forgiveness. So forgive me)
Semoga mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadr...
Semoga mendapatkan maghfirah...
Semoga menjadikan kemurnian hati...
Selengkapnya.....

Semoga Diberikan Kekuatan...

Seorang kawan baik saya sedang ditimpa bertubi - tubi ujian. Saya juga sedih mendengarnya. Saya nda bisa apa - apa kecuali doa. Semoga diberikan kekuatan oleh-NYA. Saya yakin... Banyak orang yang mendoakannya. Karena kebaikan, ketulusan dan keikhlasannya dalam segala hal. Saya baru mengenalnya, tapi beliau sungguh berhati mulia. Semoga Allah selalu menjaga dan menyayanginya beserta keluarganya.

Ila Akhi Moammar Al-Mubarrak : “Tidak ada satu musibah pun yang menimpa seorang muslim kecuali Allah akan menutupi dosa dengannya, meski sekedar duri yang menusuknya.“ (Muttafaqun ‘alaihi) "Innallaha Ma'asshobiriin..." (QS.8 :64) Selengkapnya.....

Andai Pintu Ajaib Doraemon ‘Nyata’...

Gara – garanya kemaren malam lagi nyetrika. Trus seolah – olah bau wangi dari semprotan setrikaan itu wanginya hampir seperti parfum yang dulu saya beli di Jeddah. Pikiran saya menerawang... Andai...saya ada di Makkah saat ini. Huaaa.....:(( kangen bangeeet!!! Kenapa yah, setiap kali di jalan, didepan kompi kalo pas lagi dengerin Murrotalnya Syeikh Suddais, pasti air mata nih, ikutan meleleh..bawaanya mewek terus. Andai...saya ada di Masjidil Harram saat ini. Huaaa.....:(( kangen bangeeet!!! Andai ya, pintu ajaib milik Doraemon nyata...
Pasti udah saya pinjem berulang kali supaya tiap kali saya kangen sama Holy Ka’bah, Kangen berdoa di Multazam, kangen Thawaf, Kangen Sa’i, Kangen Shalat di Hijr Ismail – Maqom Ibrahim, minum zam – zam...bisa langsung terlaksana. Tinggal buka pintu..klik..tau – tau udah didalam Masjid. Trus imamnya pas Syeikh Suddais pula. Subhanallah...ni’matnya.....
Ya Rabbul Izzati...Taqabbal Du’anaa Ya Rabb... kembalikan hamba kesana untuk berhaji Ya Rabb...
Selengkapnya.....

Ahlan Wa Sahlan Mas...!

Alhamdulillahirobbil 'alamiin...
Wiiii....akhirnya landed juga ke Indonesia yakz....!
Maha Suci Allah Yang Maha Mengatur Segala Urusan hamba – hamba-NYA. Maha Suci Allah yang telah mengijinkan dan meridhoi segala urusan hamba-NYA. Maha Suci Allah yang telah menuntun hati dan membuat skenario hidup seseorang. Saya memuji Allah atas segala sesuatu yang telah terjadi. Subhanallah....
First, selamat ya mas....udah dapet gelar Master di Geo Information System for Natural Resources Management, ITC University , Enschede, Netherlands.
Second, welcome home deh..kembali ke asal...(hihi...di Tegal aja kesuwen yak! buruan nyambut gawe banyak Departemen yang ngantri nooh!)
Third, still keep in touch with me ya ...pastinya duuunk !
Well, pokoknya today udah seneng banget bisa liat mas kembali ke Tanah Air dengan selamat, sehat wal afiyyah dan jangan lupa kalo ntar mau kawin harus pengumuman ke aku yakkk....!
Ahlan Wa Sahlan, Mas Adyn!
Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya jalan kemudahan dalam urusannya ” (QS. Ath-Thalaq : 4)
Selengkapnya.....

Get Well Soon, Bro!

Udah 2 hari ini kakak tercintaku sakit. Radang tenggorokan, tapi sampe parah banget. Nda bisa makan, nda bisa minum, demam tinggi, praktis kekurangan cairan karena nda masuk makanan. Akhirnya di infus. Trus opname di RS.Usada Insani, dan untungnya pegawai negeri jadi punya tunjangan AsKes, jadi Alhamdulillah hampir ter-cover lah. Ibu, saya dan adik bahu membahu juga bantuin anggaran yang kurang. Niatnya jual HP ajalah. Terserah mau dihargain berapa nanti sama orang, yang penting bisa bantu – bantu dikit. Hihihi... tapi paling cuma berapa ya? Wong HP katro, udah jadul banget. Untungnya lagi saya lagi libur kerja, jadi bisa sekalian jagain ‘jundi – jundi’ kecil kakakku yang masih pada baby. But yang terpenting, kakak tercintaku cepet sembuh dan bisa aktivitas lagi....amiin! Get well soon, Bro!
Selengkapnya.....

Kangen Bapak...

Office. 11:57 PM. Cough!

Tadi, waktu dijalan saya liat seorang anak gadis yang sedang dibonceng motor oleh Ayahnya. Ayahnya sudah setengah tua, tapi dengan sabar dan hati – hati membonceng puterinya di antara padatnya lalu lintas jalanan.

Saya jadi inget waktu kecil dulu dibonceng Bapak dengan motor vespanya. Salah satu hal yang paling saya senangi kalo lagi diajak pergi Bapak dengan vespa yaitu berdiri di depan sambil bernyanyi –nyanyi dan berceloteh apa saja yang saya suka.

Hal lain yang paling saya suka adalah ‘Usapan Tangan’ Bapak di kepala saya. Tangan kekarnya yang memenuhi kepala mungil saya, saya rasakan penuh dengan kasih dan cintanya untuk melindungi saya.

Semalam, saya mimpi bertemu Bapak. Saya melihat wajah Bapak keliatan berseri – seri. Bapak tersenyum memandang ke arah saya, saya ingin sekali memeluknya dalam mimpi itu, tapi seperti ada kabut tebal putih yang menghalangi saya, kata Bapak semalam,”sholat aja dulu...” .

Waktu kesempatan Umrah tahun lalu, saya bersyukur karena sempat ‘meng-umrah kan’ Bapak pada Umrah kedua. Saya berharap diantara kerumunan orang – orang ber-ihram itu menemukan Bapak. Walaupun tidak, tapi saya yakin Bapak melihatnya.

Tetap saya berharap, later on Allah memberi saya pendamping seperti Bapak. Semua tentang Bapak membuat saya kangen. Kangeeeeen.... banget!

Semoga ‘Al-Fatihah’ ini bisa menambah senyum Bapak...! Amiin.

(background lagu 'hurt' di blog ini tentang indahnya cerita di waktu kecil antara Ayah dan Anak Perempuannya)

Selengkapnya.....

Dear All,'Met Puasa Yak...!

Selengkapnya.....

I Wanna Be A Christ ! (Workshop story dan sebuah pesan penting untuk para ummahat)

Office. Brain Storming. 15:20 WIB.

Naudzubillahi min dzaliik....! pasti kalimat itu yang pertama keluar dari mulut anda kan? Hmm, tapi ternyata itu yang terlontar dari mulut kecil seorang bocah berusia 7 tahun kepada Ayahnya yang masih ternganga tidak percaya mendengar buah hati tercintanya mengucapkan sebuah kalimat “Dad, I Wanna Be A Christ !”.

Saya yakin, orang tua manapun akan langsung lemas lunglai dan bagaikan tersambar petir di siang bolong mendengarnya. Tapi tunggu, ketika ayahnya bertanya dengan penasaran dan bercampur sedih yang amat sangat tentang alasan kenapa anaknya yang masih kecil ini bisa – bisanya ingin menjadi ‘christian’, begini jawabnya, “ because there’s no please and thank you in islam but in christ they’re always say please and thank you for me” . Subhanallah...!

Bagaimana menurut anda artinya?. Menurut saya sih, itu artinya masih banyak kekurangan dalam diri kita dalam berkomunikasi sehari – hari dan melaksanakan hal – hal kecil yang ternyata penting bagi buah hati kita bahkan sering kita anggap sepele.

Bisa jadi, sehari – hari kita lupa bagaimana cara memerintahkan sesuatu kepada anak kita seperti contohnya “tolong ya nak ambilkan bunda....”. Dan setelah buah hati kita melaksanakannya kita juga sering terlupa mengatakan “terima kasih nak...”. sepele banget kan ya?

Dari story diatas tadi, masih untung anak itu mengucapkan ingin masuk kristen pada usia 7 tahun, coba kalo sudah dewasa baru mengatakannya? Berarti dari kecil hingga dewasa dia memendam keinginan untuk menjadi murtad dan tidak ikhlas dengan agama Allah yang Indah dan penuh Rahmat ini, hanya karena lupa mengatakan “Please” dan “Thank You”. Innalillahi...!

True story yang manis ini saya dapat dari hasil penuturan kisah Hj. Elly Risman pada sebuah work shop Rumah Parenting – Kita dan Buah Hati (Pimpinan Hj. Dr. Elly Risman) yang saya ikuti pada hari Kamis tanggal 30 Agustus 2007 di Masjid Al-Azhar, Kali Malang Bekasi.

Bagi saya pribadi, ini adalah PR bagi saya sebagai seorang Ibu tentang bagaimana seharusnya berbicara dan bersikap dengan buah hati kita dan bagaimana caranya agar akhlak serta tutur katanya mencerminkan sebagai seorang muslim sejati, yaitu yang bertutur kata lembut dan penuh arti, berhati bersih dan ikhlas.

Kenapa PR ? karena rasanya memang susah, apalagi bila kita seorang wanita yang harus bekerja diluar rumah dan mungkin ada diantara kita yang berperan sebagai ‘single parent’, karena harus ekstra kerja keras untuk menata buah hati kita gara menjelma menjadi seorang pribadi muslim yang baik.

Yaa Ummahat Rahimakumullah,

Setuju kan antuna semua, jika sudah seharusnya lah bagi kita sebagai seorang Ibu berjihad didalam keluarga kita sendiri untuk mendidik, mengasuh dan menata keluarga kita?. Kita harus selalu mengingat bahwa “Al Ummu Madrasatun” (Ibu adalah sekolah bagi anak – anaknya). Jadi bagaimanapun nanti hasilnya anak kita kelak, itulah hasil kita mendidik dan mengasuhnya.

Semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan Iman untuk dapat berjihad membentuk jundi – jundi kita agar selalu berjuang dijalan Allah dan supaya kelak anak – anak kita dengan bangga mengatakan “Alhamdulillah...I’m Muslim”.

Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu ‘alaa ilaa hailla anta, astaghfiruka wa ‘atubuilaiik. Mohon maaf bagi yang kurang berkenan.

I Dedicated for Mrs.Safitri – Humas Executive Programme, INDONUSA Esa Unggul University.many thank u,mam! Hang out ‘workshop’ lagi ya lain waktu...Insya Allah!

Selengkapnya.....

“Brengsek Kamu....!!!” (sedihnya jadi Ibu berkarir)

Home. 21.30 WIB

Melotot. Itu adalah respon pertama dari saya kepada buah hati saya, Nabil. Dari mana anak saya bisa menyadur kalimat kasar itu? Seinget saya nih, saya nda pernah berkata kasar didepannya. Barusan sambil menangis dia mengucapkan kalimat “brengsek kamu....!!” kepada eyangnya yang baru saja memarahinya. Rupanya anak saya ngambek karena dimarahi oleh Ibu saya setelah dia melempar – lempar mainannya dari atas tempat tidur ke lantai dengan semaunya. Anak saya makin ngambek karena saya ikutan melotot kepadanya dan tidak membelanya. Alhamdulillah, dia tau saya marah dan tidak suka dengan kalimat yang diucapkannya barusan dan segera berlari memeluk saya. Saya sengaja tidak membalas pelukannya untuk menunjukkan bahwa dia bersalah dan harus menyesal serta meminta maaf kepada Ibu saya. “maap mi..maap...!” serunya seraya menangis dan memeluk saya kencang. Nda tega...akhirnya saya balas pelukannya dan membisikan ke telinganya bahwa mami mencintainya dan ingin agar Nabil bisa bersikap yang baik dan harus minta maaf sama eyangnya karena sudah berkata kasar. Selidik punya selidik, ternyata kalimat itu dia dapatkan dari hasil menonton sinetron yang sering diputar oleh stasiun TV swasta. Di dalam sinetron itu sering ada adegan orang dengan ekspresi marah – marah dan melontarkan kalimat tersebut. Bisa jadi yang ditangkap oleh anak seusia anak saya adalah “ kalo lagi marah atau ngambek harus mengeluarkan kalimat itu, supaya orang lain tau kalo dia lagi marah atau ngambek “.
Hiks...! sedih banget ya ternyata jadi Ibu yang bekerja di kantor. Walaupun saya yakin Ibu saya akan selalu mengajarkan hal – hal baik selama saya titipkan anak saya kepadanya, tapi kan saya juga nda bisa melarang Ibu saya untuk tidak menonton sinetron kesukaannya. Saya juga nda mungkin mengingatkan Ibu saya untuk selalu memperhatikan apa yang anak saya tonton. Karena di rumah udah nda ada khodimah (PRT), praktis selama saya tinggal bekerja Ibu saya yang menangani semua ‘printil-printil’ keperluan rumah dan sekaligus beliau harus mengurusi anak saya (Ya Rabb...hamba mohon, balaslah dengan syurga seluruh kebaikan Ibu hamba).
As a single parent, saya pun bener – bener darurot untuk bekerja diluar. Semoga Allah menguatkan iman dan hati saya untuk bisa terus berjuang membesarkan belahan jiwa saya ini dan memberikan saya jalan keluar terbaik supaya saya tidak terus – terusan meninggalkannya dirumah. Dan yang terpenting, semoga saya tetap diberikan kekuatan iman untuk selalu istiqomah di jalan-NYA dan mendidik anak saya menjadi anak yang shalih. Amiin...Allahumma Amiin.
Selengkapnya.....

Mutiah Syahidah: Syekh Abdurrahman As Sudais

Mutiah Syahidah: Syekh Abdurrahman As Sudais Selengkapnya.....

Welcome Home, Bro!

Well...well...
Tega bangeud ni anak atu' yak ? balik ke Indo ga ada pengumuman resmi..walaah!
tapi yang penting, seneng deh bisa denger dia udah 'safely landed' di Indo. jangan buru - buru balik ke Beppu ya Bro... ?!
My regards buat Azahar kalo dia jadi nyusul ente ke Indo.
and to your sista yang mau walimah :)
Hmm...
Welcome home Ivan!
Selengkapnya.....

The Miracles of My Son's B'day!

Ahad, 29 Juli 2007

Genap usianya 3 tahun. saat milad nya kemarin, kebetulan kami sedang rihlah acara kantor ke Villa Green - Hill, Puncak. Bagi saya saat itu seru banget, karena kami berangkat ke acara itu cuma berdua. Bener - bener pure saya dan Nabil. Saya menyebutnya 'Nabil The Explorer' (hehe...biar kayak Dora). Disana kami berbaur dengan semua karyawan kantor tempat saya bekerja, seru banget dan penuh acara walaupun agak boring.
Tapi saya dan Nabil menikmatinya, terbukti Nabil seneng banget bisa bareng-bareng naik Bis wisata yang disewa panitia untuk para karyawan dan keluarganya. Ada sih sedihnya, terutama pas ada perlombaan yang dikhususkan untuk 'keluarga lengkap' sedangkan kami minus 'hubby&ayah'. Eh..tapi nda apa sih, yang penting Nabil kemarin udah seneng banget, bisa berenang, ikut lomba mindahin bola, dan banyak yang mendoakan di hari Miladnya. Alhamdulillah...
Ada beberapa keajaiban di 3 tahun umurnya ini yang membuat saya takjub. antara lain :
  1. Dia sudah bisa mengatakan 'maaf' jika dia sudah berbuat salah dan membuat saya marah, dia akan berusaha memeluk saya sambil mengatakan "maap mii...maaap.." disela tangisnya. Hihihi..lucu ya? (karena saya juga selalu mengeluarkan kata 'maaf' jika saya sudah berbuat salah terhadapnya, jadinya dia terbiasa juga dengan cara saya).
  2. Dia sudah bisa mengucapkan 'Alhamdulillah' jika setelah bersin dan mengakhiri makannya (saya berusaha pelan - pelan mengajarkan bagaimana caranya bersyukur atas nikmat Allah).
  3. Dia sudah bisa mengerti bahwa anak shalih, anak baik, anak pintar adalah kesayangan Allah dan Mami, jadi jika dia bertingkah 'caper' dan diingatkan tentang 'anak shalih, baik dan pintar' itu adalah anak kesayangan, maka dia langsung memperbaiki sikap capernya. Alhamdulillah...

Wah...masih banyak lagi deh perkembangan lain yang membuat saya tersenyum bahagia. Hanya saja, saya mesti ekstra kerja keras lagi menekankan bahwa "yang harus ditakuti bukanlah mami-nya, yang harus di cintai dan disayanginya juga bukan hanya maminya tapi Allah 'azza wa jalla". Saya juga harus ekstra kerja keras untuk mulai mengenalkan Al-Qur'an sebagai pedoman hidupnya. Planning yang lagi di godok terus nih...keep trying deh pokoknya. Mudah - mudahan dimudahkan Allah...Amiin !

Selamat Hari Lahir, Son! Kamu tau setiap helaan nafasku adalah doa untukmu, dan kamulah hartaku serta satu-satunya alasan bagiku untuk 'kuat'. I Love You, Son...
Selengkapnya.....

Alhamdulillah..Ada New Comer !

Alhamdulillahirrobbil 'alamiin...

Terima kasih banyak Ya Rabb !
Semoga bermanfaat bagi keluarga kami...
Insya Allah kami bisa mencicilnya dengan 'tenang' dan 'peaceful'
Amiin...
Thank You Allah...
Selengkapnya.....

WADH DHUHA... (QS.adh-Dhuha : 1)

(Menghimpun Pahala di Waktu Dhuha)

Bagi seorang muslim, shalat Dhuha tak hanya sebagai jeda istirahat ketika menggeluti dunia kerja, karena waktunya yang antara jam 7 – 11 pagi. Ia juga berfungsi sebagai sarana menjaga diri dari berbagai kemunkaran. Tak mengherankan lantaran begitu pentingnya shalat Dhuha ini, hingga Allah pun bersumpah dengannya dalam Firman-NYA, “Wadh Dhuha (Demi waktu matahari sepenggalahan naik...” (QS.adh-Dhuha : 1).

Abu Hurairah pun meriwayatkan, ”Kekasihku Rasulullah berwasiat kepadaku mengenai tiga hal : agar aku berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan (Hijriyah), melakukan shalat Dhuha dua rakaat dan melakukan shalat Witir sebelum tidur” (HR Bukhari Muslim). Status sunnah shalat Dhuha itu tentu saja tidak berangkat dari ruang kosong tanpa makna dan tujuan. Berdasarkan tinjauan dari Al-Qur’an dan Hadist, paling tidak beragam keutamaan bisa petik, antara lain :

Pertama, shalat Dhuha merupakan ekspresi terima kasih kita kepada Allah SWT atas ni’mat sehat bugarnya setiap sendi tubuh kita.

Kedua, shalat Dhuha merupakan wahana pengharapan kita akan rahmat dan ni’mat Allah sepanjang hari yang akan dilalui, baik ni’mat fisik maupun materi.

Rasullullah SAW bersabda : “Allah berfirman,’Wahai anak adam, jangan sekali –kali engkau malas melakukan shalat empat rakaat pada pagi hari, yaitu shalat Dhuha, niscaya nanti akan Ku cukupi kebutuhanmu hingga sore harinya” (HR al-Hakim dan at-Tabrani).

Ketiga, shalat Dhuha sebagai pelindung kita untuk menangkal siksa api neraka di Hari Pembalasan nanti. Hal ini ditegaskan Nabi SAW dalam hadistnya,”Barang siapa melakukan shalat Fajar, kemudian ia tetap duduk di tempat shalatnya sambil berdzikir hingga matahari terbit dan kemudian melaksanakan shalat Dhuha sebanyak dua rakaat, niscaya Allah SWT akan mengharamkan api neraka untuk menyentuh atau membakar tubuhnya” (HR Baihaqi)

Keempat, bagi orang yang rutin menunaikan shalat Dhuha, niscaya Allah mengganjarnya dengan balasan surga. Rasulullah SAW bersabda,”Dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-Dhuha (pintu Dhuha) dan pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil ,”dimana orang yang senantiasa mengerjakan shalat Dhuha ? ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah” (HR at-Thabrani)

Menilik beragam keutamaan itu, maka sewajarnya kaum muslimin berbondong – bondong mengerjakannya. Kita bisa berharap kalau ‘tradisi’ shalat Dhuha ini biasa dilaksanakan di perkantoran – perkantoran dan di tengah aktivitas dunia kerja, serangkaian kemunkaran yang selama ini berlangsung bisa di kikis habis. Mereka yang biasa melaksanakan shalat Dhuha akan terpelihara dari niat jahat dan ambisi munkar. Inilah antara lain keutamaan shalat Dhuha.

Dari : Hepi Andi Bastoni. Tarqiyah – Sabili.

Selengkapnya.....