Hari Ini Aku Sedang Tanpa Nama

aku dalam keheningan.. aku dalam kegundahan.. aku dalam kebingungan.. dan kini.. aku dalam kemarahan.. aku dalam kesedihan.. aku dalam tangisan.. karena.. tak satupun aku dapati awan putih disisiku tetap kelabu, lalu hitam, lalu hujan aku berkeliling menanti guntur lalu ku hantarkan untuk pecahkan sunyi gundahku biar saja.. hari ini 'aku sedang tanpa nama'

hanya ada api disekelilingku..
Selengkapnya.....

Wah...lagi bete banget neeh!

napa ya? kok lagi nda enak hati gini sih....? bingung banget deh..
ada apa ya? kok perasaan tadi nda ngapa-ngapain...tapi kok kayak sepi gitu ya? bete banget niiihhhh!!!
AAAARRRRRRRRGGGGGHHHHHHHH.....
Selengkapnya.....

New Year of Islam Is Coming...

"Selamat Tahun Baru Islam"
1 Muharram 1428 Hijriah
Semoga tetap dalam Istiqomah dan Tawadhu
Semangat Jihad tetap berkobar dalam menghadapi zaman, dan Amalan kita bertambah serta dosa - dosa terampuni...Amiin !
Allahu Akbar!!!
Selengkapnya.....

Man….Jum’atan tuh wajib kaleee….!!

14.50 wib. office. status today : ”……Aaaarrrrghhhhh!!!”
Siang ini emang Subhanallah..panas dan agak crowded. Biasa kan kalo hari Jum’at tuh mungkin karena last day dan besoknya weekend, jadi semua orang kejar setoran kali ye?. Dan itupun berlaku bagi saya. Ditemenin sama murrotalnya Syeikh Suddais – Surrah Al-Baqarrah, saya pasrah banget kena macet..cet..cet!! Jakarta nih..ampyuuun deh!. Saya harus menempuh 1 jam lebih untuk bisa nyampe ke kantor. Masya Allah! can you imagine? Padahal kalo nda macet, untuk nempuh dari rumah ke kantor cuma take 15 minute (ngebut tapi..). Still bete’ in d’ car...!!! Eh trus jam udah menunjukkan waktu 11.45 WIB harusnya nda macet kan? Karena semua orang yang berjenis kelamin laki – laki dan muslim, kan seharusnya go to the Masjid and Shalat Jum’at. Iya nda? Lha? Ini kok malah macet? Apa nda aneh???
Saya tuh heran banget, kok bisa ya mereka dengan santainya meninggalkan Shalat Jum’at yang udah jelas hukumnya ‘wajib’ alias ‘kudu’ alias ‘harus’ tanpa excuse (kecuali udzur ya?). tapi liat deh, mayoritas para pengemudi di jalanan ini kan pasti laki – laki ya? 90% saya yakin pasti laki – laki, perempuan paling sekitar 10% yang nyetir dijalanan. Kenapa sih, nda bisa “berhenti sejenak” untuk me-ruku’-kan dan men'-sujud'-kan diri sebentar. Apa sih yang di kejar? Rejeki? Lha wong yang kasih rejeki itu kan Allah ‘Azza Wa Jalla. Mau di kejar sampe mana juga, kalo Allah 'belum' mau kasih atau mau kasih, ya udah ada ukuran dan waktunya kan? Saya tuh nggak suka banget, liat laki – laki yang pada hari Jum’at udah masuk waktunya Jum’atan tapi masih bisa ‘petentengan’ n 'cengengesan' di jalanan. Ya tukang ojek, ya supir angkot, supir truck, anak SMA yang lagi nongkrong – nongkrong, tukang es serut, ya karyawan yang kinclong pake dasi, dimata saya tetep sama, kalo nda berangkat untuk Jum’atan = BANCI. Ini jujur aja. Nda suka banget!
Man..please deh! Andai ente – ente diluar sana tau tentang keutamaan hari Jum’at. Nih ya saya kasih tau dikit…
  1. Hari Terbaik Dari Abu Hurairah – Rasullullah SAW bersabda : “Hari terbaik dimana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke Surga serta dikeluarkan darinya”.
  2. Terdapat waktu mustajab untuk berdo’a Dari Abu Hurairah – Rasullullah SAW bersabda : “Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya“ , Rasullullah mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu (hadist Muttafaq ‘Alaih).
  3. Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari – hari lain Ibnu Qayyim berkata : “Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada 6 hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan – bulan lainnya“.
  4. Hari tatkala Allah menampakkan diri kepada hamba-NYA yang beriman di Surga Sahabat Anas bin Malik dalam mengomentari ayat : “Dan kammi memiliki pertambahannya” (QS. 50:35) mengatakan ‘Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum’at".
  5. Hari besar yang berulang setiap pekan Ibnu Abbas – bersabda Rasullullah SAW : “hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi umat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri Shalat Jum’at hendaklah mandi terlebih dahulu” (HR.Ibnu Majah).
  6. Hari dihapuskannya dosa – dosa Salman Al Farisi – bersabda Rasullullah SAW : “Siapa yang mandi pada hari Jum’at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke Masjid dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala Imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa – dosanya diantara dua Jum’at” (HR. Bukhari).
  7. Orang yang berjalan untuk Shalat Jum’at akan mendapatkan pahala untuk tiap langkahnya Yaitu pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa. Aus bin Aus – rasullullah bersabda : “Siapa yang mandi pada hari Jum’at, kemudian segera berangkat menuju Masjid dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah” (HR.Ahmad dan Ashabus Sunan ; dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).
  8. Wafat pada malam hari Jum’at atau siangnya adalah tanda Husnul Khatimah Yaitu dibebaskan dari fitnah (azab kubur). Diriwayatkan Ibnu Amru – Rasullullah SAW bersabda : “Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum’at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelematkannya dari fitnah kubur” (HR.Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani). Subhanallah…tuh kan, apa kurangya lagi coba ? andai ya di Indonesia peraturan Shalat Jum’at tuh kayak di Saudi, pokoknya kalo udah masuk tanda Sholat Jum’at semuanya…All man meninggalkan segala bentuk pekerjaan dan perniagaan, apapun itu. Subhanallah. Saya bener – bener terpesona ketika hari Jum’at di Kota Makkah, nggak ada satupun laki – laki yang berkeliaran (sepanjang pengamatan mata saya ya) semuanya serentak meninggalkan pekerjaan, semuanya berduyun - duyun menuju Masjid dalam keadaan wangi – wangi, bersih – bersih dan mereka nda takut rejekinya hilang hanya karena harus melaksanakan Shalat Jum’at. “Hai orang – orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual – beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui (9) Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi ; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak – banyak supaya kamu beruntung (10) Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah : ‘apa yang di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan’ dan Allah adalah sebaik – baik pemberi rizki (11)” (QS. Al Jumu’ah : 9 – 11). Wallahu ‘alam Bishshowwab. Mohon maaf bagi yang kurang berkenan.pastinya banyak kekurangan. I dedicated to all man in the whole world. Sampaikanlah walau satu ayat, kan? Peace man!
Selengkapnya.....

Its been quite a while, I haven't been poetic like this...

Just happy on being in the gate and see it altogether from the outside
walking slowly through the gates and see the beautiful garden
I see birds flying and water fountain sprouting with wide green trimmed grasses
and I am wondering who could own this majestic mansion
Having this imagination and wonder to create such place
the passion..the love..
I would like to just meet the person and have pleasant tea garden moment with the person
and enjoy a great conversation to decorate the afternoon of the day
and try my best to discover every bits of inspiration that person have
share the vision..
perhaps can be done walking around the house..and see the state of the art collection
because I believe what I saw is not everything..
I would like to use best the time that I had with the person..
and the person is....You!
and he wrote it for someone in Jakarta, Indonesia I really don't know it's only his words or....?? but this 'warm words' I dedicated for Ananda Setiyo Ivannanto in Japan "Bro..are you still 'bling-bling' or 'stay in unique'? "
Selengkapnya.....

Tentang Berbuat Dosa Tetapi Merasa Aman Dari Kemurkaan Allah

Segala puji bagi Allah seru sekalian alam, tiada yang menjadi musuh Allah kecuali orang – orang yang zhalim, semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada Junjungan dan Panutan kita Rasulullah SAW, keluarga dan shabatnya. Dibawah ini saya akan paparkan tentang salah satu dari 75 dosa besar (urutan ke-62) yang saya sadur dari buku karangan Drs.M.Ladzi Safrony dan Syamsuddin Adz Dzahabi. Dosa besar ialah segala sesuatu yang dilarang oleh Allah dan Rasul-NYA yang tercantum didalam Al-Qur’an dan Al-Hadist serta atsar dari para Ulama yang Shalih, sungguh Allah menjanjikan didalam Al-qur’an kepada orang –orang yang dapat memelihara diri dari dosa – dosa besar yang dialrang oleh Allah SWT dengan mengampuni semua dosa kecil yang pernah ia perbuat, sebagaimana dalam Firman Allah SWT : “ Jika kamu dapat menjauhi dosa – dosa besar yang dilarang oleh Allah, maka Kami akan memaafkan kesalahan – kesalahan kamu dan Kami akan memasukkan kamu ke tempat yang Mulia “ (QS. An-Nisaa : 31) “ (Yaitu) orang –orang yang menjauhi dosa – dosa besar dan perbuatan – perbuatan yang keji, kecuali (kesalahan – kesalahan) yang kecil, sesungguhnya Tuhanmu itu Maha Luas ampunan-NYA ” (QS. An-Najm : 32) Bila ada seseorang berbuat dosa, kemudian ia merasa selamat dari kemurkaan Allah, maka anggapan seperti ini adalah salah satu dari perbuatan dosa. Sebab ia mengabaikan ketentuan – ketentuan dari Allah yang berlaku bagi setiap mukallaf, Yaitu Allah akan akan membalas perbuatan dosa itu dengan hukuman siksa di hari kiamat kelak (namun hal ini ia abaikan ; bahwa perbuatan dosanya itu dapat bebas dari hukuman Allah). Perbuatan orang seperti itu di ancam Allah SWT didalam Al-Qur’an : “ Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong – konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa “ (QS. Al-An’aam : 44) Maksud dari ayat ini adalah apabia ada seseorang yang diberi karunia Allah SWT, kemudia ia pergunakan untuk berbuat dosa, tetapi dirinya merasa terlepas dari hukuman Allah disebabkan dari perbuatannya itu, maka kelak ia akan menyesal luar biasa. Karena itulah Rasullullah SAW mengajarkan suatu doa agar Allah berkenan selalu menetapkan hati pada agama-NYA sebagaimana hadis dari Anas bin Malik : “ Bahwasanya Nabi Muhammad SAW memperbanyak doa ; ‘ Ya Allah yang dapat membolak – balikan hati, mantapkanlah (Ya Allah) hati kami atas agama-MU (yaa muqollibalquluubbi tsabit quluwbanaa ‘alaa diyniika) ’, lalu dikatakan kepadanya ; ‘ Ya Rasullullah, apa yang engkau khawatirkan atas kami ‘ , lalu Rasullullah menjawab ; ‘ Sesungguhnya hati itu (terletak) diantara dua jari dari jari – jari Allah Yang Maha Pemurah, Dia-lah yang mampu membolak – balikkan hati kemana saja Dia kehendaki (Innalquluwba bayna ushbu’ayni min ashobi’arrohmaani yuqollibuha kayfa yasyaa) “.
I dedicated for 'saudaraku' Bro Abu Muhammad at IDP Bandung ( http://www.idp.com/corporate/topnavigation/network.asp?frmCountrySelect=Indonesia&strCityID=71 ), inspired by his SMS about "..Yaa muqollibalquluubbi tsabit quluwbanaa 'alaa diyniika " - 'still remember kan Akh? keep istiqomah bro!'
Selengkapnya.....

Fabiayyi alaa Irrobbikumaa Tukadzzibaan…

Malam ini saya pulang kerja sekitar hampir jam 10 malam. lot of works! Sampe pusing banget, mata sampe panas, penat dan tulang punggung tuh sampe kaku, dan seperti biasa sebelum pulang ke rumah, saya sholat Isya dulu sama temen – temen diruangan. Betapa beruntungnya saya karena terlahir sebagai Muslim. Jadi diantara kepenatan kerja saya itu, saya sempet mengendurkan urat syaraf saya sekitar 15 menit untuk ruku’ dan sujud serta berkonsentrasi untuk mengadu tentang apa yang telah saya lakukan dalam beberapa jam yang lalu kepada-NYA. Subhanallah..ni’mat kan ?
Sampe rumah, anak saya sudah menyambut saya dengan baju tidur ‘bear’ kesayangannya. Hmm..sungguh suatu anugerah terindah melihat matanya yang bening serta senyumnya yang tulus menyambut kedatangan saya yang bener – bener udah kucel. Babyar blazzz…hilang semua rasa penat dan lelah yang udah mentok sampe ubun – ubun. Alhamdullillah…
Seperti biasa sambil rebahan ngelurusin punggung, anak saya duduk diatas perut saya sambil ngoceh –ngoceh dengan bahasanya sendiri dan sambil sekali – kali dia memeluk saya. Sungguh, saya sangat menikmatinya. Trus nanti dia lompat – lompat sambil nyanyi – nyanyi apa aja yang dia bisa. Hehehehe..lucu bangeud!. Saya nggak berlama – lama bercengkrama dengan anak saya malam itu, rasa lelah bener – bener sudah mendera saya. Selesai ganti baju tidur dan mengambil wudhu (ini kebiasaan saya kalo mau tidur, witir dulu dan menyisakan wudhu selama tidur, khawatir kalo – kalo Allah ‘mengambil’ saya ketika saya tidur). Lampu kamar saya matikan, ganti yang redup, karena kalo nggak gitu Nabil tuh nggak mau tidur. Saya usahakan nggak pernah lupa membaca Ayat Kursyi, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas ditelinga anak saya dan sama – sama membaca doa mau tidur.
Tiba – tiba mata saya tidak bisa terpejam. Saya justru jadi terpaku memandangi langit – langit kamar . Saya mendekap anak saya dengan segenap rasa cinta dan rindu saya. Dan air mata saya meleleh. Saya MEMBAYANGKAN....
Jika saja langit – langit kamar ini terbuka lebar dan rumah saya tanpa atap. Dan saya bersama anak saya hanya berdua di dunia ini tanpa sanak saudara. Berada di emperan toko, di malam yang sangat dingin tanpa selimut, hanya beralas kardus dan pakaian yang melekat di badan. Lalu saya mendengar perut anak saya berbunyi karena menahan lapar yang amat sangat (mungkin saja malam ini hanya makan nasi bungkus bekas makan orang yang sudah dibuang di tempat sampah dan sangat sedikit sekali), tapi saya memaksanya untuk memejamkan mata saja semoga lapar bisa segera hilang bersama mimpinya. Lalu saya bayangkan bagaimana nasib anak saya kemudian jika saya selamanya hanya seperti ini, dan tidak ada susu untuk anak saya. Ya Allah, betapa menakutkannya berada diluar rumah tanpa tempat berlindung yang layak, setiap saat bahaya akan menghampiri. Mungkin saja orang jahat, mungkin saja anjing liar, mungkin saja kamtib atau ‘orang – orang malam’ yang gak jelas juntrungannya.
Saya mendekap anak saya lebih erat lagi, dan air mata saya mengalir semakin deras. Saya merasa ketakutan dan tak berdaya. Saya hanya bisa menangis..menangis..dan menangis lalu terbata mengucap “…Allah…Allah….Allah…” saya meringkuk dan menangis sejadi - jadinya. Fabiayyi alaa Irrobbikumaa Tukadzzibaan…
Lihatlah, betapa ni’matnya hidup saya saat ini bukan ? ternyata saya masih di lindungi dan diberi keni’matan tak terhingga oleh Allah ‘Azza Wa Jalla, saya masih bisa merasakan kasur yang empuk, berada diruangan kamar ber-AC bersama buah hati saya, dan dikamar saya ada TV dan perangkat elektronik lainnya, ada baju – baju bagus yang tergantung dilemari saya dan saya bisa bertukar pakaian setiap hari. Saya masih bisa memakai mobil saya setiap kali ke kantor, membeli susu anak saya, membeli baju dan sepatu yang lucu untuk anak saya walaupun yang berharga murah, masih bisa menikmati makanan kesukaan saya, dan yang jelas saya masih diberi keni’matan oleh Allah untuk berlindung di sebuah rumah sederhana dan luas yang dibangun dari hasil keringat Ibu dan Almarhum Ayah saya tercinta. Subhanallah… Kalau saja kita berani mengakui secara jujur, bahwa kita sering melupakan keni’matan – keni’matan yang diberi Allah walaupun hanya setetes air. Kita sering mengeluh bahwa Allah tidak adil terhadap nasib kita. Kita sering menggerutu bahwa kita tidak sepandai orang lain, tidak secantik atau seganteng orang lain, tidak sekaya dan seberuntung orang lain. Dan akhirnya kita lalai. Astaghfirullahulladzi laa illaha illahuwwal hayyul qayyum wa ‘atubu ilaiih..
(Allah) Yang Maha Pengasih (1) Yang telah mengajarkan Al-Qur’an (2) Dia menciptakan manusia (3) Mengajarnya pandai berbicara (4) Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan (5) Dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-NYA) (6) Dan langit telah ditinggikan-NYA dan Dia ciptakan keseimbangan (7) Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu (8) Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu (9) Dan bumi telah dibentangkan-NYA untuk mahluk-NYA (10) Didalamnya ada buah – buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang (11) Dan biji – bijian yang berkulit dan bunga – bunga yang harum baunya (12) Maka ni’mat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan (13) …(QS.Ar-Rahmaan : 1 - 13)
Selengkapnya.....

Saat ini saya sedang menghirup udara cinta…

Bismillahirrahmannirrohiim... Rasanya hangat mengaliri darah dan urat nadi saya. Nafas saya lega, Lapang, Karena ringannya udara itu.. Ia berputar disekeliling aura saya, berganti – ganti cahaya dan memberikan warna seindah pelangi di taman hayalan saya… Rasakanlah..tetesan hujan warna – warni yang menyirami buminya… Indah sekali.. Saya dibuatnya tersenyum. Mungkin saja saya tidak dapat menggenggam udara itu Tapi saya menikmati udaranya.. Wanginya.. Cahayanya.. Dan bayangannya yang selalu mengikuti kemana saja relung hati saya pergi… Ia berasal dari seberang sana, yang dapat menggapainya hanya alunan rindu dan mimpi saja. Tunggulah..karena naluri saya menggenggamnya… Indah sekali.. Saya dibuatnya tersenyum. Saya tidak akan melarutkan dan meleburkan hati saya dengan udara itu, cukup menghirupnya saja. Karena jika penghujung malam terakhir tiba, saya hanya mampu bercengkrama dan menghadirkan udara itu menyelimuti dada saya.. Hingga saya menjatuhkan kening dan buliran embun dari dua mutiara saya ke tanah. Saat ini saya sedang menghirup udara cinta.. Tapi dengan udara itu saya bernafas dan mampu bergerak mengikutinya Suatu saat nanti saya mengharap Ridho-NYA agar tetap memberi udara cinta itu berkeliaran dalam taman hidup saya... Hingga nafas saya terhenti untuk bisa menghirupnya lagi. Dan hanya Dia yang Menggenggam Jiwa dan Ruh saya. Dan adalah Dia yang menakdirkan sejuta rasa atas diri saya kemudian.
Allahumma inna hazza iqbalulayliik, waidbaruunahariik, wa ashwatudu’aatik, faghfirlii… Allahumma innaka ta’lamu anna hadzihilquluub, qodiijtama’at ‘alaa mahabbatik wal taqot ‘alaa thoa’aatik, wa tawahhadat ‘alaa da’watik, wata’ahadat ‘alaa nashroti syaariiy’atik Fawassyiqii Allahumma robithathahaa wa adimwuddaha, wahdiha subulahaa wamla’ha binuurikalladzi layakhbuu, wasyrohshuduroha bifaydil immanibik wajamiylittawwakkuli ‘alayk wa’ahyiha bima’rifatik, wa’amitha ‘alaassyahadati fi sabiliik,
innaka ni’mal maulaa wani’mannasshiir… Allahumma amiin...washollallahumma ‘alaa sayyidina muhammaddin wa ‘alaa aalihi washohbihii wassalim…
Ya Allah, sesungguhnya ini adalah datangnya malam-MU dan perginya siang-MU, dan desah suara dari orang yang memohon kepada-MU, maka ampunilah aku… Ya Allah, sesungguhnya Engkau tahu bahwa hati – hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-MU, telah berjumpa dalam ketaatan kepada-MU, telah berpadu dalam da’wah dijalan-MU, dan telah berjanji setia untuk membela syari’at-MU Maka kokohkanlah ya Allah ikatan pertaliannya dan abadikanlah cintanya, tunjukilah jalan – jalannya, penuhilah dengan cahaya-MU yang tiada pernah redup. Lapangkanlah dada – dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-MU. Ya Allah hidupkanlah hati ini dengan ma’rifat kepada-MU. Matikanlah ia dalam syahid di jalan-MU. Engkaulah sebaik – baik Pelindung dan sebaik – baik Penolong. Ya Allah kabulkanlah, dan anugerahkanlah shalawat kepada Junjungan kami Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, para sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka.

Wishing 'the air' goes to you...(enschede!)
Selengkapnya.....

Ketika aku sadari bahwa pertolongan Allah itu sangat dekat, bahkan lebih dekat dari urat nadiku…

In January 2007 Aku gak bisa cerita dengan detil, apa penyebabnya. Tapi sesuatu telah terja di dalam hidupku. CATATAN HITAM. Dengan “capslock plus bold plus garis bawah” bahwa itu tidak boleh lagi terjadi. Haram…haram...haram! Naudzubillahi min dzalik! Kejadian itu begitu cepat terjadinya. Yang jelas aku menyesal, amat sangat..sangat menyesal. Dan janjiku kepada Allah..itu tidak akan terjadi lagi. dan segera HARUS MENINGGALKANnya Detik demi detik, menit demi menit aku lalui dengan perasaan takut dan cemas. Selama 1 bulan penuh aku benar – benar terpuruk. Ketakutan. Tertekan. Menangis sedih setiap kali mengingat hal itu. Tapi aku sadar, ini adalah hukum-NYA kepadaku karena lalai. (Insya Allah ini bukan bermaksud riya) tapi dalam hari – hari penantian ‘keputusan’ NYA itu, tak pernah sedikitpun hari – hariku aku lewatkan tanpa sholat, tilawah, dzkirullah dan setiap helaan nafasku hanya memohon maghfirah-NYA. Bayangan – bayangan buruk berkeliaran di pikiranku, dan itu selalu membuatku sesak nafas!!! Rasanya seperti terhimpit di antara dua tembok tinggi dan tidak bisa menggapai ujungnya. Pilu sekali. Aku menanggungnya sendirian. Orang lain yang berbuat tidak sedikitpun perduli. Hanya berlari dan bersembunyi di ketiak orang lain. Ya Allah… Hingga akhirnya aku pasrah, dan hanya bisa berkata kepada Allah, ”Ya Rabb, Engkaulah yang menggenggam Jiwa dan Ruhku, terserah Engkau bagaimana Engkau mengatur skenario hidupku, tapi hamba mohon tutuplah aib hamba agar hamba bisa senantiasa bersyukur atas apa yang telah Engkau beri dan dapat melanjutkan hidup hamba ini sesuai jalan yang Engkau Ridhoi. Ya Kariim, lindungilah hamba dari Fitnah dunia, azab kubur dan siksa api neraka-MU. Ya Rahman..Ya Rahiim..Engkaulah Pemilik Arsy Yang Agung, tolonglah hambamu yang hina dan berlumur dosa ini…tunjukkanlah Kebesaran-MU” Tahukah anda? Dan keesokan harinya, Allah tunjukkan Kebesaran-NYA. Dan aku tunaikan janjiku pada-NYA. Dan (juga) orang – orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa – dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah ? – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui “ (QS. Ali Imran : 135)
Selengkapnya.....