Saat ini saya sedang menghirup udara cinta…

Bismillahirrahmannirrohiim... Rasanya hangat mengaliri darah dan urat nadi saya. Nafas saya lega, Lapang, Karena ringannya udara itu.. Ia berputar disekeliling aura saya, berganti – ganti cahaya dan memberikan warna seindah pelangi di taman hayalan saya… Rasakanlah..tetesan hujan warna – warni yang menyirami buminya… Indah sekali.. Saya dibuatnya tersenyum. Mungkin saja saya tidak dapat menggenggam udara itu Tapi saya menikmati udaranya.. Wanginya.. Cahayanya.. Dan bayangannya yang selalu mengikuti kemana saja relung hati saya pergi… Ia berasal dari seberang sana, yang dapat menggapainya hanya alunan rindu dan mimpi saja. Tunggulah..karena naluri saya menggenggamnya… Indah sekali.. Saya dibuatnya tersenyum. Saya tidak akan melarutkan dan meleburkan hati saya dengan udara itu, cukup menghirupnya saja. Karena jika penghujung malam terakhir tiba, saya hanya mampu bercengkrama dan menghadirkan udara itu menyelimuti dada saya.. Hingga saya menjatuhkan kening dan buliran embun dari dua mutiara saya ke tanah. Saat ini saya sedang menghirup udara cinta.. Tapi dengan udara itu saya bernafas dan mampu bergerak mengikutinya Suatu saat nanti saya mengharap Ridho-NYA agar tetap memberi udara cinta itu berkeliaran dalam taman hidup saya... Hingga nafas saya terhenti untuk bisa menghirupnya lagi. Dan hanya Dia yang Menggenggam Jiwa dan Ruh saya. Dan adalah Dia yang menakdirkan sejuta rasa atas diri saya kemudian.
Allahumma inna hazza iqbalulayliik, waidbaruunahariik, wa ashwatudu’aatik, faghfirlii… Allahumma innaka ta’lamu anna hadzihilquluub, qodiijtama’at ‘alaa mahabbatik wal taqot ‘alaa thoa’aatik, wa tawahhadat ‘alaa da’watik, wata’ahadat ‘alaa nashroti syaariiy’atik Fawassyiqii Allahumma robithathahaa wa adimwuddaha, wahdiha subulahaa wamla’ha binuurikalladzi layakhbuu, wasyrohshuduroha bifaydil immanibik wajamiylittawwakkuli ‘alayk wa’ahyiha bima’rifatik, wa’amitha ‘alaassyahadati fi sabiliik,
innaka ni’mal maulaa wani’mannasshiir… Allahumma amiin...washollallahumma ‘alaa sayyidina muhammaddin wa ‘alaa aalihi washohbihii wassalim…
Ya Allah, sesungguhnya ini adalah datangnya malam-MU dan perginya siang-MU, dan desah suara dari orang yang memohon kepada-MU, maka ampunilah aku… Ya Allah, sesungguhnya Engkau tahu bahwa hati – hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-MU, telah berjumpa dalam ketaatan kepada-MU, telah berpadu dalam da’wah dijalan-MU, dan telah berjanji setia untuk membela syari’at-MU Maka kokohkanlah ya Allah ikatan pertaliannya dan abadikanlah cintanya, tunjukilah jalan – jalannya, penuhilah dengan cahaya-MU yang tiada pernah redup. Lapangkanlah dada – dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-MU. Ya Allah hidupkanlah hati ini dengan ma’rifat kepada-MU. Matikanlah ia dalam syahid di jalan-MU. Engkaulah sebaik – baik Pelindung dan sebaik – baik Penolong. Ya Allah kabulkanlah, dan anugerahkanlah shalawat kepada Junjungan kami Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, para sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka.

Wishing 'the air' goes to you...(enschede!)

No comments: