Tentang Berbuat Dosa Tetapi Merasa Aman Dari Kemurkaan Allah

Segala puji bagi Allah seru sekalian alam, tiada yang menjadi musuh Allah kecuali orang – orang yang zhalim, semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada Junjungan dan Panutan kita Rasulullah SAW, keluarga dan shabatnya. Dibawah ini saya akan paparkan tentang salah satu dari 75 dosa besar (urutan ke-62) yang saya sadur dari buku karangan Drs.M.Ladzi Safrony dan Syamsuddin Adz Dzahabi. Dosa besar ialah segala sesuatu yang dilarang oleh Allah dan Rasul-NYA yang tercantum didalam Al-Qur’an dan Al-Hadist serta atsar dari para Ulama yang Shalih, sungguh Allah menjanjikan didalam Al-qur’an kepada orang –orang yang dapat memelihara diri dari dosa – dosa besar yang dialrang oleh Allah SWT dengan mengampuni semua dosa kecil yang pernah ia perbuat, sebagaimana dalam Firman Allah SWT : “ Jika kamu dapat menjauhi dosa – dosa besar yang dilarang oleh Allah, maka Kami akan memaafkan kesalahan – kesalahan kamu dan Kami akan memasukkan kamu ke tempat yang Mulia “ (QS. An-Nisaa : 31) “ (Yaitu) orang –orang yang menjauhi dosa – dosa besar dan perbuatan – perbuatan yang keji, kecuali (kesalahan – kesalahan) yang kecil, sesungguhnya Tuhanmu itu Maha Luas ampunan-NYA ” (QS. An-Najm : 32) Bila ada seseorang berbuat dosa, kemudian ia merasa selamat dari kemurkaan Allah, maka anggapan seperti ini adalah salah satu dari perbuatan dosa. Sebab ia mengabaikan ketentuan – ketentuan dari Allah yang berlaku bagi setiap mukallaf, Yaitu Allah akan akan membalas perbuatan dosa itu dengan hukuman siksa di hari kiamat kelak (namun hal ini ia abaikan ; bahwa perbuatan dosanya itu dapat bebas dari hukuman Allah). Perbuatan orang seperti itu di ancam Allah SWT didalam Al-Qur’an : “ Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong – konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa “ (QS. Al-An’aam : 44) Maksud dari ayat ini adalah apabia ada seseorang yang diberi karunia Allah SWT, kemudia ia pergunakan untuk berbuat dosa, tetapi dirinya merasa terlepas dari hukuman Allah disebabkan dari perbuatannya itu, maka kelak ia akan menyesal luar biasa. Karena itulah Rasullullah SAW mengajarkan suatu doa agar Allah berkenan selalu menetapkan hati pada agama-NYA sebagaimana hadis dari Anas bin Malik : “ Bahwasanya Nabi Muhammad SAW memperbanyak doa ; ‘ Ya Allah yang dapat membolak – balikan hati, mantapkanlah (Ya Allah) hati kami atas agama-MU (yaa muqollibalquluubbi tsabit quluwbanaa ‘alaa diyniika) ’, lalu dikatakan kepadanya ; ‘ Ya Rasullullah, apa yang engkau khawatirkan atas kami ‘ , lalu Rasullullah menjawab ; ‘ Sesungguhnya hati itu (terletak) diantara dua jari dari jari – jari Allah Yang Maha Pemurah, Dia-lah yang mampu membolak – balikkan hati kemana saja Dia kehendaki (Innalquluwba bayna ushbu’ayni min ashobi’arrohmaani yuqollibuha kayfa yasyaa) “.
I dedicated for 'saudaraku' Bro Abu Muhammad at IDP Bandung ( http://www.idp.com/corporate/topnavigation/network.asp?frmCountrySelect=Indonesia&strCityID=71 ), inspired by his SMS about "..Yaa muqollibalquluubbi tsabit quluwbanaa 'alaa diyniika " - 'still remember kan Akh? keep istiqomah bro!'

No comments: