Wah...Sepi Amat Yakzzz????

Sepi... Gariiing... Gerahhhhh... Gaharrrr... Napa neh yakz!!!???? Menepi dulu kali ya... Cari udara dulu Menghirup Oksigen Allah sampe puasss!!! Baru berlabuh ke tengah Karena di tengah : Banyak ombak Banyak badai Banyak terpaan angin Saatnya tekun lagi Bermuhasabah... Jangan lepas 'tali' cinta pengait antara aku dan KAU,Ya Rabb... Please Help!!!!!
Selengkapnya.....

Tiba – tiba Kangen Sama Miss Dooa

February 14th ,2007.Office. 17:52 pm. in discuss ‘bout poligamy with mas Adyn. Grrrhh…..!
Lagi debat dikit nih sama mas Adyn (best friend di Enschede – Holland), well..seru juga.
Tiba – tiba aja kangen sama temen saya di Dhuba – Saudi Arabia. Named Dooa Mohammed Salah Ellen. Dari balik nikabnya saya yakin betul kalo dia seorang wanita yang cantik sekali, bicaranya lembut dan dalam, tatapan matanya tajam, kenapa saya bisa bilang begitu? Gini nih…(waktu itu kami bicara dalam Bahasa Inggris) …
Hari itu di Masjidil Harram. 1 hari dari hari terakhir setelah melaksanakan Umrah ke 3 (kalo nda salah saya baru selesai meng-umrahkan Almarhum Ayah dan Mbah Kung dan besoknya saya harus kembali ke Tanah Air). Saya berdua dengan room-mate saya. Kami mau melaksanakan sholat Dzhuhur. Tempat sudah mulai penuh sesak, dan pada akhirnya kami menemukan tempat yang agak lowong untuk sholat. Setelah melaksanakan sholat sunnah, saya duduk berzikir menunggu sholat berjama’ah dimulai. Ketika sholat akan dimulai dia menarik tangan saya agar bergeser ke kanan, dan dalam bahasa arabnya menyuruh teman saya ikut bergeser ke kanan. Saya mengikutinya. Tapi room-mate saya tetap pada posisinya. Saya mengerti maksud miss Dooa, karena shaf-nya renggang, maka kami harus mengisinya agar tidak renggang dan harus bergeser ke kanan. Entah kenapa room-mate saya 'keukeuh sumekeuh' nda mau geser. Saya tersenyum saja, Dooa Cuma geleng – geleng, “whatever!” gitu katanya.
Setelah sholat selesai, dalam bahasa Inggris dia menjelaskan kenapa kita harus bergeser sebaiknya ke kanan dan mengapa shaf dalam sholat tidak boleh kosong. Saya mencermati setiap ucapannya. Lalu kami akrab bicara dengan topik lain, sampai akhirnya saya tau, saat itupun dia sedang melaksanakan Umrah.Ternyata dia baru berumur 33 tahun dan seorang Dokter di Dhuba General Hospital jabatannya Head of Pediatric Department. Lajang lagi. Subhanallah... Saya ngiri bangeeeeeud! Pengen bisa kayak gitu ilmunya. Keren ya?
Well…hari ini, saya lagi keingetan sama Doaa, dan berharap kelak bisa bertemu dia lagi di Masjidil Harram untuk ber-Hajji. Hopefully dia sudah bersama suami dan anak – anaknya bertemu saya yang juga (kalo masih diperkenankan Allah) ‘complete’ udah ada husband lagi and kids! Amiiin… Miss Ya a lot Sis..! Hope u are fine. Allah Hafiiz…!
Selengkapnya.....

Hukum Merayakan Valentine's Day

Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh.
Shalawat dan Salaam semoga selalu tercurah kepada Junjungan dan Panutan kita Rasullullah SAW, Keluarga dan Sahabatnya.
Berikut artikel tentang Valentine, semoga bermanfaat.
Valentine's Day adalah salah satu contoh hari besar di luar Islam yang pada hari itu sebagian kaum muslimin ikut memperingatinya, terutama kalangan remaja dan pemuda. Padahal Valentine - menurut salah satu versi sebuah ensiklopedi - adalah nama pendeta St. Valentine yang dihukum mati karena menentang Kaisar Claudius II yang melarang pernikahan di kalangan pemuda. Oleh karena itu kiranya perlu dijelaskan kepada kaum muslimin mengenai hukum merayakan hari Valentine atau yang sering disebut sebagai hari kasih sayang.
Padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam, artinya, " Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut " (HR. At-Tirmidzi) .
Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, " Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut HARAM “.
Mengapa ? karena berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah subhanahu wata'ala. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah subhanahu wata'ala dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh.
Syaikh Muhammad al-Utsaimin ketika ditanya tentang Valentine's Day mengatakan, " Merayakan Hari Valentine itu tidak boleh ”, karena alasan berikut : Pertama : Ia merupakan hari raya bid'ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari'at Islam. Kedua : Ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) -semoga Allah meridhai mereka-.
Contoh kasus : ada seorang gadis mengatakan bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.
Saudaraku!! Ini adalah suatu kelalaian, mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah subhanahu wata'ala melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.
Di dalam ayat lainnya, artinya, " Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya." (Al-Mujadilah: 22)
Jadi, kesimpulan dari hukum Perayaan Valentine adalah sebagai berikut :
  1. Seorang muslim dilarang untuk meniru-niru kebiasan orang-orang di luar Islam, apalagi jika yang ditiru adalah sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan, pemikiran dan adat kebiasaan mereka.
  2. Bahwa mengucapkan selamat terhadap acara kekufuran adalah lebih besar dosanya dari pada mengucapkan selamat kepada kemaksiatan seperti meminum minuman keras dan sebagainya.
  3. Haram hukumnya umat Islam ikut merayakan Hari Raya orang-orang di luar Islam.
  4. Valentine's Day adalah Hari Raya di luar Islam untuk memperingati pendeta St. Valentin yang dihukum mati karena menentang Kaisar yang melarang pernikahan di kalangan pemuda. Oleh karena itu tidak boleh ummat Islam memperingati hari Valentine's tersebut.

Saudaraku, kaum muslimin/at yang dimuliakan Allah Ta'ala, Menyampaikan Kebenaran adalah kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah adalah dengan menyampaikan buletin ini kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahuinya.

Semoga Allah Ta'ala Membalas 'Amal Ibadah Kita. Aamiin Hadanallahu wa iyyakum ajma'in. Wallahu 'alam Bisshowab.

Waassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh

Sumber : "Ada Apa dengan Valentine's Day," Al-Sofwa.net dengan penambahan (Kholif). dan di edit oleh ummunabilkhan.

Selengkapnya.....

Jika Aku Jatuh Cinta

YA ALLAH, JIKA AKU JATUH CINTA, CINTAKANLAH AKU PADA SESEORANG YANG MELABUHKAN CINTANYA KEPADA-MU, AGAR BERTAMBAH KEKUATANKU UNTUK MENCINTAI-MU..
YA MUHAIMIN, JIKA AKU JATUH CINTA, JAGALAH CINTAKU PADANYA AGAR TIDAK MELEBIHI CINTAKU KEPADA-MU.. YA ALLAH, JIKA AKU JATUH HATI , IZINKANLAH AKU MENYENTUH HATI SESEORANG YANG HATINYA TERTAUT PADA-MU , AGAR TIDAK TERJATUH AKU DALAM JURANG CINTA SEMU.. YA RABBANA, JIKA AKU JATUH HATI , JAGALAH HATIKU PADANYA AGAR TIDAK BERPALING PADA HATI-MU.. YA RABBUL IZZATI, JIKA AKU RINDU, RINDUKANLAH AKU PADA SESEORANG YANG MERINDUI SYAHID DIJALAN-MU.. YA ALLAH, JIKA AKU RINDU, JAGALAH RINDUKU PADANYA AGAR TIDAK LALAI AKU MERINDUKAN SYURGA-MU.. YA ALLAH, JIKA AKU MENI'MATI CINTA KEKASIH-MU, JANGANLAH KENI'MATAN ITU MELEBIHI KENI'MATAN INDAHNYA BERMUNAJAT DI SEPERTIGA MALAM TERAKHIR-MU.. YA ALLAH, JIKA AKU JATUH HATI PADA KEKASIH-MU, JANGAN BIARKAN AKU TERTATIH DAN TERJATUH DALAM PERJALANAN PANJANG MENYERU MANUSIA KEPADA-MU.. YA ALLAH, JIKA KAU HALALKAN AKU MERINDUI KEKASIH-MU, JANGAN BIARKAN AKU MELAMPAUI BATAS SEHINGGA MELUPAKAN AKU PADA CINTA HAKIKI DAN RINDU ABADI HANYA KEPADA-MU.. Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
(Special untuk yang saling mencintai karena-Nya)
Selengkapnya.....

Ketika Air Kali Rindu Bercumbu Dengan Air Hujan

Bismillahirrohmanirrohiim.. 16.29 WIB. ACT Office – Abang’s desk. A beautiful 'green day' with ACT (‘sedikit’ jalan yang diberikan Allah untuk membantu korban banjir) Just finished all calls. Alhamdullillah.. Still garing niy, abis nda ada dengung fave saya yang biasanya tiap hari mampir di kuping. Murottal. Apalagi. Sebenernya suasana kantornya cukup asick sih, walaupun agak meped..hehe…sempid bangeud. Tapi lumayanlah! Well, ini juga nebeng laptop-nya Abang. Tadi tuh sebenernya gini. Saya lagi nyetir nganterin Ibu ngeliat pameran expo di JHCC, and suddenly Abang called me up untuk minta bantuan ke ACT (Aksi Cepat Tanggap). Alhamdullillah, ini nih yang lagi saya tunggu (sebenernya sih pengen lebih dari ini, misalnya nyemplung langsung gitu, kangeun bangeud pengen ngerasain lagi jamannya jadi anak P.A, jadi nolongnya berasa getoo!). tapi nda apalah, yang penting kan niatnya nyampe dan mudah – mudahan Allah ridha, itu yang penting kan ?

Tugas saya hari ini di ACT cari informasi by phone di tiap IPD (Induk Posko Daerah) yang memerlukan Pelayanan Medis, dan barusan saya abis nelponin para Koordinator IPD yang nyebar hampir di tiap – tiap titik banjir, masih nyisa 2 (dua) contact person nih, nda tau ya nda bisa di hubungi, mungkin karena jaringan semua seluler lagi pada ble’e akibat banjir kali ya ? Well..I’ve done my job finally. Dan angka korbannya lumayan mencengangkan juga, apalagi tadi lewat informasi yang saya dapet langsung di daerah Tugu Selatan, tepatnya di Jalan Bendungan Melayu Utara angka korban di wilayah itu sekitar ± 1500 Jiwa. Masya Allah...

Dan mereka minta agar bantuan Pelayanan Medis dapat dikirimkan besok pagi. Karena memang wabah penyakit menular sudah mulai menjalar dari korban satu ke korban lainnya and almost of them menderita flu, demam dan gatal kulit. Kasian ya ?

O iya, tadi saya liat foto – foto korban banjir di ACT, duh kasian banget! Sampe harus nginep di genteng. Alhamdullillahnya…kali ini saya tidak diberi cobaan ini, coba kalo saya dan keluarga yang mengalami, Ya Allah betapa sedih dan pilunya. Membayangkan”… : anak saya menangis lapar minta susu dan makan, sedangkan kami sudah tidak mempunyai persediaan makanan lagi. Sedangkan air datang begitu cepat dan kami harus terjebak di loteng karena menghindari air yang kian meninggi hingga 2 meter. Subhanallah…! Sekali lagi saya harus banyak bersyukur atas ni’mat yang Allah berikan bagi keselamatan saya dan keluarga karena terhindar dari musibah yang memilukan ini.

“ Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS. At-Taghaabuun : 11)

Ketika Air Kali Rindu Bercumbu Dengan Air Hujan (kisah ironis dan kisah rejeki). Pos Pengumben. Saturday - February 3rd ,2007.

Dan pagi itu saya harusnya berangkat ke kantor, karena hari itu saya masuk pagi. Hari itu sekitar jam 9-an. Hujan masih mengguyur daerah saya. Lumayan lebat. Saya agak kaget ketika keluar rumah, lalu lintas yang hilir mudik lebih rame dari biasanya. Di ujung gang, teman saya dengan jas hujannya menyetop mobil saya, katanya nda usah keluar deh hari ini, kalo nggak mau kejebak banjir dan bete dijalanan karena macet. Saya masih nda percaya, akhirnya saya putuskan untuk melanjutkan perjalanan. Ketika sampe di prapatan jalan (masih sangat dekat rumah) saya menemui jalan yang bener – bener crowded dan mencekam. Wah ..feeling saya, kayaknya musibah 2002 ke-ulang lagi nih. Dan saya putuskan untuk turn arround. Balik pulang ke rumah. Hujan sudah mulai reda. Saya heran, kok banyak orang – orang berduyun – duyun menuju jalan besar. Kata khodimah (PRT) saya, orang – orang lagi mau liat banjir dibawah (tepatnya arah Komplek Perumahan Villa Kelapa Dua – Superindo).

Mau liat banjir??? cuma mau liat??? Ya Allah!. Tapi saya jadinya penasaran banget. Akhirnya saya ikutan keluar rumah untuk ‘melihat’ korban banjir. Airnya deras. Ngeri banget. Ya Allah, saya ingin maju ke depan membantu mereka, tapi dilarang oleh orang – orang disitu karena kali yang meluap airnya cukup deras. Akhirnya saya juga cuma bisa ikutan ngeliat aja dari kejauhan. Nggak berapa lama dari tempat saya berdiri, dari arah lokasi banjir itu seorang mayat di gotong dengan tandu seadanya, badannya keliatan sekali dingin dan biru (katanya si korban meninggal karena terendam air yang meluap cepat, kebetulan korban tersebut sedang sakit, jadi nda bisa kemana – mana mungkin. Entahlah, beritanya nda jelas).

Again, saya cuma bisa melongo melihat mayat itu, dan dibarengi dengan gelengan kepala tetangga – tetangga lain yang juga berdesis ‘iba dan kasihan’. Saya miris banget sebenernya ngeliat pemandangan selanjutnya yang terjadi. Saya nda ngerti, harus menyebut itu adalah “ladang rejeki bagi orang lain” atau “menari diatas penderitaan orang lain”. Jika saya adalah pemilik gerobak yang bisa digunakan untuk menyebrangkan orang lain ke daerah yang aman dari banjir atau untuk mengevakuasi korban di tempat yang tidak terjangkau, Demi Allah...saya tidak akan memungut bayaran atas itu semua. Bagaimana bisa kita melakukan itu, sedangkan saudara kita sendiri sedang dalam musibah dan kita tega mengambil uang pemberian darinya? Padahal belum tentu saat itu mereka sedang menggenggam uang atau uangnya sempat terselamatkan, bisa jadi saat itu mereka sedang sangat panik karena mungkin saja anaknya tertinggal didalam, atau harta satu – satunya yang dimilikinya belum sempat diselamatkan. Bagaimana jika itu terjadi pada diri kita sendiri ? Bayangkan, untuk menyebrangkan orang atau korban banjir itu, mereka harus membayar 5 – 10 ribu/orang. Dan untuk motor mereka harus membayar 25 – 30 ribu/kendaraan. Tidak ada yang berusaha mengevakuasi. Semuanya berebut mengais rejeki dari sana . Innallillahi… Saya sedih sekali. Andai ya saya bisa dan boleh berbuat sesuatu saat itu dan membantu mereka. Nda perduli dengan keadaan sebelum mereka kebanjiran, walaupun kadang mereka bertingkah ‘pongah’ karena kekayaaan mereka, yang jelas saat itu mereka sedang dalam musibah kan ? Mungkin yang bisa saya sebut ‘mengais rejeki’ itu bagi montir dadakan yang ada dilokasi banjir itu kali ya ? Toh mereka tidak mau dibayar diatas harga normal, untungnya mereka mengatakan “seikhlasnya aja deh..cuma mau bantu kok, nggak dikasih juga gak apa – apa”. Alhamdullillah…minimal masih ada orang - orang yang berhati emas ditengah kondisi super egois saat itu.

Well, akhirnya..disinilah saya sekarang. Jam ini, detik ini dan saat ini saya diijinkan Allah untuk datang ke ACT untuk sekedar membantu lewat telphone tanpa harus berbasah – basah atau melawan air dan kelelahan membantu korban banjir dilapangan. Mungkin belum saatnya ya ? Later on, HARUS !!! Dan saya ikhlas meninggalkan anak saya yang seharusnya ber-‘jadwal kencan’ dengan saya, karena hari ini jadwal libur kerja saya. Tapi Demi Allah, saya ikhlas. Sangat ikhlas. Dan bahkan saya menginginkan bisa menolong lebih dari ini. Sungguh.

Rasullullah SAW : “Tidaklah satu musibah menimpa seorang muslim kecuali denganya Allah SWT mengampuni dosa – dosanya sampai sebuah duripun yang menusuknya” (mutafaq ‘alaih)

I dedicated for : Semua korban banjir diseluruh pelosok Jakarta , “bersabarlah terhadap musibah yang menimpa kita karena semua ini adalah kehendak dari-NYA dan semoga musibah ini memberikan pelajaran dan ibrah bagi kita semua, atas ketamakan dan kesombongan kita dimuka bumi ini, dan semoga menjadi pelebur atas dosa – dosa kita”.

Abang-ku!(Bayu Gautama) “Jazakallah Khair...atas kesempatan baik yang diberikan untuk mampir ke ACT and melebur disini walaupun baru dipinggir” - http://www.aksicepattanggap.com/

ACT crews. “thanks to allowed me here guys!” (weee..ge-er bangeud yak!)

Selengkapnya.....

July 12, 2006. The Miracle Hand – the last time when I was in Makkah

(penggalan kisah hari terakhir di Makkah Al-Mukarromah)

Aku berharap, tangannya yang halus sehalus hati dan budi pekertinya. Tanganku dingin karena rasa pusing yang amat sangat sedang bergolak dalam diriku, aku kacau sekali selepas Thawaf Wada’ volume darahku menurun. Aku pingsan.
Antara sadar dan tidak sadar, aku menyadari bahwa tanganku dalam genggaman seseorang. Sepertinya tangan itupun ragu – ragu menggenggamku, karena bukan mahramnya. Namun aku tau, dari suaranya samar – samar kudengar rasa khawatirnya yang begitu dalam terhadapku. Ia selalu terus berusaha menyadarkanku agar aku tidak pingsan. Ia sangat takut mataku terpejam, beberapa kali ia berbisik, “mba..istighfar, ucapkan nama Allah..apa saja yang bisa mba sebut..ayo, jangan tidur”. Air mataku menetes, aku pun ingin cepat bisa kembali pulih, tapi aku sudah kehabisan tenaga setelah aku melaksanakan Thawaf Wada’.
Aku akui, hari terakhir itu, aku memang sangat memaksakan diri, aku khawatir tidak bisa bercengkrama lama – lama di Masjidil Harram, karena ba’da Ashar kami harus sudah ada di Bandara King Abdul Aziz. Akhirnya, setelah makan pagi yang seadanya, aku langsung menghambur ke Masjidil Harram untuk Thawaf Wada’. Dan itu aku lakukan sendiri tanpa di dampingi siapapun.
Ternyata hari itu, teriknya matahari lebih terik dibanding hari kemarin. Dan tanpa aku sadari stamina tubuhku memang udah ‘low batt’. Aku bergetar karena terharu memasuki Masjidil Harram, sama terharunya seperti ketika pertama kali memasuki Masjidil Harram dan melihat Holy Ka’bah. Setelah sholat Tahiyatul Masjid, Dhuha, sholat Sunnah Taubat dan berdo’a aku langsung menuju Ka’bah untuk melaksanakan Thawaf Wada’. Tubuhku makin bergetar hebat, karena aku tau inilah hari terakhir aku bisa berada di Masjidil Harram yang aku cintai ini. Aku sangat jatuh cinta dengan Masjidil Harram dan Masjid Nabawi, tidak ada selama hidupku aku rasakan keindahan, keteduhan dan kenyamanan seperti di dua Masjid ini. Ya Rabb..aku mohon kembalikan lagi aku kesana untuk berhajji…
Selama putaran pertama aku lalui benar – benar dengan kekhusyukan yang dalam, aku rasakan ni’matnya bersama orang – orang yang juga sedang melaksanakan thawaf dengan khusyuknya. Air mata sudah seperti tidak ada bendungannya lagi, mengalir deras tak berhenti. Thawaf pertama aku lewati sambil mengucap salam pada pintu Ka’bah, “Bismillahi…Allahu Akbar”..tangisku makin menjadi. Kemudian thawaf kedua..ketiga..keempat..kelima..keenam..dan ketujuh..rasa sedih dan haru-ku makin memuncak. Aku langsung menghambur ke Multazam, menyelinap diantara orang –orang bertubuh besar, menangis disana tepat di antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad. Semua rasa sedih, pilu, gundah, masalahku, penyesalan atas dosa – dosaku selama ini, permohonan taubatku, semuanya aku adukan dan aku tumpahkan disana. Allahummaghfirlii…
Rasanya aku enggan sekali berpisah dengan Masjid dan kota ini, aku tidak tau lagi apakah menciumi Ka’bah diperbolehkan atau tidak, tapi aku bagai sedang memeluk anakku (takut sekali dipisahkan). Aku menangis sejadi – jadinya. Setelah puas disana, aku tetap berdri didekat Hajar Aswad, memohon pertolongan Allah, jika Allah mengijinkan untuk terakhir kali aku mencium Hajar Aswad sekali lagi, tanganku sudah meraihnya tapi tiba – tiba aku terdorong keluar. Seperti ada yang menarikku. Tapi sebentar kemudian seperti ada yang mendorongku lagi untuk maju ke depan. Aku hanya mengikuti arus. Nafasku sudah sesak karena terdesak orang –orang besar. Tiba – tiba aku sudah sampai di depan Hajar Aswad, Subhanallah…aku langsung menciumnya dan langsung berdoa ‘sapu jagad’ disana, lalu seperti ada yang menarik leher dan badanku untuk keluar dari kerumunan itu. Huff…!!!aku terengah – engah. Alhamdullillah…
Kemudian aku ambil wudhu di kran belakang Maqom Ibrahim dan sholat Sunnah kembali di belakang Maqom Ibrahim. Tiba – tiba aku rasakan kepalaku pusing dan pandanganku berkunang – kunang. Aku sudah sempoyongan. Tempat berteduh yang paling dekat dengan posisiku saat ini adalah kran tempatku mengambil wudhu tadi. Aku minum disitu, dan ambil wudhu lagi, sambil memohon kekuatan kepada Allah agar aku tidak pingsan disana sendirian. Karena aku tidak ada teman sama sekali. Aku berjalan perlahan –lahan keluar Masjid. Sambil sesekali menegok ke arah Ka’bah, air mataku meleleh. Aku enggan berpisah. Aku sempat minum air zam –zam di sepanjang jalan keluar Masjid dan berdiri lama memandangi situasi didalam Masjid. Subhanallah..matahari makin terik.
Aku ingat, saat itu aku hanya bisa berzikir ‘Allah..Allah..Allah..’ dalam hati sambil berjalan perlahan – lahan untuk menuju hotel yang untungnya jaraknya tidak terlalu jauh dari Masjid. Hanya sekitar 5 menit. Tiba dimuka hotel aku semakin limbung, aku menuju restoran bawah, karena kudengar suara teman – temanku dan jam’ah lain ada disana. Tiba di meja makan aku sudah tidak tahan lagi, yang aku ingat aku roboh. Dan samar – samar terdengar suara ‘orang yang menggenggam’ tanganku itu yang begitu khawatirnya terhadapku dan suara beberapa temanku, lalu aku ingat ada pertolongan 977 (seperti 911) yang memeriksaku dan akhirnya aku dibawa dengan ambulance untuk ke Rumah Sakit terdekat khusus Jama’ah. Aku memohon kepada Allah, agar kesehatanku bisa segera pulih dan agar Jama’ah lain tidak menderita karenaku. Karena kami harus tiba di Bandara selepas Ashar. Alhamdullillah aku pulih.
Diperjalanan menuju Bandara aku terus berzikir sambil aku berusaha mengingat wajah ‘orang yang tangannya menggenggam tanganku’. Orang yang berusaha memberiku kekuatan.
Hmm..Alhamdullillah, akhirnya aku ingat! Aku berharap, tangannya yang halus sehalus hati dan budi pekertinya. Dan untuk rasa terima kasihku dan mengikat tali persaudaraan dengannya, aku berikan jam tangan kesayanganku untuk disimpannya. Alhamdullillah..tali silaturrahmi ini masih berjalan baik sampai sekarang hingga kini ia sudah menikah dan sedang menanti kelahiran buah hatinya yang pertama. Aku berdoa yang terbaik untuknya, dan rasa terima kasihku yang tak terhingga karena saat itu telah membantuku dan khawatir terhadap keadaanku.
So sweet..and so nice.
I dedicated for my brother Abu Na’im in Makkah. Jangan lama – lama di Makkah ya de..kalo masa tugasnya udah kelar,
please back to Indonesia. And remember…yo have a lovely sista' here !
Selengkapnya.....