Sebenarnya Saya Merasa Sangat Bersalah...

Home. 04:30 Wib. April 2007

Nabil Khan. Buah hati saya masih tertidur pulas. Sekitar jam 5 pagi sekarang. Setelah tadi hampir 2 jam ‘bercinta’ dengan Allah. Saya merenung. Merasa bersalah sebenernya…

Jam 20.30 Wib biasanya saya baru sampai rumah. Saya selalu pulang dengan keadaan lelah dan penat. Namun akan tetap saya paksakan tersenyum dan pasti tersenyum jika sudah mendengar celoteh riang buah hati saya.

Keadaan ‘darurat’ ini memang membuat saya harus terus bertahan bersama buah hati saya, agar saya tetap bekerja mencari uang untuk kebutuhan kami berdua (Insya Allah, kelak jika di perkenankan dan di percaya Allah lagi untuk mendampingi seseorang yang shalih bagi pemimpin saya dan anak – anak, saya hanya akan bekerja di rumah dan selalu ada di rumah bagi ‘keluarga’ saya tercinta. Insya Allah.Amiin).

Setelah memakirkan mobil di garasi, anak saya sudah menunggu didepan pintu rumah,”mamiii……” teriaknya lucu. Rindu sekali dia dengan kehadiran saya. Dia mengulurkan kedua tangannya minta dipeluk dan digendong. Tapi saya lagi bener – bener ‘jahil’ saat itu, saya hanya mengusap kepalanya dan meninggalkannya. Dia sepertinya tertegun dengan sikap ‘dingin’ saya. Dia mengekori saya sambil menarik gamis saya dan terus memanggil nama saya minta di gendong. Saya hanya bermaksud menggodanya. Tapi apa jadinya? Dia ngambek beneran. Dan seperti biasa, sikapnya kalo udah ngambek langsung tiduran di ubin dan nda mau di pegang oleh siapapun. Mukanya dilipat ‘delapan belas’ dan sekarang anehnya dia punya kebiasaan baru memukul kepalan tangannya ke tubuhnya sendiri.

Saya dengan sabar berjongkok disampingnya yang terus ngambek dan merajuk, sambil mengulurkan tangan saya untuk menggendongnya. Rupanya dia marah beneran. Hihihi…lutuna!

Akhirnya saya punya inisiatif untuk pergi menjauh darinya, supaya dia mengejar saya, tapi apa yang terjadi kemudian? Dia menangis keras sambil berteriak memanggil saya. Tahukah anda apa yang kemudian buah hati saya katakan sambil menangis, “mami bedo…buyuk…nakang…jeyek…huuuuu…taya tucing, taya toa, taya titus…huuuuuu..!” (artinya ; “mami bego…buluk…nakal…jelek…(menangis) kayak kucing, kayak kecoa, kayak tikus…(menangis)).

Saya mendelik dan hanya bisa beristighfar. Astaghfirullahal’azhiim…

Saya nda ngerti dia bisa dapet kata – kata ‘amazing’ dari mana. Saya tidak mau menyalahkan anak saya karena kata - kata itu dan juga tidak mau menyalahkan Ibu saya yang sudah menjaganya seharian. Saya yakin dia mengajarinya dengan kata – kata dan perilaku yang baik. Walaupun itu bisa saja terjadi. Atau bisa jadi Karena mendengar setiap kalimat yang dia dengar di sinetron – sinetron, atau kata – kata dari anak khodimah (PRT) saya, Wallahu’alam…anak kecil kan gampang menyerap pembicaraan orang lain.

Yang jelas saya sangat merasa bersalah…

Bersalah karena tidak bisa mendidiknya dengan kata – kata yang baik. Bersalah karena harus bekerja dan hanya bisa mengajarkan sholat ketiaka saat waktu libur saja. Bersalah ketika hanya bisa mengajarkan doa mau mau makan dan doa mau tidur ketika saya ada dirumah saja. Bersalah ketika melihat anak murrobi saya yang sudah hafal banyak surrah di dalam Juz’ama sedangkan anak saya tidak. Bersalah karena sering ketika mau tidur, saking capeknya saya lupa membacakan Ayat Kursyi, Al- Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas di telinganya.

Ampuni hamba Yaa Allah…

Kuatkanlah hamba menghadapi ‘everysingle’ ujian-MU ini…

Terimalah doa hamba, agar kelak KAU takdirkan buah hati hamba menjadi anak yang Shalih…Amiin!

1 comment:

Sun Flower Arco said...

Sabar yah mba..i know its hard for u to take care of Nabill..tp cuma Mba yang bisa melewati ini dan menjadikan Nabil puta yang sholeh...Insya Allah kesabaran itu akan berbuah nantinya.

Peluk cium buat Nabill...ayo nabil jadi anak yg sholeh..Ve juga disini berusaha banget2..semoga Aisyah jd putri yg sholehah...qurrotu 'ayun..permata hati dan penyejuk buat kami ortunya..amiin.
Happy weekend..dan salam sayang selalu