No Make Up!

Office.18:31 Wib.Ba’da Maghrib!

Abis dari toilet tadi. Ambil wudhu trus ngaca. Sendirian.

Trus saya menatap dalam ke cermin, menatap wajah saya lama setelah saya membasuhnya dengan facial foam dan air wudhu. Saya tersenyum.

Saya senang dengan wajah saya sekarang. Walaupun kata banyak orang lebih pucat dan lebih tua. Sebagian teman protes dengan tampang saya, mereka ingin saya tetap ber-make up (seperti jaman sebelum ‘hijrah’ dulu, make up dan poles sana – sini).

Koen...dulu lo cantik deh, kok sekarang tampang lo tua banget sih? pake lipstik lah dikit atau kasih blush on dikit di pipi biar sumringah kayak dulu, pucet amat sih lo?!!”. Saya hanya tersenyum menanggapi. Saya menatap muka saya ke cermin. Memang, benar – benar tanpa make up, bahkan krim pelembab sekalipun. Tapi sekali lagi, saya senang seperti ini...No Make Up!

Ah saya nda perduli lah dengan wajah saya...

Bukan kah yang dilihat Allah hanya iman hamba-NYA? Dan kecantikan itu, apakah masih penting untuk kita ‘show off’ ? siapa yang seharusnya lebih berhak melihat saya ‘cantik’ ?

Saya kembali mematut wajah saya di cermin dan berdoa dalam hati, ”Allahumma kamma khasannta khalqii fahasiin khuluuqi...

Hmm.....!

1 comment:

Anonymous said...

:) iya .
Allah hanya melihat iman seorang hambanya. Tetapi Allah juga mencintai keindahan.Iman cantik, fisik menyejukkan bagi yang memandang, Subbhanallah. Allah memberikan wajah manusia berbeda-beda antara satu dengan yang lain, bersyukurlah orang yang memilik wajah yang "menyejukkan" bagi yang memandang. untung kita manusia, coba kita seekor "embek", pasti wajah kita sama satu dengan yang lain. :)