Saya Setuju Dengan Ramuan “A God’s Cake”

Office. 16:18 WIB. Keren menurut kita, belum tentu keren di mata Allah. Saya baru aja print out tentang tulisan Akh Basuni di milis PENGAJIAN KANTOR hari selasa tanggal 19 Juni 2007, tentang “A God’s Cake”. Menarik banget. Begini petikannya “Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa – masa sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu persatu sesuai dengan rancangan-NYA, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya. Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita. Tuhan teramat sangat mencintai kita...” Saya tersenyum simpul karena jadi inget tentang cerita hidup saya, contohnya, pekerjaan. Dulu nih, jamannya saya masih terbengong – bengong dengan ‘perangkat dunia’ yang udah pasti fana, saya merasa kecewa dengan gaji kecil yang saya terima tiap bulan. Suatu hari saya lagi kumpul – kumpul dengan teman – teman gank saya sewaktu di SMA dulu, trus saling tanya – tanyaan tentang salary. “salary lo berapa Met?” tanya saya pada Meytha penasaran (karena dia bilang dengan entengnya pengen resign, jenuh dan gajinya kurang katanya), “ah standar lah...” jawabnya santai. “Iyee....standarnya berapa?” tanyaku lebih penasaran. “8 juta-an lah..” jawabnya lagi. Subhanallah! Saya terbelalak. Melongo, “gaji lo 8 juta? Segitu masih lo bilang kurang? Dan lo mau resign? Gila lo Met!!!” seru saya saat itu. Setelah pembicaraan itu saya mulai terpacu untuk mencari pekerjaan di tempat lain. Ngirim lamaran kesana – kemari. Berharap bisa dapet gaji gede kayak Meytha. Wah saat itu hayalan saya masih ngawur, yang kebayang cuma keindahan mempunyai ‘perabotan’ duniawi yang ngetrend, terutama dalam hal fashion dan tekhnologi. Tapi lihatlah bagaimana Sang Maha Pembuat Skenario terindah bagi hamba-NYA membuatkan skenario bagi pekerjaan saya? Saya sudah berusaha lamar sana – sini hasilnya tetap NIHIL. Sampe saya bosen banget karena 2 tahun berturut – turut saya gak pernah berenti untuk ikhtiar mencari pekerjaan terbaik bagi saya, ihhhh.....niatnya udah aneh duluan kali yah? Hal itu berlangsung sekitar 2002 – 2004, akhirnya saya nyerah dan memutuskan untuk pasrah. Dan tutup mata sama gaji – gaji besar seperti layaknya teman – teman saya. Tapi tunggu...lihatlah bagaimana kemudian Allah ‘Azza Wa Jalla memberikan keajaiban-NYA kepada saya, gaji saya tidak besar...tapi karena saya tetap bekerja di tempat bekerja saya hingga saat ini, Allah memberi gantinya dengan mengundang saya ke Baitullah, Kota Suci Makkah, dengan biaya kantor. Alhamdulillah saya mendapatkan bonus kantor dari Program Eksekutif untuk ber-Umrah. Subhanallah. Artinya, kita hanya perlu bersabar dan bertawakal dengan segala kerendahan hati atas segala skenario hidup yang dibuat Allah. Apapun bentuknya. Menurut saya, saat itu gaji besar akan keren, tapi dalam pandangan Allah belum tentu keren. Siapa tau dengan gaji besar, saya malah makin jauh dan nggak karuan hidupnya. Porsi kita memang sudah dijatah, slice by slice dan saya yakin TIDAK AKAN TERTUKAR.
So...u guys, r u agree with me? Inspired by A God’s Cake of Akh Basuni “tulisan bagus akh...”

No comments: