Mutiah Syahidah: Syekh Abdurrahman As Sudais

Mutiah Syahidah: Syekh Abdurrahman As Sudais Selengkapnya.....

Welcome Home, Bro!

Well...well...
Tega bangeud ni anak atu' yak ? balik ke Indo ga ada pengumuman resmi..walaah!
tapi yang penting, seneng deh bisa denger dia udah 'safely landed' di Indo. jangan buru - buru balik ke Beppu ya Bro... ?!
My regards buat Azahar kalo dia jadi nyusul ente ke Indo.
and to your sista yang mau walimah :)
Hmm...
Welcome home Ivan!
Selengkapnya.....

The Miracles of My Son's B'day!

Ahad, 29 Juli 2007

Genap usianya 3 tahun. saat milad nya kemarin, kebetulan kami sedang rihlah acara kantor ke Villa Green - Hill, Puncak. Bagi saya saat itu seru banget, karena kami berangkat ke acara itu cuma berdua. Bener - bener pure saya dan Nabil. Saya menyebutnya 'Nabil The Explorer' (hehe...biar kayak Dora). Disana kami berbaur dengan semua karyawan kantor tempat saya bekerja, seru banget dan penuh acara walaupun agak boring.
Tapi saya dan Nabil menikmatinya, terbukti Nabil seneng banget bisa bareng-bareng naik Bis wisata yang disewa panitia untuk para karyawan dan keluarganya. Ada sih sedihnya, terutama pas ada perlombaan yang dikhususkan untuk 'keluarga lengkap' sedangkan kami minus 'hubby&ayah'. Eh..tapi nda apa sih, yang penting Nabil kemarin udah seneng banget, bisa berenang, ikut lomba mindahin bola, dan banyak yang mendoakan di hari Miladnya. Alhamdulillah...
Ada beberapa keajaiban di 3 tahun umurnya ini yang membuat saya takjub. antara lain :
  1. Dia sudah bisa mengatakan 'maaf' jika dia sudah berbuat salah dan membuat saya marah, dia akan berusaha memeluk saya sambil mengatakan "maap mii...maaap.." disela tangisnya. Hihihi..lucu ya? (karena saya juga selalu mengeluarkan kata 'maaf' jika saya sudah berbuat salah terhadapnya, jadinya dia terbiasa juga dengan cara saya).
  2. Dia sudah bisa mengucapkan 'Alhamdulillah' jika setelah bersin dan mengakhiri makannya (saya berusaha pelan - pelan mengajarkan bagaimana caranya bersyukur atas nikmat Allah).
  3. Dia sudah bisa mengerti bahwa anak shalih, anak baik, anak pintar adalah kesayangan Allah dan Mami, jadi jika dia bertingkah 'caper' dan diingatkan tentang 'anak shalih, baik dan pintar' itu adalah anak kesayangan, maka dia langsung memperbaiki sikap capernya. Alhamdulillah...

Wah...masih banyak lagi deh perkembangan lain yang membuat saya tersenyum bahagia. Hanya saja, saya mesti ekstra kerja keras lagi menekankan bahwa "yang harus ditakuti bukanlah mami-nya, yang harus di cintai dan disayanginya juga bukan hanya maminya tapi Allah 'azza wa jalla". Saya juga harus ekstra kerja keras untuk mulai mengenalkan Al-Qur'an sebagai pedoman hidupnya. Planning yang lagi di godok terus nih...keep trying deh pokoknya. Mudah - mudahan dimudahkan Allah...Amiin !

Selamat Hari Lahir, Son! Kamu tau setiap helaan nafasku adalah doa untukmu, dan kamulah hartaku serta satu-satunya alasan bagiku untuk 'kuat'. I Love You, Son...
Selengkapnya.....

Alhamdulillah..Ada New Comer !

Alhamdulillahirrobbil 'alamiin...

Terima kasih banyak Ya Rabb !
Semoga bermanfaat bagi keluarga kami...
Insya Allah kami bisa mencicilnya dengan 'tenang' dan 'peaceful'
Amiin...
Thank You Allah...
Selengkapnya.....

WADH DHUHA... (QS.adh-Dhuha : 1)

(Menghimpun Pahala di Waktu Dhuha)

Bagi seorang muslim, shalat Dhuha tak hanya sebagai jeda istirahat ketika menggeluti dunia kerja, karena waktunya yang antara jam 7 – 11 pagi. Ia juga berfungsi sebagai sarana menjaga diri dari berbagai kemunkaran. Tak mengherankan lantaran begitu pentingnya shalat Dhuha ini, hingga Allah pun bersumpah dengannya dalam Firman-NYA, “Wadh Dhuha (Demi waktu matahari sepenggalahan naik...” (QS.adh-Dhuha : 1).

Abu Hurairah pun meriwayatkan, ”Kekasihku Rasulullah berwasiat kepadaku mengenai tiga hal : agar aku berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan (Hijriyah), melakukan shalat Dhuha dua rakaat dan melakukan shalat Witir sebelum tidur” (HR Bukhari Muslim). Status sunnah shalat Dhuha itu tentu saja tidak berangkat dari ruang kosong tanpa makna dan tujuan. Berdasarkan tinjauan dari Al-Qur’an dan Hadist, paling tidak beragam keutamaan bisa petik, antara lain :

Pertama, shalat Dhuha merupakan ekspresi terima kasih kita kepada Allah SWT atas ni’mat sehat bugarnya setiap sendi tubuh kita.

Kedua, shalat Dhuha merupakan wahana pengharapan kita akan rahmat dan ni’mat Allah sepanjang hari yang akan dilalui, baik ni’mat fisik maupun materi.

Rasullullah SAW bersabda : “Allah berfirman,’Wahai anak adam, jangan sekali –kali engkau malas melakukan shalat empat rakaat pada pagi hari, yaitu shalat Dhuha, niscaya nanti akan Ku cukupi kebutuhanmu hingga sore harinya” (HR al-Hakim dan at-Tabrani).

Ketiga, shalat Dhuha sebagai pelindung kita untuk menangkal siksa api neraka di Hari Pembalasan nanti. Hal ini ditegaskan Nabi SAW dalam hadistnya,”Barang siapa melakukan shalat Fajar, kemudian ia tetap duduk di tempat shalatnya sambil berdzikir hingga matahari terbit dan kemudian melaksanakan shalat Dhuha sebanyak dua rakaat, niscaya Allah SWT akan mengharamkan api neraka untuk menyentuh atau membakar tubuhnya” (HR Baihaqi)

Keempat, bagi orang yang rutin menunaikan shalat Dhuha, niscaya Allah mengganjarnya dengan balasan surga. Rasulullah SAW bersabda,”Dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-Dhuha (pintu Dhuha) dan pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil ,”dimana orang yang senantiasa mengerjakan shalat Dhuha ? ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah” (HR at-Thabrani)

Menilik beragam keutamaan itu, maka sewajarnya kaum muslimin berbondong – bondong mengerjakannya. Kita bisa berharap kalau ‘tradisi’ shalat Dhuha ini biasa dilaksanakan di perkantoran – perkantoran dan di tengah aktivitas dunia kerja, serangkaian kemunkaran yang selama ini berlangsung bisa di kikis habis. Mereka yang biasa melaksanakan shalat Dhuha akan terpelihara dari niat jahat dan ambisi munkar. Inilah antara lain keutamaan shalat Dhuha.

Dari : Hepi Andi Bastoni. Tarqiyah – Sabili.

Selengkapnya.....

Miss You Much...

...
Baru tadi sore saya kembali mengunjungi masjid kantor untuk Shalat Ashar setelah sekian lama. Makin sedih...karena tempat untuk wanita semakin di perkecil lokasinya.
means : penjaga masjid memantau jama'ah wanita yang masuk masjid makin sedikit...sedikit...dan berkurang tiap hari.
Nggak tau apa karena lagi 'melow' (baca : sensi), setelah shalat dan masuk pada moment 'pengajuan proposal doa' saya menangis tersedu-sedu. Saya benar-benar pilu...
Sedih..!
Dan benar - benar sadar diri ini berlumur dosa...Allahummaghfirlii...
Tiba - tiba mata saya tertuju pada hijab (pembatas) hijau didepan saya. Saya menangis makin jadi.
kangen!!!
Tiba - tiba ngerasa kangen. Kangen saat moment terindah di Raudhah - Masjid Nabawi - Madina.
Saya rindu menangis di depan hijab yang dipasang khusus di Raudhah untuk para muslimah yang berkunjung ke rumah Rasulullah...
Semua ummatnya menangis dan menumpahkan milyaran rindu, milyaran doa, milyaran shalawat. Ruang masjid Nabawi berdengung - dengung syahdu karena shalawat yang lantunkan para ummat Nabiyullah...
" Salam'alayka Yaa Rasulullah...Salam'alayka Ya Habiballah... "
Kangen...
Kangen banget...
Selengkapnya.....