Semoga Diberikan Kekuatan...

Seorang kawan baik saya sedang ditimpa bertubi - tubi ujian. Saya juga sedih mendengarnya. Saya nda bisa apa - apa kecuali doa. Semoga diberikan kekuatan oleh-NYA. Saya yakin... Banyak orang yang mendoakannya. Karena kebaikan, ketulusan dan keikhlasannya dalam segala hal. Saya baru mengenalnya, tapi beliau sungguh berhati mulia. Semoga Allah selalu menjaga dan menyayanginya beserta keluarganya.

Ila Akhi Moammar Al-Mubarrak : “Tidak ada satu musibah pun yang menimpa seorang muslim kecuali Allah akan menutupi dosa dengannya, meski sekedar duri yang menusuknya.“ (Muttafaqun ‘alaihi) "Innallaha Ma'asshobiriin..." (QS.8 :64) Selengkapnya.....

Andai Pintu Ajaib Doraemon ‘Nyata’...

Gara – garanya kemaren malam lagi nyetrika. Trus seolah – olah bau wangi dari semprotan setrikaan itu wanginya hampir seperti parfum yang dulu saya beli di Jeddah. Pikiran saya menerawang... Andai...saya ada di Makkah saat ini. Huaaa.....:(( kangen bangeeet!!! Kenapa yah, setiap kali di jalan, didepan kompi kalo pas lagi dengerin Murrotalnya Syeikh Suddais, pasti air mata nih, ikutan meleleh..bawaanya mewek terus. Andai...saya ada di Masjidil Harram saat ini. Huaaa.....:(( kangen bangeeet!!! Andai ya, pintu ajaib milik Doraemon nyata...
Pasti udah saya pinjem berulang kali supaya tiap kali saya kangen sama Holy Ka’bah, Kangen berdoa di Multazam, kangen Thawaf, Kangen Sa’i, Kangen Shalat di Hijr Ismail – Maqom Ibrahim, minum zam – zam...bisa langsung terlaksana. Tinggal buka pintu..klik..tau – tau udah didalam Masjid. Trus imamnya pas Syeikh Suddais pula. Subhanallah...ni’matnya.....
Ya Rabbul Izzati...Taqabbal Du’anaa Ya Rabb... kembalikan hamba kesana untuk berhaji Ya Rabb...
Selengkapnya.....

Ahlan Wa Sahlan Mas...!

Alhamdulillahirobbil 'alamiin...
Wiiii....akhirnya landed juga ke Indonesia yakz....!
Maha Suci Allah Yang Maha Mengatur Segala Urusan hamba – hamba-NYA. Maha Suci Allah yang telah mengijinkan dan meridhoi segala urusan hamba-NYA. Maha Suci Allah yang telah menuntun hati dan membuat skenario hidup seseorang. Saya memuji Allah atas segala sesuatu yang telah terjadi. Subhanallah....
First, selamat ya mas....udah dapet gelar Master di Geo Information System for Natural Resources Management, ITC University , Enschede, Netherlands.
Second, welcome home deh..kembali ke asal...(hihi...di Tegal aja kesuwen yak! buruan nyambut gawe banyak Departemen yang ngantri nooh!)
Third, still keep in touch with me ya ...pastinya duuunk !
Well, pokoknya today udah seneng banget bisa liat mas kembali ke Tanah Air dengan selamat, sehat wal afiyyah dan jangan lupa kalo ntar mau kawin harus pengumuman ke aku yakkk....!
Ahlan Wa Sahlan, Mas Adyn!
Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya jalan kemudahan dalam urusannya ” (QS. Ath-Thalaq : 4)
Selengkapnya.....

Get Well Soon, Bro!

Udah 2 hari ini kakak tercintaku sakit. Radang tenggorokan, tapi sampe parah banget. Nda bisa makan, nda bisa minum, demam tinggi, praktis kekurangan cairan karena nda masuk makanan. Akhirnya di infus. Trus opname di RS.Usada Insani, dan untungnya pegawai negeri jadi punya tunjangan AsKes, jadi Alhamdulillah hampir ter-cover lah. Ibu, saya dan adik bahu membahu juga bantuin anggaran yang kurang. Niatnya jual HP ajalah. Terserah mau dihargain berapa nanti sama orang, yang penting bisa bantu – bantu dikit. Hihihi... tapi paling cuma berapa ya? Wong HP katro, udah jadul banget. Untungnya lagi saya lagi libur kerja, jadi bisa sekalian jagain ‘jundi – jundi’ kecil kakakku yang masih pada baby. But yang terpenting, kakak tercintaku cepet sembuh dan bisa aktivitas lagi....amiin! Get well soon, Bro!
Selengkapnya.....

Kangen Bapak...

Office. 11:57 PM. Cough!

Tadi, waktu dijalan saya liat seorang anak gadis yang sedang dibonceng motor oleh Ayahnya. Ayahnya sudah setengah tua, tapi dengan sabar dan hati – hati membonceng puterinya di antara padatnya lalu lintas jalanan.

Saya jadi inget waktu kecil dulu dibonceng Bapak dengan motor vespanya. Salah satu hal yang paling saya senangi kalo lagi diajak pergi Bapak dengan vespa yaitu berdiri di depan sambil bernyanyi –nyanyi dan berceloteh apa saja yang saya suka.

Hal lain yang paling saya suka adalah ‘Usapan Tangan’ Bapak di kepala saya. Tangan kekarnya yang memenuhi kepala mungil saya, saya rasakan penuh dengan kasih dan cintanya untuk melindungi saya.

Semalam, saya mimpi bertemu Bapak. Saya melihat wajah Bapak keliatan berseri – seri. Bapak tersenyum memandang ke arah saya, saya ingin sekali memeluknya dalam mimpi itu, tapi seperti ada kabut tebal putih yang menghalangi saya, kata Bapak semalam,”sholat aja dulu...” .

Waktu kesempatan Umrah tahun lalu, saya bersyukur karena sempat ‘meng-umrah kan’ Bapak pada Umrah kedua. Saya berharap diantara kerumunan orang – orang ber-ihram itu menemukan Bapak. Walaupun tidak, tapi saya yakin Bapak melihatnya.

Tetap saya berharap, later on Allah memberi saya pendamping seperti Bapak. Semua tentang Bapak membuat saya kangen. Kangeeeeen.... banget!

Semoga ‘Al-Fatihah’ ini bisa menambah senyum Bapak...! Amiin.

(background lagu 'hurt' di blog ini tentang indahnya cerita di waktu kecil antara Ayah dan Anak Perempuannya)

Selengkapnya.....

Dear All,'Met Puasa Yak...!

Selengkapnya.....

I Wanna Be A Christ ! (Workshop story dan sebuah pesan penting untuk para ummahat)

Office. Brain Storming. 15:20 WIB.

Naudzubillahi min dzaliik....! pasti kalimat itu yang pertama keluar dari mulut anda kan? Hmm, tapi ternyata itu yang terlontar dari mulut kecil seorang bocah berusia 7 tahun kepada Ayahnya yang masih ternganga tidak percaya mendengar buah hati tercintanya mengucapkan sebuah kalimat “Dad, I Wanna Be A Christ !”.

Saya yakin, orang tua manapun akan langsung lemas lunglai dan bagaikan tersambar petir di siang bolong mendengarnya. Tapi tunggu, ketika ayahnya bertanya dengan penasaran dan bercampur sedih yang amat sangat tentang alasan kenapa anaknya yang masih kecil ini bisa – bisanya ingin menjadi ‘christian’, begini jawabnya, “ because there’s no please and thank you in islam but in christ they’re always say please and thank you for me” . Subhanallah...!

Bagaimana menurut anda artinya?. Menurut saya sih, itu artinya masih banyak kekurangan dalam diri kita dalam berkomunikasi sehari – hari dan melaksanakan hal – hal kecil yang ternyata penting bagi buah hati kita bahkan sering kita anggap sepele.

Bisa jadi, sehari – hari kita lupa bagaimana cara memerintahkan sesuatu kepada anak kita seperti contohnya “tolong ya nak ambilkan bunda....”. Dan setelah buah hati kita melaksanakannya kita juga sering terlupa mengatakan “terima kasih nak...”. sepele banget kan ya?

Dari story diatas tadi, masih untung anak itu mengucapkan ingin masuk kristen pada usia 7 tahun, coba kalo sudah dewasa baru mengatakannya? Berarti dari kecil hingga dewasa dia memendam keinginan untuk menjadi murtad dan tidak ikhlas dengan agama Allah yang Indah dan penuh Rahmat ini, hanya karena lupa mengatakan “Please” dan “Thank You”. Innalillahi...!

True story yang manis ini saya dapat dari hasil penuturan kisah Hj. Elly Risman pada sebuah work shop Rumah Parenting – Kita dan Buah Hati (Pimpinan Hj. Dr. Elly Risman) yang saya ikuti pada hari Kamis tanggal 30 Agustus 2007 di Masjid Al-Azhar, Kali Malang Bekasi.

Bagi saya pribadi, ini adalah PR bagi saya sebagai seorang Ibu tentang bagaimana seharusnya berbicara dan bersikap dengan buah hati kita dan bagaimana caranya agar akhlak serta tutur katanya mencerminkan sebagai seorang muslim sejati, yaitu yang bertutur kata lembut dan penuh arti, berhati bersih dan ikhlas.

Kenapa PR ? karena rasanya memang susah, apalagi bila kita seorang wanita yang harus bekerja diluar rumah dan mungkin ada diantara kita yang berperan sebagai ‘single parent’, karena harus ekstra kerja keras untuk menata buah hati kita gara menjelma menjadi seorang pribadi muslim yang baik.

Yaa Ummahat Rahimakumullah,

Setuju kan antuna semua, jika sudah seharusnya lah bagi kita sebagai seorang Ibu berjihad didalam keluarga kita sendiri untuk mendidik, mengasuh dan menata keluarga kita?. Kita harus selalu mengingat bahwa “Al Ummu Madrasatun” (Ibu adalah sekolah bagi anak – anaknya). Jadi bagaimanapun nanti hasilnya anak kita kelak, itulah hasil kita mendidik dan mengasuhnya.

Semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan Iman untuk dapat berjihad membentuk jundi – jundi kita agar selalu berjuang dijalan Allah dan supaya kelak anak – anak kita dengan bangga mengatakan “Alhamdulillah...I’m Muslim”.

Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu ‘alaa ilaa hailla anta, astaghfiruka wa ‘atubuilaiik. Mohon maaf bagi yang kurang berkenan.

I Dedicated for Mrs.Safitri – Humas Executive Programme, INDONUSA Esa Unggul University.many thank u,mam! Hang out ‘workshop’ lagi ya lain waktu...Insya Allah!

Selengkapnya.....

“Brengsek Kamu....!!!” (sedihnya jadi Ibu berkarir)

Home. 21.30 WIB

Melotot. Itu adalah respon pertama dari saya kepada buah hati saya, Nabil. Dari mana anak saya bisa menyadur kalimat kasar itu? Seinget saya nih, saya nda pernah berkata kasar didepannya. Barusan sambil menangis dia mengucapkan kalimat “brengsek kamu....!!” kepada eyangnya yang baru saja memarahinya. Rupanya anak saya ngambek karena dimarahi oleh Ibu saya setelah dia melempar – lempar mainannya dari atas tempat tidur ke lantai dengan semaunya. Anak saya makin ngambek karena saya ikutan melotot kepadanya dan tidak membelanya. Alhamdulillah, dia tau saya marah dan tidak suka dengan kalimat yang diucapkannya barusan dan segera berlari memeluk saya. Saya sengaja tidak membalas pelukannya untuk menunjukkan bahwa dia bersalah dan harus menyesal serta meminta maaf kepada Ibu saya. “maap mi..maap...!” serunya seraya menangis dan memeluk saya kencang. Nda tega...akhirnya saya balas pelukannya dan membisikan ke telinganya bahwa mami mencintainya dan ingin agar Nabil bisa bersikap yang baik dan harus minta maaf sama eyangnya karena sudah berkata kasar. Selidik punya selidik, ternyata kalimat itu dia dapatkan dari hasil menonton sinetron yang sering diputar oleh stasiun TV swasta. Di dalam sinetron itu sering ada adegan orang dengan ekspresi marah – marah dan melontarkan kalimat tersebut. Bisa jadi yang ditangkap oleh anak seusia anak saya adalah “ kalo lagi marah atau ngambek harus mengeluarkan kalimat itu, supaya orang lain tau kalo dia lagi marah atau ngambek “.
Hiks...! sedih banget ya ternyata jadi Ibu yang bekerja di kantor. Walaupun saya yakin Ibu saya akan selalu mengajarkan hal – hal baik selama saya titipkan anak saya kepadanya, tapi kan saya juga nda bisa melarang Ibu saya untuk tidak menonton sinetron kesukaannya. Saya juga nda mungkin mengingatkan Ibu saya untuk selalu memperhatikan apa yang anak saya tonton. Karena di rumah udah nda ada khodimah (PRT), praktis selama saya tinggal bekerja Ibu saya yang menangani semua ‘printil-printil’ keperluan rumah dan sekaligus beliau harus mengurusi anak saya (Ya Rabb...hamba mohon, balaslah dengan syurga seluruh kebaikan Ibu hamba).
As a single parent, saya pun bener – bener darurot untuk bekerja diluar. Semoga Allah menguatkan iman dan hati saya untuk bisa terus berjuang membesarkan belahan jiwa saya ini dan memberikan saya jalan keluar terbaik supaya saya tidak terus – terusan meninggalkannya dirumah. Dan yang terpenting, semoga saya tetap diberikan kekuatan iman untuk selalu istiqomah di jalan-NYA dan mendidik anak saya menjadi anak yang shalih. Amiin...Allahumma Amiin.
Selengkapnya.....