I Wanna Be A Christ ! (Workshop story dan sebuah pesan penting untuk para ummahat)

Office. Brain Storming. 15:20 WIB.

Naudzubillahi min dzaliik....! pasti kalimat itu yang pertama keluar dari mulut anda kan? Hmm, tapi ternyata itu yang terlontar dari mulut kecil seorang bocah berusia 7 tahun kepada Ayahnya yang masih ternganga tidak percaya mendengar buah hati tercintanya mengucapkan sebuah kalimat “Dad, I Wanna Be A Christ !”.

Saya yakin, orang tua manapun akan langsung lemas lunglai dan bagaikan tersambar petir di siang bolong mendengarnya. Tapi tunggu, ketika ayahnya bertanya dengan penasaran dan bercampur sedih yang amat sangat tentang alasan kenapa anaknya yang masih kecil ini bisa – bisanya ingin menjadi ‘christian’, begini jawabnya, “ because there’s no please and thank you in islam but in christ they’re always say please and thank you for me” . Subhanallah...!

Bagaimana menurut anda artinya?. Menurut saya sih, itu artinya masih banyak kekurangan dalam diri kita dalam berkomunikasi sehari – hari dan melaksanakan hal – hal kecil yang ternyata penting bagi buah hati kita bahkan sering kita anggap sepele.

Bisa jadi, sehari – hari kita lupa bagaimana cara memerintahkan sesuatu kepada anak kita seperti contohnya “tolong ya nak ambilkan bunda....”. Dan setelah buah hati kita melaksanakannya kita juga sering terlupa mengatakan “terima kasih nak...”. sepele banget kan ya?

Dari story diatas tadi, masih untung anak itu mengucapkan ingin masuk kristen pada usia 7 tahun, coba kalo sudah dewasa baru mengatakannya? Berarti dari kecil hingga dewasa dia memendam keinginan untuk menjadi murtad dan tidak ikhlas dengan agama Allah yang Indah dan penuh Rahmat ini, hanya karena lupa mengatakan “Please” dan “Thank You”. Innalillahi...!

True story yang manis ini saya dapat dari hasil penuturan kisah Hj. Elly Risman pada sebuah work shop Rumah Parenting – Kita dan Buah Hati (Pimpinan Hj. Dr. Elly Risman) yang saya ikuti pada hari Kamis tanggal 30 Agustus 2007 di Masjid Al-Azhar, Kali Malang Bekasi.

Bagi saya pribadi, ini adalah PR bagi saya sebagai seorang Ibu tentang bagaimana seharusnya berbicara dan bersikap dengan buah hati kita dan bagaimana caranya agar akhlak serta tutur katanya mencerminkan sebagai seorang muslim sejati, yaitu yang bertutur kata lembut dan penuh arti, berhati bersih dan ikhlas.

Kenapa PR ? karena rasanya memang susah, apalagi bila kita seorang wanita yang harus bekerja diluar rumah dan mungkin ada diantara kita yang berperan sebagai ‘single parent’, karena harus ekstra kerja keras untuk menata buah hati kita gara menjelma menjadi seorang pribadi muslim yang baik.

Yaa Ummahat Rahimakumullah,

Setuju kan antuna semua, jika sudah seharusnya lah bagi kita sebagai seorang Ibu berjihad didalam keluarga kita sendiri untuk mendidik, mengasuh dan menata keluarga kita?. Kita harus selalu mengingat bahwa “Al Ummu Madrasatun” (Ibu adalah sekolah bagi anak – anaknya). Jadi bagaimanapun nanti hasilnya anak kita kelak, itulah hasil kita mendidik dan mengasuhnya.

Semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan Iman untuk dapat berjihad membentuk jundi – jundi kita agar selalu berjuang dijalan Allah dan supaya kelak anak – anak kita dengan bangga mengatakan “Alhamdulillah...I’m Muslim”.

Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu ‘alaa ilaa hailla anta, astaghfiruka wa ‘atubuilaiik. Mohon maaf bagi yang kurang berkenan.

I Dedicated for Mrs.Safitri – Humas Executive Programme, INDONUSA Esa Unggul University.many thank u,mam! Hang out ‘workshop’ lagi ya lain waktu...Insya Allah!

No comments: