Kangen Bapak...

Office. 11:57 PM. Cough!

Tadi, waktu dijalan saya liat seorang anak gadis yang sedang dibonceng motor oleh Ayahnya. Ayahnya sudah setengah tua, tapi dengan sabar dan hati – hati membonceng puterinya di antara padatnya lalu lintas jalanan.

Saya jadi inget waktu kecil dulu dibonceng Bapak dengan motor vespanya. Salah satu hal yang paling saya senangi kalo lagi diajak pergi Bapak dengan vespa yaitu berdiri di depan sambil bernyanyi –nyanyi dan berceloteh apa saja yang saya suka.

Hal lain yang paling saya suka adalah ‘Usapan Tangan’ Bapak di kepala saya. Tangan kekarnya yang memenuhi kepala mungil saya, saya rasakan penuh dengan kasih dan cintanya untuk melindungi saya.

Semalam, saya mimpi bertemu Bapak. Saya melihat wajah Bapak keliatan berseri – seri. Bapak tersenyum memandang ke arah saya, saya ingin sekali memeluknya dalam mimpi itu, tapi seperti ada kabut tebal putih yang menghalangi saya, kata Bapak semalam,”sholat aja dulu...” .

Waktu kesempatan Umrah tahun lalu, saya bersyukur karena sempat ‘meng-umrah kan’ Bapak pada Umrah kedua. Saya berharap diantara kerumunan orang – orang ber-ihram itu menemukan Bapak. Walaupun tidak, tapi saya yakin Bapak melihatnya.

Tetap saya berharap, later on Allah memberi saya pendamping seperti Bapak. Semua tentang Bapak membuat saya kangen. Kangeeeeen.... banget!

Semoga ‘Al-Fatihah’ ini bisa menambah senyum Bapak...! Amiin.

(background lagu 'hurt' di blog ini tentang indahnya cerita di waktu kecil antara Ayah dan Anak Perempuannya)

No comments: