On My 32

Oktober 11st, 2007. Alhamdulillah, umur saya genap 32 tahun. Segala sesuatu yang telah terjadi hingga saat ini sudah seharusnya membuat saya bahagia, haru, sedih, terluka dan tersenyum. Saya hanya harus tetap yakin, bahwa Allah mencintai saya. Maha Suci Allah yang telah menskenario-kan jalan hidup saya yang begitu indah.
Disaat kesedihan saya...
Allah memberikan saya kebahagiaan memiliki anak laki – laki yang dapat menghapus duka dan penghibur lara...
Disaat kesendirian saya...
Allah memberikan saya sahabat – sahabat yang lebih baik dan mengelilingi saya serta menghibur saya dengan rasa sayangnya...
Disaat keterdesakan saya...
Allah memberikan saya rizki yang bisa saya ni’mati dengan hati lapang...
Disaat ketakutan saya...
Allah memberikan saya cahaya cinta dan kekuatan yang dapat saya reguk diujung malam disaat kesendirian saya...
Jujur aja, dilain sisi saya merasa ‘tidak lengkap’. Saya merasa mendapatkan nilai ‘E’ dalam ketimpangan hidup saya. Seseorang memang telah menghancurkan seluruh impian manis saya. Impian hidup yang sudah saya bangun dan harapkan dengan kedhoifan saya sebagai perempuan dan manusia
Tapi sekali lagi, tentu saja semua itu pasti rencana Allah juga. Tinggal bagaimana usaha saya sekarang untuk bisa mendapatkan nilai ‘A’ atas ketimpangan hidup saya kemarin. Yang jelas, saya tidak mau mati sia – sia dan tidak mau mati tanpa membawa amal kebaikan.
On My 32... Saya harus lebih banyak bersyukur, beristighfar, bermuhasabah dan mulai mengingat mati...!

To : Ustd.Heru,”jazakallah khair atas sms Pengingat Mati’nya” and 4 : Kanda,”makasi banyak surprise-call in d’ middle of d’ nite nya”

Selengkapnya.....

“...Nida’an Khofiyya”(QS.19 : 3)

(Indahnya sebuah kebaikan nama jika diambil dari penggalan ayat di Al-Qur’an )
Pernah baca surah “Kaaf – Haa – Yaa – ‘Aiin – Shaad...”?
Iyak, betul ! Surah ke – 19 (Maryam). Emang ada apa dengan Surah Maryam?. Mungkin bagi sebagian orang nda ada yang istimewa dari Surah Maryam. Tapi buat saya saat ini, surah itu merupakan surah favorite yang sering saya dengar dan baca setelah Surah Arrahman.
Entahlah, setiap kali mendengar dan membaca surah itu, saya pasti cengeng. Terlebih ketika mulai pada ayat ketiga yang terakhir yaitu “...Nida’an Khofiyya”.
Saya seperti menemukan sebuah kedahsyatan makna yang masih terus saya cari dalam surah tersebut. Almost everyday saya mendengarnya dari sebuah murrotal MP3 dari suara Imam terkenal Makkah – Syeikh Suddais.
Nida’an Khofiyya, nama seorang anak perempuan kecil, keponakan saya. Umurnya 3 tahun. Maha Suci Allah yang telah menggerakkan hati kakak saya untuk kemudian memberikan sebuah nama indah untuk puteri pertamanya dengan nama itu. Kenapa indah? Begini maksudnya, karena setiap kali saya mendengar dan membaca surah Maryam itu dan terhenti pada ayat ke-3, ada sebuah doa yang kemudian mengalir didalam hati saya, “semoga kelak menjadi anak yang shalihah...Amiin”. Tentu saja itu juga harapan kakak saya ketika mencari nama terbaik untuk buah hatinya. Sebuah pelajaran kecil yang baik untuk bisa saya gunakan kelak (insya Allah...kalo masih ada kesempatan yang diberikan oleh Allah, Amiin).

So, nama pemberian orang tua itu nda main – main, ada kasih, harapan, doa dan cinta didalamnya. Tul nda?

Inspired by : Qute Kaka Fiyya. Kaka, mami sayang sama kaka, tapi kalo kaka lagi main sama Nabil nda boleh main cakar – cakaran lagi ya?!”

Selengkapnya.....

Eid Mubarrak

Dear All,
Taqabalallahu Minna Waminkum
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin yah...! Eid Mubarrak...!
Selengkapnya.....

Anak Saya dan Hari Raya

(again, Lebaran prihatin!)
Hmm...
Sedih banget yah, bentar lagi Ramadhan mau usai. Padahal....kangen - kangenannya belum puas banget. Kenapa yah, Ramadhan nda 11 bulan aja...hiks! Menjelang Hari Raya, ada yang sedikit membuat kerongkongan saya tercekat. Ini tentang anak saya menjelang Hari Raya. Sewaktu sedang menyuapinya makan di tetangga dekat rumah, seperti biasa Nabil ada diantara kerumunan anak - anak seusianya yang sedang bermain - main. Seorang temannya yang biasa disapa 'kakak manda' keluar dari rumahnya dan berteriak riang kepada anak saya,"Nabil..aku dong udah beli baju lebaran dua dibeliin sama mama, trus sepatu nya dibeliin sama papa, Nabil baju lebarannya ada berapa?".Uggh!!!
Sebenarnya itu pertanyaan biasa anak - anak kecil kan? tapi saat itu bagaikan tonjokan keras yang menohok dada saya dan membuat tenggorokan saya tercekat. Tau nda kenapa? karena di lebaran ini (seperti di lebaran kemarin juga) saya nda membelikan apa-apa untuknya kecuali stok susu.
Ah..saya memang bersalah! Sudahlah orang tuanya 'tidak lengkap' ...kali ini menjelang Hari Raya dia tidak bisa lagi saya manjakan seperti anak lain. Saya memang bersalah...
Tapi Alhamdulillah...rejeki untuk Nabil tiba - tiba ada dan Insya Allah cukup untuknya,untuk Ibu saya tercinta dan keluarga saya dirumah. Dan keliatannya bagus juga kan jika saya tidak membiasakannya membeli sesuatu yang serba baru di Hari Raya? ini kesempatan saya untuk mengajarkan, bahwa yang terpenting dalam Hari raya adalah 'Kemurnian Hati' dan 'Hati yang Baru serta Fitri'
Hmm...
Anakku sayang...
Semoga cukuplah bagimu kebesaran cinta dalam diri Ibumu yang lemah ini... Semoga cukuplah bagimu keluasan doa dari bibir Ibumu ini di tiap lima waktu... Semoga cukuplah bagimu hanya kehadiranku disisimu... dan anakku... Cukuplah Allah bagi kita berdua!
Selengkapnya.....

Semoga Menemukan Kemuliaan Lailatul Qadr...

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anii..."
(Ya Allah, You are forgiving and you love forgiveness. So forgive me)
Semoga mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadr...
Semoga mendapatkan maghfirah...
Semoga menjadikan kemurnian hati...
Selengkapnya.....