Anak Saya dan Hari Raya

(again, Lebaran prihatin!)
Hmm...
Sedih banget yah, bentar lagi Ramadhan mau usai. Padahal....kangen - kangenannya belum puas banget. Kenapa yah, Ramadhan nda 11 bulan aja...hiks! Menjelang Hari Raya, ada yang sedikit membuat kerongkongan saya tercekat. Ini tentang anak saya menjelang Hari Raya. Sewaktu sedang menyuapinya makan di tetangga dekat rumah, seperti biasa Nabil ada diantara kerumunan anak - anak seusianya yang sedang bermain - main. Seorang temannya yang biasa disapa 'kakak manda' keluar dari rumahnya dan berteriak riang kepada anak saya,"Nabil..aku dong udah beli baju lebaran dua dibeliin sama mama, trus sepatu nya dibeliin sama papa, Nabil baju lebarannya ada berapa?".Uggh!!!
Sebenarnya itu pertanyaan biasa anak - anak kecil kan? tapi saat itu bagaikan tonjokan keras yang menohok dada saya dan membuat tenggorokan saya tercekat. Tau nda kenapa? karena di lebaran ini (seperti di lebaran kemarin juga) saya nda membelikan apa-apa untuknya kecuali stok susu.
Ah..saya memang bersalah! Sudahlah orang tuanya 'tidak lengkap' ...kali ini menjelang Hari Raya dia tidak bisa lagi saya manjakan seperti anak lain. Saya memang bersalah...
Tapi Alhamdulillah...rejeki untuk Nabil tiba - tiba ada dan Insya Allah cukup untuknya,untuk Ibu saya tercinta dan keluarga saya dirumah. Dan keliatannya bagus juga kan jika saya tidak membiasakannya membeli sesuatu yang serba baru di Hari Raya? ini kesempatan saya untuk mengajarkan, bahwa yang terpenting dalam Hari raya adalah 'Kemurnian Hati' dan 'Hati yang Baru serta Fitri'
Hmm...
Anakku sayang...
Semoga cukuplah bagimu kebesaran cinta dalam diri Ibumu yang lemah ini... Semoga cukuplah bagimu keluasan doa dari bibir Ibumu ini di tiap lima waktu... Semoga cukuplah bagimu hanya kehadiranku disisimu... dan anakku... Cukuplah Allah bagi kita berdua!

1 comment:

Um Ibrahim said...

Salaam kenal,

Punya seorang Ibu yang bijaksana kan lebih berarti dari baju baru;)