Sekali ini saja...

(jika nanti Engkau memperkenankan hamba jatuh cinta lagi...)

Tolong Hamba Ya Rabb...
Kegusaran hamba saat ini untuk selalu membantah perasaan yang tidak hamba senangi itu, bantu hamba untuk mengabaikannya saja. Maha Suci Engkau yang membolak – balikan hati dan perasaan, semuanya jelas kehendak-Mu.
Demi Ruh dan Jiwaku yang ada dalam genggaman-Mu, jika saja nanti Engkau perkenankan hamba memiliki rasa itu lagi, hamba mohon....
Biarkan hamba jatuh cinta kepada seseorang yang hanya mencintai-Mu lebih dari apapun
Biarkan hamba jatuh cinta kepada seseorang yang hanya takut kepada-Mu
Biarkan hamba jatuh cinta kepada seseorang yang hanya mampu merindu-Mu dan Rasul-Mu
Dan biarkan hamba mengabdikan diri hamba kepadanya
Taat dan patuh padanya
Karena cintanya, takutnya and rindunya ada dalam Ridho-Mu...
Tidakkah itu indah Ya Rabb...?
Tidakkah semua pinta hamba itu mudah bagi-Mu...?
Lalu biarkan hamba bahagia Ya Rabb...
Sekali ini saja....hamba mohon....
Selengkapnya.....

Berani Menerima Berarti Berani Kehilangan...

Hmm...
Entah apa yang salah. Tapi mungkin aja kehidupan memang harus seperti dan memang seperti itu. Seperti sahabat baik saya bilang, siang digantikan dengan malam, terang digantikan dengan gelap, dan saya...jika ”menerima digantikan dengan kehilangan”. So sad...
Actually, saya selalu bingung menerima kehadiran orang baru dalam hidup saya. Karena diam – diam saya pasti dirundung ketakutan. Saya tiba – tiba nda tau harus berbuat apa terhadapnya. Perceraian memang telah banyak merubah sikap saya. Banyak sahabat saya bilang saya jadi lebih ‘sensi’ dan sikap saya sering ‘aneh’. Saya tau saya hanya sedang mencari perhatian, bahkan kadang – kadang saya lebih ‘manja’ dan bahkan terlalu ‘depend on’ pada orang lain. Ya..sejak saat itu, saya memang menjadi seseorang yang dhoif, lebih tepat dikatakan ‘weak’.
Dan jika ada orang baru masuk kedalam hidup saya, dari jauh – jauh hari saya sudah harus bersiap – siap berani menerima resiko KEHILANGAN. Entah apa salah saya. Tapi yang jelas saya tau, saya pasti akan kehilangan... Andai semuanya bisa abadi, paling tidak bisa abadi menetap dalam hati saya...
Saya mohon maaf bagi yang muak terhadap diri saya yang dhoif ini...sekali lagi maaf !
Selengkapnya.....

Labbaikallahumma labbaik...

Office. 11:23PM. Murrotal Syeikh Sa’ad Suraim
Tadi pagi sekitar jam 07.30 saya sudah harus meluncur ke Masjid Al-Azhar – daerah Blok M. Saya mau mengantar dan melepas keberangkatan atasan saya beserta isterinya menunaikan Ibadah Haji. Lagi musim haji sekarang kan? Di tambah seruan “Labbaikallahumma labbaik...labbaikkallaa syarikalakalaabaiik...innal hamda wa ni’mata lakawal mulk..laa syariikalak..” praktis keharuan menyeruak dalam rombongan haji tadi. Sanak saudara – handai tolan saling bersalaman dan berangkulan melepas kepergian orang – orang tercintanya yang akan menunaikan Rukun Islam ke 5 itu. Gitu juga dengan saya tadi, dengan atasan saya, karena bukan mahram saya hanya bersalaman dari jauh aja, tapi dengan isterinya...huaaaa...nangis – nangisan deh! Sambil memeluknya dengan penuh haru,”hati – hati ya bu...jangan lupa salamku untuk Rasulullah ya bu...panggil namaku disana ya bu....”. Si ibu mah ‘iyak - iyak’ aja deh..abis saya kebanyakan pesenan siih...hehe... Tapi yang terpenting aku mohon supaya isteri atasan saya itu nda lupa untuk menyampaikan salam saya kepada Baginda Rasulullah SAW setibanya di Raudhah nanti. Saya nitip doa juga sih...panjaaang banget! Hihihi..dibacain nda ya? Mudah – mudahan lah..
Jadi inget waktu perjalanan umrah taun lalu, hmm...saya nda ada habis – habisnya memuji Allah atas keindahan Baitullah – Holy Ka’bah – Masjidil Harram – Masjid Nabawi – Raudhah – udaranya – panasnya kota itu – jernihnya muka – muka orang beribadah, Subhanallah...Subhanallah...Subhanallah...! “ Pesonanya “ membuat saya selalu rindu utuk kembali kesana. Saya yakin bukan cuma saya yang merasakan ini, pasti semuanya punya perasaan yang sama.
Tul kan???
Labbaikallahumma labbaik...labbaikalaa syarikalakalaabaiik...innal hamda wa ni’mata lakawal mulk...laa syariikalak...
Dear Bapak & Ibu Aziz Luthfi, Semoga mendapatkan Haji yang Mabrur dan bisa kembali ke tanah air dengan selamat. Amiin...
Selengkapnya.....

I Hate You!!!!

Ternyata memang bukan dia... Mana ada ya di dunia ini yang nyata? Jujur pun susah ditemui! Hhhh...Nda ada lah... I Hate You So Much !!!! Leave Me Alone... Selengkapnya.....

Ternyata Benar Ya, Anak Itu Bagaikan Sebuah Kertas Kosong

Workplace, 7 Dzulhijjah 1428 H

Hmm...tiba – tiba saya jadi teringat ulah buah hati saya yang membuat saya terharu. Saat itu saya pulang kerja sudah sangat larut. Sekitar jam 22.30 WIB saya baru tiba di rumah. Capek banget, udah pasti. Yang namanya ‘lelah’ tuh kayaknya ngerontokin badan saya. Seperti biasa anak saya sudah siap menyambut saya dengan pelukan dan segunung rindunya kepada saya setelah seharian saya tinggal bekerja. Tapi kali ini karena sudah terlalu larut, jadilah jundi kecil saya itu sudah disiapkan eyangnya dengan baju tidurnya.
Setelah witir, bikin susu dan mematikan lampu kamar, saya langsung ambruk di tempat tidur tanpa perduli dengan ocehan buah hati saya. Cape banget, ngantuk banget, udah K.O pokoknya. Bahkan saya nda sempat melakukan hal rutin yang biasa saya lakukan terhadap buah hati saya jika mau tidur.
Tapi Subhanallah...saat sayup-sayup mau tidur, anak sayalah yang melakukan hal rutin itu terhadap saya. Dia mengelus – ngelus kening saya dengan jari mungilnya trus mulutnya komat – kamit (seperti biasa saya membaca ayat Kursyi dan surrah Al Ikhlas-Al Falaaq – An Naas ; maksudnya), trus bergantian mengecup kening saya – pipi – punggung tangan – dan punggung kaki.
Setelah itu dia membisikkan doa mau tidur di telinga saya dan meniupkannya ke muka saya. Subhanallah.....! hilang seketika lelah letih yang saya rasakan. Saya terharu, nda terasa keharuan itu membuat air mata menitik diujung mata saya.
Saya membuka mata saya dan memeluknya,lalu doa saya seketika "Rabbanaa hablanaa min azwajinaa wa zurriyyatinaa qurrota a’yunin waj’alnaa lil muttaqinaa imamaa – Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa“ (QS. Al Furqaan : 74)
Ternyata benar ya, anak itu bagaikan sebuah kertas kosong yang isinya adalah coretan tangan kita sendiri. Mau bagaimana hasil tulisan kita di atas kertas itu adalah bagaimana kemampuan kita menuliskan diatasnya.
Jika kita tuliskan yang baik, maka hasilnya (Insya Allah) akan sesuai harapan dan permohonan kita kepada Allah ‘Azza Wa Jalla. Tapi jika kita nda mampu menulisnya dengan baik, maka kita sendiri pun akan kesulitan membacanya.

Mohon maaf bagi yang kurang berkenan :)
Selengkapnya.....

Sudah Saatnya Saya Tersungkur Lagi...

Mungkin saja iman saya sedang dalam kondisi ‘low bat’. Saya mudah sekali menangis, uring – uringan, was – was dan merasa sendiri. Saya menangis untuk hal yang tidak perlu saya tangisi. Tiba – tiba saya menjadi seorang yang ‘tidak pengertian’, sensitif dan ‘aneh’. Saya menangis kali ini karena merasa sendiri. Saya merasa tidak ‘sabar’ menghadapi ini semua. Teman saya bilang, itu namanya Futur. Huaaaaaaa..... :(( Allahummaghfirlii....
Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabb mu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbilah dengan memuji Rabb mu ketika kamu bangun berdiri
QS. Ath Thuur : 48 Mohon maaf bagi yang MUAK dengan sikap saya... Mohon maaf bagi yang tersakiti... Mohon maaf bagi yang kurang berkenan... Mohon maaf atas khilaf lisan dan hati ini... Sungguh, mohon maaf... Semoga Allah mengampuni saya...
(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)" QS. Ali Imran : 8
Selengkapnya.....

Actually, I Really Hate This Feeling...

Office. 16:10. Suntuk! (Benci banget kalo lagi punya perasaan ‘kangen’...termasuk...)

Tau nda? saya pernah nangis sampe ‘gerung – gerung’ hanya karena...kangen dengan seseorang.

‘overlap’ ya? Memang, makanya saya benci banget jika tiba – tiba saya punya perasaan kangen dengan seseorang. Karena sebenarnya perasaan itu membuat saya tertekan dan seperti terpenjara. Hmm...segitunya amat ya?

Tapi ya..saya memang begitu sih?

Tapi kenapa harus merasa tertekan? Karena perasaan kangen itu membuat saya serba salah, stupid, mellow, katro dan aneh.

Dan merasa terpenjaranya? Karena SAYA BENCI ‘suasana’ saat kangen, SAYA BENCI ketika perasaan itu menyelinap didalam hati saya, SAYA BENCI ketika akhirnya saya harus mengatakan kepada orang tersebut bahwa saya ‘kangen’ dan yang terpenting, saya takut itu nda ‘ahsan’ bagi yang saya kangeni. Freak ya?

Entah ya? Sejak saya ‘hanya berdua’ dengan anak saya, saya sebenarnya sedang berusaha ‘memupuk’ perasaan benci saya untuk : kangen, sayang dan mungkin...termasuk bahwa saya sedang benar – benar menjaga supaya saya tidak memiliki perasaan ‘jatuh cinta’...lagi!

Swear...I Really Hate This Feeling !
Selengkapnya.....

Taubat...

Wahai Tuhan, jauh sudah lelah kaki melangkah
Aku hilang tanpa arah, rindu hati sinar Mu
Wahai Tuhan, aku lemah hilang terlumur noda
Hapuskanlah terangilah jiwa di hitam jalanku
Ampunkanlah aku, terimalah taubatku
Sesungguhnya Engkau Sang Maha Pengampun Dosa
Ya Robbi, ijinkanlah aku kembali pada Mu
Meski mungkin takkan sempurna aku sebagai hamba Mu
Berikanlah aku kesempatan waktu, aku ingin kembali
Dan meski aku tak layak sujud padamu
Dan sungguh tak layak aku...
Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu 'alaa ilaa ha illaa anta
astaghfirukaa wa 'atubuu ilaiik
Selengkapnya.....

Saya Berharap Suatu Saat Nanti Bertemu Tambatan Hati Saya Di Depan Multazam

Jumu’ah. 27 Syawal 1428 H. Lagi Menghayal
Subhanallah...alangkah indahnya !
Ketika hati dan jiwa sedang merunduk khusyuk di Baitullah...
Ketika tangan ini hanya mampu tengadah mengharap Rahmat-NYA...
Ketika raga jatuh sujud bersama kening...
Dan...
Berharap suatu saat nanti ada yang menjaga dan melindungi...
Membuat senyum ini mengembang lagi karena Rahmah... Membasuh segala luka dengan keshalihan dan ketaatan...
Hmm... Lagi ngayal nih ceritanya...!? jadi malu..hihihi... Pengennya yah,
one fine day... lagi di depan pintu multazam – depan Holy Ka’bah,
saya bertemu dengan tambatan hati saya.
Seperti dalam mimpi saya tuuu...
Waktu itu mimpi saya, saya sedang berpakaian haji dan berdiri dibelakang punggung seseorang dengan pakaian ihram, trus di ajak untuk melaksanakan thawaf...Subhanallah...indahnya !!!
Semoga... Doain dunk...?! doain yah...(Amiin...)
Selengkapnya.....

Ukhtifillah..cantik nda harus ‘show off’ kan? (Tabarruj)

Hmm...
glitter-graphics.comSaat itu saya sedang berada di sebuah resto junk food di sebuah kawasan mahakam – jakarta selatan berdua dengan anak saya. Masih pagi sekitar jam 10 an. Saya mengambil tempat duduk persis disebelah jendela dan didepan sebuah pesawat televisi.
Sambil menyuapi anak saya, mata saya sesekali tertuju pada pesawat televisi yang menayangkan video klip dari lagu – lagu jingle. Bolak – balik saya perhatikan, penari latar dari penyanyi – penyanyi tersebut pasti perempuan – perempuan yang sangat rela ter-ekspos secara vulgar. Herannya, perempuan – perempuan yang ‘sadar cantik’ itu bangga banget dengan kemolekan tubuh dan kecantikan wajahnya yang dinikmati oleh mata lawan jenis yang notabene bukan mahramnya.
Rasulullah SAW bersabda, “Hati-hatilah pada dunia!, hati-hatilah pada wanita! Sesungguhnya fitnah (musibah) pertama yang menimpa bani Israil (kaum Yahudi) adalah dari wanita.”
Semakin lawan jenis itu keliatan bernafsu, dengan senyum nakal perempuan – perempuan itu semakin bersemangat untuk ‘menggoda’ termasuk meliuk – liuk dengan gaya yang bikin lawan jenis menjadi ‘degub-degub’ kencang, ditambah pakaian dengan warna mencolok – tipis – minim – kurang bahan lah pokoknya. Naudzubillah...!
Berarti benar ya apa yang disabdakan Rasulullah SAW bahwa : “Akan ada pada akhir umatku nanti wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, kepala mereka seakan-akan punuk unta, laknatlah mereka karena sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita terlaknat!” .
“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukul manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang…”
Well, to be honest aja deh ya ukhtifillah, menurut antuna sebenernya perempuan tampil seperti itu untuk menarik perhatian siapa sih? Pasti untuk menarik perhatian lawan jenis kan? Kalo untuk menarik perhatian sesama jenis, walaah nda mungkin banget lah.
Allah memang menyukai keindahan, tapi menurut saya bukan berarti keindahan dan kecantikan itu musti menjadi sarapan para lelaki yang bukan mahram dan diteruskan dengan ‘show-off’ aurat apalagi berlebihan. Tapi ternyata miris banget ya? Banyak saudari – saudari kita di luar sana yang mengatas namakan kebebasan ‘berekspresi’ bahwa berpakaian sexy itu ‘hak’ setiap wanita dan bahwa cantik itu anugerah yang harus di syukuri. Jadi nda usah minder dan nda usah takut untuk memperlihatkan ke orang – orang bahwa kita cantik !. Hiks...:((
“Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang Kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh Kami mengerjakannya. “Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji” mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (QS. Al A’raf: 28) Nda sedikit juga loh saya mendapat penolakan dari saudari – saudari muslim lain yang saya ajak untuk berhijab. Ada yang bilang : " Buat apa berjilbab kalau hati kita belum siap, belum bersih, masih suka 'ngerumpi' berbuat maksiat dan dosa-dosa lainnya, percuma dong pake jilbab! Yang penting kan hati ! atau ”halaaah...hare geneee?secara yang pake jilbab aja masih banyak yang maksiat, mending gini aja kebuka, mau jahat kek mau baik kek, gak keliatan!” atau ”ntar susah mbak nyari kerja, kalo udah masuk kerja deh Insya Allah...” atau ”ntar aje kalo udah married, kalo udah laku, iye nggak?” atau yang paling parah ”sayang lagi koen kulit kita bagus gini di umpetin, yah...itung – itung amal lah...”. Ma’ Nyosss....!
Girls, sorry to say tapi perbuatan buka-bukaan adalah fitrah dari hewan ternak, tidak seorang pun yang condong pada perbuatan tersebut kecuali dia akan hina, dia akan jatuh dari kedudukan tingginya sebagai manusia menuju kedudukan yang paling rendah bahkan lebih rendah dari hewan-hewan ternak.
Dari sini tampaklah bahwa tabarruj adalah salah satu tanda dari kerusakan fitrah manusia, tidak adanya rasa malu dan tanda matinya hati.
Saya jadi inget, sebenernya ada sebuah artikel bagus yang saya keep untuk kalimat – kalimat yang dilontarkan saudari – saudari kita itu :
Wahai saudariku, Allah berfirman, "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya".
Allah yang Maha pemurah telah menciptakan dirimu dalam bentuk yang terbaik. Apakah setelah itu kau ingin Dia melemparkanmu ke tempat yang paling rendah dan hina, yaitu neraka?! "Saudariku, seandainya saat ini Allah menurunkan penyakit kusta padamu. Kulit dan tubuhmu penuh borok busuk. Kecantikanmu hilang. Orang-orang jijik melihatmu. Apakah kau juga masih berani bertingkah seperti ini ?” "Saudariku, seandainya saat ini malaikat maut datang menjemputmu, apakah kau sudah siap? Apakah kau rela pada dirimu sendiri menghadap Allah dengan keadaanmu seperti ini? Apa yang akan kau katakan kepada malakaikat munkar dan nakir di kubur? Apakah kau yakin kau bisa mempertanggung jawabkan apa yang kau lakukan saat ini pada Allah di padang mahsyar kelak?!"
glitter-graphics.com Well, ada sebab ada akibat dong ya? Ini akibat tabarruj :
Bagi orang yang mentadabburi (membaca, memahami, memperhatikan dengan seksama) nash – nash syariat dan sejarah islam maka akan meyakini kerusakan yang besar akibat tabarruj. Fakta di lapangan juga membuktikan hal tersebut, betapa banyak lelaki yang bersih hatinya menjadi rusak, menjadi penuh dengan syahwat karena melihat perempuan-perempuan lewat di hadapannnya membuka aurat, melenggok-lenggokkan badannya dan menebarkan pesona yang luar biasa!!. Sehingga akibatnya terjadi banyak perbuatan keji di masyarakat, para lelaki terdorong untuk melakukan zina, seorang lelaki menjadi mudah melakukan maksiat dengan mengumbar pandangannya dan seterusnya, hal ini terjadi di antaranya karena tabarruj.

Nah kan.....??? Your view girls?

Selengkapnya.....

Lagi Kangeeen....!

Semoga disana bisa merasakannya... mendengarnya... doaku...saat ini untuknya... glitter-graphics.com Selengkapnya.....