Berani Menerima Berarti Berani Kehilangan...

Hmm...
Entah apa yang salah. Tapi mungkin aja kehidupan memang harus seperti dan memang seperti itu. Seperti sahabat baik saya bilang, siang digantikan dengan malam, terang digantikan dengan gelap, dan saya...jika ”menerima digantikan dengan kehilangan”. So sad...
Actually, saya selalu bingung menerima kehadiran orang baru dalam hidup saya. Karena diam – diam saya pasti dirundung ketakutan. Saya tiba – tiba nda tau harus berbuat apa terhadapnya. Perceraian memang telah banyak merubah sikap saya. Banyak sahabat saya bilang saya jadi lebih ‘sensi’ dan sikap saya sering ‘aneh’. Saya tau saya hanya sedang mencari perhatian, bahkan kadang – kadang saya lebih ‘manja’ dan bahkan terlalu ‘depend on’ pada orang lain. Ya..sejak saat itu, saya memang menjadi seseorang yang dhoif, lebih tepat dikatakan ‘weak’.
Dan jika ada orang baru masuk kedalam hidup saya, dari jauh – jauh hari saya sudah harus bersiap – siap berani menerima resiko KEHILANGAN. Entah apa salah saya. Tapi yang jelas saya tau, saya pasti akan kehilangan... Andai semuanya bisa abadi, paling tidak bisa abadi menetap dalam hati saya...
Saya mohon maaf bagi yang muak terhadap diri saya yang dhoif ini...sekali lagi maaf !

No comments: