Ila Akhi Moammar Al-Mubarrak :
“Tidak ada satu musibah pun yang menimpa seorang muslim kecuali Allah akan menutupi dosa dengannya, meski sekedar duri yang menusuknya.“ (Muttafaqun ‘alaihi)
"Innallaha Ma'asshobiriin..." (QS.8 :64)
Selengkapnya.....
Seorang kawan baik saya sedang ditimpa bertubi - tubi ujian. Saya juga sedih mendengarnya. Saya nda bisa apa - apa kecuali doa. Semoga diberikan kekuatan oleh-NYA.
Saya yakin...
Banyak orang yang mendoakannya. Karena kebaikan, ketulusan dan keikhlasannya dalam segala hal.
Saya baru mengenalnya, tapi beliau sungguh berhati mulia. Semoga Allah selalu menjaga dan menyayanginya beserta keluarganya.
Semoga Diberikan Kekuatan...
Diposting oleh
Ummu Nabil Khan Al Wafi
di
6:54 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Andai Pintu Ajaib Doraemon ‘Nyata’...
Gara – garanya kemaren malam lagi nyetrika. Trus seolah – olah bau wangi dari semprotan setrikaan itu wanginya hampir seperti parfum yang dulu saya beli di Jeddah. Pikiran saya menerawang...
Andai...saya ada di Makkah saat ini.
Huaaa.....:(( kangen bangeeet!!!
Kenapa yah, setiap kali di jalan, didepan kompi kalo pas lagi dengerin Murrotalnya Syeikh Suddais, pasti air mata nih, ikutan meleleh..bawaanya mewek terus.
Andai...saya ada di Masjidil Harram saat ini.
Huaaa.....:(( kangen bangeeet!!!
Andai ya, pintu ajaib milik Doraemon nyata...
Diposting oleh
Ummu Nabil Khan Al Wafi
di
7:50 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Ahlan Wa Sahlan Mas...!
Diposting oleh
Ummu Nabil Khan Al Wafi
di
1:59 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Get Well Soon, Bro!
Trus opname di RS.Usada Insani, dan untungnya pegawai negeri jadi punya tunjangan AsKes, jadi Alhamdulillah hampir ter-cover lah. Ibu, saya dan adik bahu membahu juga bantuin anggaran yang kurang. Niatnya jual HP ajalah. Terserah mau dihargain berapa nanti sama orang, yang penting bisa bantu – bantu dikit. Hihihi... tapi paling cuma berapa ya? Wong HP katro, udah jadul banget.
Untungnya lagi saya lagi libur kerja, jadi bisa sekalian jagain ‘jundi – jundi’ kecil kakakku yang masih pada baby. But yang terpenting, kakak tercintaku cepet sembuh dan bisa aktivitas lagi....amiin!
Get well soon, Bro!
Diposting oleh
Ummu Nabil Khan Al Wafi
di
6:55 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Kangen Bapak...
Office. 11:57 PM. Cough!
Tadi, waktu dijalan saya liat seorang anak gadis yang sedang dibonceng motor oleh Ayahnya. Ayahnya sudah setengah tua, tapi dengan sabar dan hati – hati membonceng puterinya di antara padatnya lalu lintas jalanan.
Saya jadi inget waktu kecil dulu dibonceng Bapak dengan motor vespanya. Salah satu hal yang paling saya senangi kalo lagi diajak pergi Bapak dengan vespa yaitu berdiri di depan sambil bernyanyi –nyanyi dan berceloteh apa saja yang saya suka.
Hal lain yang paling saya suka adalah ‘Usapan Tangan’ Bapak di kepala saya. Tangan kekarnya yang memenuhi kepala mungil saya, saya rasakan penuh dengan kasih dan cintanya untuk melindungi saya.
Semalam, saya mimpi bertemu Bapak. Saya melihat wajah Bapak keliatan berseri – seri. Bapak tersenyum memandang ke arah saya, saya ingin sekali memeluknya dalam mimpi itu, tapi seperti ada kabut tebal putih yang menghalangi saya, kata Bapak semalam,”sholat aja dulu...” .
Waktu kesempatan Umrah tahun lalu, saya bersyukur karena sempat ‘meng-umrah
Tetap saya berharap, later on Allah memberi saya pendamping seperti Bapak. Semua tentang Bapak membuat saya kangen. Kangeeeeen.... banget!
Semoga ‘Al-Fatihah’ ini bisa menambah senyum Bapak...! Amiin.
(background lagu 'hurt' di blog ini tentang indahnya cerita di waktu kecil antara Ayah dan Anak Perempuannya)
Selengkapnya.....
Diposting oleh
Ummu Nabil Khan Al Wafi
di
1:25 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Dear All,'Met Puasa Yak...!
Diposting oleh
Ummu Nabil Khan Al Wafi
di
7:13 PM
1 komentar
Link ke posting ini
I Wanna Be A Christ ! (Workshop story dan sebuah pesan penting untuk para ummahat)
Office. Brain Storming. 15:20 WIB.
Naudzubillahi min dzaliik....! pasti kalimat itu yang pertama keluar dari mulut anda
Saya yakin, orang tua manapun akan langsung lemas lunglai dan bagaikan tersambar petir di siang bolong mendengarnya. Tapi tunggu, ketika ayahnya bertanya dengan penasaran dan bercampur sedih yang amat sangat tentang alasan kenapa anaknya yang masih kecil ini bisa – bisanya ingin menjadi ‘christian’, begini jawabnya, “ because there’s no please and thank you in islam but in christ they’re always say please and thank you for me” . Subhanallah...!
Bagaimana menurut anda artinya?. Menurut saya sih, itu artinya masih banyak kekurangan dalam diri kita dalam berkomunikasi sehari – hari dan melaksanakan hal – hal kecil yang ternyata penting bagi buah hati kita bahkan sering kita anggap sepele.
Bisa jadi, sehari – hari kita lupa bagaimana cara memerintahkan sesuatu kepada anak kita seperti contohnya “tolong ya nak ambilkan bunda....”. Dan setelah buah hati kita melaksanakannya kita juga sering terlupa mengatakan “terima kasih nak...”. sepele banget
Dari story diatas tadi, masih untung anak itu mengucapkan ingin masuk kristen pada usia 7 tahun, coba kalo sudah dewasa baru mengatakannya? Berarti dari kecil hingga dewasa dia memendam keinginan untuk menjadi murtad dan tidak ikhlas dengan agama Allah yang Indah dan penuh Rahmat ini, hanya karena lupa mengatakan “Please” dan “Thank You”. Innalillahi...!
True story yang manis ini saya dapat dari hasil penuturan kisah Hj. Elly Risman pada sebuah work shop Rumah Parenting – Kita dan Buah Hati (Pimpinan Hj. Dr. Elly Risman) yang saya ikuti pada hari Kamis tanggal 30 Agustus 2007 di Masjid Al-Azhar, Kali Malang Bekasi.
Bagi saya pribadi, ini adalah PR bagi saya sebagai seorang Ibu tentang bagaimana seharusnya berbicara dan bersikap dengan buah hati kita dan bagaimana caranya agar akhlak serta tutur katanya mencerminkan sebagai seorang muslim sejati, yaitu yang bertutur kata lembut dan penuh arti, berhati bersih dan ikhlas.
Kenapa PR ? karena rasanya memang susah, apalagi bila kita seorang wanita yang harus bekerja diluar rumah dan mungkin ada diantara kita yang berperan sebagai ‘single parent’, karena harus ekstra kerja keras untuk menata buah hati kita gara menjelma menjadi seorang pribadi muslim yang baik.
Yaa Ummahat Rahimakumullah,
Setuju
Semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan Iman untuk dapat berjihad membentuk jundi – jundi kita agar selalu berjuang dijalan Allah dan supaya kelak anak – anak kita dengan bangga mengatakan “Alhamdulillah...I’m Muslim”.
Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu ‘alaa ilaa hailla anta, astaghfiruka wa ‘atubuilaiik.
I Dedicated for Mrs.Safitri – Humas Executive Programme,
Diposting oleh
Ummu Nabil Khan Al Wafi
di
4:19 PM
0
komentar
Link ke posting ini
“Brengsek Kamu....!!!” (sedihnya jadi Ibu berkarir)
Home. 21.30 WIB
Melotot. Itu adalah respon pertama dari saya kepada buah hati saya, Nabil. Dari mana anak saya bisa menyadur kalimat kasar itu? Seinget saya nih, saya nda pernah berkata kasar didepannya.
Barusan sambil menangis dia mengucapkan kalimat “brengsek kamu....!!” kepada eyangnya yang baru saja memarahinya. Rupanya anak saya ngambek karena dimarahi oleh Ibu saya setelah dia melempar – lempar mainannya dari atas tempat tidur ke lantai dengan semaunya. Anak saya makin ngambek karena saya ikutan melotot kepadanya dan tidak membelanya.
Alhamdulillah, dia tau saya marah dan tidak suka dengan kalimat yang diucapkannya barusan dan segera berlari memeluk saya. Saya sengaja tidak membalas pelukannya untuk menunjukkan bahwa dia bersalah dan harus menyesal serta meminta maaf kepada Ibu saya.
“maap mi..maap...!” serunya seraya menangis dan memeluk saya kencang. Nda tega...akhirnya saya balas pelukannya dan membisikan ke telinganya bahwa mami mencintainya dan ingin agar Nabil bisa bersikap yang baik dan harus minta maaf sama eyangnya karena sudah berkata kasar.
Selidik punya selidik, ternyata kalimat itu dia dapatkan dari hasil menonton sinetron yang sering diputar oleh stasiun TV swasta. Di dalam sinetron itu sering ada adegan orang dengan ekspresi marah – marah dan melontarkan kalimat tersebut. Bisa jadi yang ditangkap oleh anak seusia anak saya adalah “ kalo lagi marah atau ngambek harus mengeluarkan kalimat itu, supaya orang lain tau kalo dia lagi marah atau ngambek “.
Diposting oleh
Ummu Nabil Khan Al Wafi
di
1:24 PM
1 komentar
Link ke posting ini





















