Aku Diantara Badai dan Cinta

.................................................................
.................................................................
.................................................................
................................................................!
Allah...
aku tetap berharap hanya Engkau yang bertahta dihatiku
aku mohon ampunan-Mu karena tidak pernah bisa sempurna mencintai-Mu
Allah...
aku tetap berharap Engkau menggenggam hatiku
aku mohon ampunan-Mu untuk menerima taubatku
sedangkan aku tau,
aku tidak pernah layak sujud pada-Mu
aku tau hati ini tidak tertuju pada-Mu
aku menghindar dari ujian kebahagiaanku
Allah...
adakah yang lebih layak aku cintai selain-Mu
adakah yang lebih layak aku takuti selain-Mu
sedangkan aku tau, tidak pernah ada...
badai ini aku yang ciptakan
cinta ini pun aku yang ciptakan
bahagia ini aku hirup atas kebimbanganku
hati-nuraniku menentangnya, tapi jiwaku memeluknya
Allah...
sungguh, maafkan aku...
ampuni aku..
tolonglah aku...
...............................................................
...............................................................
...............................................................
..............................................................!
286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (QS.Al-Baqarah:286)

No comments: