I Love You (tak cukup hanya kata cinta)

Home-Bedroom.Feb 5th .23:30 Wib.Honey! Bismillahirrohmanirrohiim...

Hayo ngaku, pasti seneng kalo denger kata – kata ‘I Love You’ dari soulmate-nya? Iya nda....? Hmm,indah ya? Seindah pelangi. Hidup serasa bagaikan ada diruang penuh bunga dan warna. Hidup jadi begitu lebih hidup...

Dimata kita yang ada hanya terbentuk kalimat cinta, cinta dan cinta...

Subhanallah...

Tapi cinta ternyata tidak seasli bentuk dan aromanya. Cinta (manusia) juga tidak seabadi atau sepanjang umur kita. Pengorbanan cinta pun akhirnya jadi hanya mimpi bahkan isapan jempol belaka. Kok bisa? Ya, dan saya punya alasan untuk berbicara tentang cinta.

Dulu, saya pernah larut dalam cinta. Bagi saya saat itu, cinta adalah seutuhnya milik kita. Cinta dimata ini adalah juga cinta di hati ini juga. Menurut saya, cinta yang saya punya saat itu adalah keabadian, tidak akan tercoreng, tidak akan luntur dan tidak akan hilang ditelan waktu.

Jadi saya tidak percaya dengan kekuatan cinta?

Percaya. Saya sangat percaya kekuatan cinta. Tapi kekuatan cinta seperti apa yang bisa menguatkan kita? Kekuatan cinta dari mata lalu turun ke hati? atau kekuatan cinta dari kalimat “I Love You”? atau kekuatan cinta berdasarkan keyakinan hati? hahaha...percayalah, cinta seperti itu semu! I Meaned...!

So?

Cinta berdasarkan kekuatan itu sudah pernah saya alami. Dan hasilnya? BADAI...!!!

Maha Suci Allah Sang Pemilik Cinta

Akhirnya, saya menemukan hikmah dari badai itu bahwa cinta yang kita punya ternyata hanyalah cinta semu dan akan sia-sia jika tidak dilandasi kekuatan CINTA ALLAH. Cinta kepada Allah adalah landasan yang terkuat, karenaNYA itu tak akan pernah luntur dan tak akan hilang di telan waktu. Saat semuanya berpaling, saat semuanya tidak seindah dulu, saat semuanya tidak sesemerbak aroma bunga lagi, saat cinta semu menjadi rapuh dan tidak berpendar lagi, namun kekuatan Cinta Allah mampu melebur semuanya.

Cinta karena Allah...

Tidak akan luntur dimakan waktu, tidak akan hilang ditelan bumi, tidak akan hangus terbakar api, dan tidak akan terbang bersama badai.

Mencintai karena Allah memang tidak akan pernah sia-sia. Dan satu hal lagi, hidup kita tidak cukup hanya dengan kata cinta...

وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ

“Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah [2] ayat: 165)

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

“Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasulnya dan [dari] berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS Al-Taubah [9] : 24)

Inspired by : Ayat-ayat cinta- the novel and movie. dan 2 jundiku, “ana bihubbak...Lillah...(Insha Allah)”

Selengkapnya.....

Nyampe Kok Sebulan...

Office. 17:42wib. Cloudly Sunday Evening.

Nih ya...pernah nda denger komentar-komentar garing kayak gini ?

“haduuuh...gimana sih nih, masa gajian cuma numpang lewat?” atau...

“yah ampuun...bayar ini bayar itu, abis gaji gue!!” atau...

“kapan yak gajian lagi???” atau...

“kapan ya gue ngerasain gaji gue utuh?” atau...

Melihat wajah – wajah datar dan pilu ketika ada seorang rekan kerja yang sedang menarik uang gaji melalui ATM dan dalam seketika ‘bablas’ (Hahaha...curhat nih).

Tapi Subhanallah...

Begitu indahnya skenario Allah ketika hal ini terjadi pada diri kita dan harus kita jalani. Ada di satu waktu ketika kita sedang merasa ‘hopeless’ kemudian pertanyaan – pertanyaan garing menyelinap dalam diri kita, seperti : kenapa kita harus selalu kekurangan ? kenapa kita tidak bisa menabung? kenapa bukan kita yang menjadi pemilik perusahaan ya? kenapa kita gak di kasih kesempatan sekali aja untuk bisa hura-hura ngabisin duit ya? kenapa harus kita yang ngalamin ya? ...well mungkin masih berjuta “kenapa” di kepala kita.

Honestly, pikiran – pikiran itu sempat menyelinap dalam pikiran saya dan akhirnya saya hanya bisa menghela nafas.

Apalagi ketika udah masuk ‘tanggal tua’, dimana uang udah mulai pas – pasan sementara kebutuhan rumah masih banyak yang harus dibeli. Saya pernah merasakan hanya mempunyai sisa uang 100rb untuk satu minggu ke depan. dan ada yang terbelalak heran dengan keadaan ini. Mungkin dipikirannya, entah gimana jadinya ya kalo tiba – tiba susu anak saya habis atau anak saya sakit atau harus pergi ke suatu tempat yang memerlukan biaya lebih dari 100rb? iiiiih pusing nggak sih?

Tapi tunggu, tangan Allah itu selalu bermain dalam setiap skenario hidup kita ternyata. Pertolongan-Nya begitu dekat dan seketika kita terheran – heran dengan keadaan itu bukan? Anehnya, bagaimanapun terdesaknya kita dalam kondisi kita itu, tapi kita bisa kok menikmati kekurangan materi kita dalam satu bulan.

Maha Suci Allah...Sesungguhnya dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.

Maka, apalagi yang harus kita takutkan dalam menghadapi hidup. Porsinya sudah jelas. Begitupun skenario hidup kita. Udah deh tenang aja, nyampe kok sebulan?

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar" (QS. Al-Baqarah : 155)

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

"Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanya sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar". (QS. Al-Anfaal : 28)

Mohon maaf bagi yang kurang berkenan.

Fastabiqul Khairaat....

Selengkapnya.....

What A Lovely Couple!

Wednesday, February 6th , Office, 11:27PM, Cheers!

Tadi pagi, ketika saya sedang berangkat ke kantor, mata saya terhenti pada sepasang kekasih yang keduanya sudah sama – sama tua renta dan saling bergandengan. Lalu saya menyebutnya ‘soulmate’.
Istrinya dengan setia menggandeng pujaan hatinya yang kelihatannya sedang mengalami stroke, karena terlihat dari tangan dan kakinya yang timpang ketika berjalan. Ada yang aneh dengan itu? Bagi saya “Ya”...sepanjang hidup saya, baru kali ini saya melihat sepasang kekasih yang masih sama – sama diberi umur panjang hingga bungkuk dan rambut memutih, saling setia dan bergandeng tangan. Seolah mereka sepakat menepati janji untuk sehidup semati. Hopefully, cinta mereka terpupuk karena berlebihnya cinta mereka terhadap Allah ‘Azza Wa Jalla. Sehingga, kesetiaan untuk mentaati Allah begitu meresap kedalam hati keduanya dan Allah menguji mereka dengan umur panjang, cinta, kesetiaan dan pengorbanan.
Lalu saya berhayal, andai cerita itu berpihak pada saya. Lalu hati ini ridha dan ikhlas menerima apapun kehendak Allah terhadap diri saya. Lalu saya mati tersenyum bersama belahan jiwa saya. Allah, semua karena Allah...(itu keinginan hati saya)
QS. Ali Imran : 145
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ
"Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur".
Selengkapnya.....

Share : Story On Board (Wakil Lurah Garink!)

Office.17:01 WIB. No Tiping Please!
Hehehe......! Cengengesan (girang) adalah efek pertama yang terjadi dalam diri saya setelah saya keluar dari pintu kelurahan. Efek kedua, ketika nyetir saya ngakak abis. Kenapa neeeh?
Gini lho, pagi ini saya harus mengurus sesuatu yang berhubungan dengan surat penting yang harus di tanda tangani oleh lurah setempat. Setelah dari RT-RW tujuan saya adalah KELURAHAN.
Well, sampailah saya pada bagian loket administrasi kelurahan (yang kosong melompong nda ada staf yang bekerja kecuali dua orang) untuk mengurus salinan surat dari RT-RW tadi. Lalu saya bertemu dengan seorang petugas, sebutlah namanya Ibu Fatimah.
Setelah basa-basi sedikit dengan Ibu Fatimah, akhirnya saya diminta untuk menunggu di ruang tunggu. Sekitar 15 menit, surat yang dimaksud selesai. Saya dipanggil masuk. “sudah selesai mba, silahkan ke ruang Pak Wakil saja” “kemana Pak Lurah?” tanya saya nyelidik “oooh beliau ada jadwal kunjungan” saya manggut – manggut.
jadi saya yang harus menghadap sendiri ke Pak Wakil untuk minta tanda tangannya? Apa beliau nda tersinggung bu?” tanya saya memancing.
Tau dong anda, kenapa saya bertanya seperti itu? Karena menurut saya itu kan tugas Ibu Fatimah, saya kan customer (hehe..).
Tapi saya segera menangkap maksud Ibu Fatimah, maksudnya supaya ‘amplop tanda tangan’ langsung nyelip di balik map yang saya sodorkan ke meja pak Wakil saja. “ooh gak apa-apa, memang biasanya yang perlu langsung menghadap sendiri” begitu Ibu Fatimah menjelaskan. Saya manggut – manggut untuk kedua kali.
Kemudian saya masuk kedalam ruangan Pak Wakil dengan wajah ja’im. Eeh ternyata Pak Wakil nda kalah ja’im (saya ngikik dalam hati) plus dengan kumis hitam tebal, muka sangar, perut buncit khas pejabat pemerintah lah, “waduh alamat ribet nih!” begitu saya pikir. Saya berusaha tenang dan menyampaikan maksud saya untuk minta tanda tangannya. “nggak salah nih, minta tanda tangan kesini??” ucapnya tegas sembari telunjuknya mengetuk – ngetuk pada kolom tanda tangan. Saya tertegun. Weqs!!! “saya kira enggak pak, soalnya prosedurnya memang harus kesini dulu kan?” jawab saya cepat (nggak kalah tegas). Pak wakil manggut – manggut sambil membubuhkan tanda tangannya. Kemudian dia menyodorkan kertas itu ke depan muka saya. Upsss! “Nih sudah selesai” ujarnya harap – harap cemas. Saya nyengir jahil. Kemudian bangkit dari tempat duduk tanpa ada gelagat bahwa saya akan mengeluarkan ‘jenis – jenis amplop’. Saya melirik dengan sudut mata saya dan melihat raut kekesalannya. Saya ‘tersenyum menang yang pertama’ seraya mengucapkan,”terima kasih pak!”. And out.
Setelah mendapatkan tanda tangan, sekarang saatnya saya minta stempel kelurahan dan ketemu Ibu Fatimah lagi. Ibu Fatimah tersenyum manis setelah membubuhkan stempel. Matanya sama menyelidiknya seperti pak Wakil.
Saya kembali ‘tersenyum menang yang kedua’ seraya mengucapkan,”terima kasih bu!”. Tapi kemudian saya berbalik,”Ibu, ini infak saya untuk ZIS yang di meja Ibu” saya menujuk map plastik bertuliskan AMAL ZIS/BAZIS (Insya Allah saya tidak bermaksud riya). Kemudian saya ngeloyor keluar seraya mengucapkan salam. Saya yakin Ibu Fatimah sama melongonya dengan Pak Wakil melihat ulah saya.Hehehe....! Akibatnya...saya cengengesan trus tertawa menang. Menang ? Ya, menang karena setidaknya saya membebaskan diri saya dari budaya ‘memberi tip’ pada sesuatu yang seharusnya memang pekerjaan yang harus di lakukan tanpa pamrih. Rakyat melayani rakyat. Bener nda saya ???
قُلْ كَفَى بِاللَّهِ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ شَهِيدًا يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَالَّذِينَ آمَنُوا بِالْبَاطِلِ وَكَفَرُوا بِاللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ Katakanlah: "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi “. (QS. Al-Ankabuut : 52)
Selengkapnya.....

Musholla Dalam Toilet (Carita Beach Story!)

Waktunya libur kerja. Dan libur kerja kali ini saya sempatkan rihlah ke pantai Carita bersama keluarga saya. After sunset, kami bersiap untuk segera melaksanakan shalat maghrib. Entah saya yang terbalik berpikir atau mushollanya yang terbalik di bangun ya? Modelnya tuh aneh banget.
Memang ada plang besar terpampang “Musholla – Toilet “, tapi ketika kita memasukinya, yang pertama kita dapatkan adalah toilet lebih dulu baru kemudian Mushollanya di belakang. Dan dinding mushollanya persis nempel disamping toilet itu. Emangnya boleh ya?
Agak aneh ya? Apa boleh ya seperti itu? Itu kan bukan wilayah darurot? yang menurut saya seharusnya ditata dengan baik dan benar. Trus anehnya lagi selesai sholat, kita di mintakan uang. Tapi sih saya segera mengerti, mungkin maksudnya infaq masuk ke toilet kali ya? (walaupun saya tidak memakai toilet disitu), tapi jadi terkesan...kalo sholat musti bayar. Haduuuuh... manusia kelakukannya semakin aneh aja yah???
Selengkapnya.....