Kata Bunda Icha,”kita harus sabar dan ikhlas...”

17:02 Wib. March 1, 2008.Work Place. Ribeudd!

Sambil sibuk kerjaan, sambil curhat sama Bunda Icha lewat YM (Yahoo Messanger) . Dibawah ini petikannya :

Bunda Icha (3/1/2008 12:20:20 PM): ok....SABAR...itu kata kuncinya mbak....dan IKHLAS...kembalikan semuanya ke ALLAH...

Bunda Icha (3/1/2008 12:18:20 PM): insya Allah mbak koen kuat.....janji Allah selalu ditepati.

Bunda Icha (3/1/2008 12:19:08 PM): ridho.....ini semua ketentuanNYA...pasti hati mbak koen nanti terasa ringan....enjoy......

Kemudian kata Bunda bahwa atas dasar kesabaran dan keikhlasan (kepada Allah) itulah yang menyebabkan beliau bisa survive dan ringan dalam menjalani hidup.

Lalu ada apa dengan saya?

Lepas berbicara dengan Bunda, saya mengkaji kebekuan hati saya dalam memendam rasa benci dengan masa lalu saya yang menyakitkan dan menimbulkan luka hati. akhirnya pikiran dan hati saya tidak pernah jauh dari trauma, ketakutan akan masa depan yang akan berlangsung, negative thinking, marah dan benci tumplek dalam benang kusut yang melilit kebekuan hati saya ini.

Benar kata Bunda, tanpa keikhlasan rasanya sulit bagi saya mengulur benang kusut itu untuk bisa di urai kembali dengan baik. Saya nda akan bisa maju membuka lembaran masa depan saya dan saya selamanya akan terpuruk dengan pikiran saya sendiri. Siapa yang akan cape? Saya sendiri tentunya. Kata Bunda, itu salah satu PENYAKIT HATI.

Ya, benar!

Ternyata hati saya tidak sebersih hati Bunda. Ternyata saya belum bisa ikhlas jika menerima perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain atau perlakuan sejenisnya. Saya juga belum bisa bersabar dengan ujian Allah, dan saya tidak bertawakal.

Sungguh mengerikan, ketika Bunda bilang,”kalo kita tidak bisa menerima semua ujian itu dengan sabar dan ikhlas, maka akhlak kita sama saja dengan orang yang menyakiti kita”. Weqs!!!!!!

Padahal janji Allah kepada hamba-hamba NYA yang bersabar dan tawaqal pasti benar, seperti dalam QS. Asy Syuura : 39-43 salah satunya (Dan balasan suatu kejahatan yang serupa, maka barangsiapa mema’afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang – orang yang Dzalim (40)). So?

Alhamdulillah, Allah menegur perilaku saya lewat Bunda Icha yang hanya saya kenal lewat dunia maya khususnya Milis Tahajjud Call ini. Subhanallah...

Maha Suci Allah yang membolak-balik hati dan perasaan hamba-NYA, since now saya mulai bisa berpikir lebih tenang dan Insha Allah siap melangkah memperbaiki tapak hati saya yang keruh dan terlilit benang kebencian. Saya akan mengurainya agar tidak menjadi beban dalam diri saya yang dhoif ini. Saya harus bisa ikhlas dan lebih sabar! Ya, saya harus bisa!

Makasi banyak Bunda Icha...Jazakumullah Khairan Katsiro. Dan semoga milis Tahajjud Call ini selalu dilimpahi Rahmah dan Hidayah oleh Allah ‘Azza Wa Jalla. Amiin...

(I Dedicated for Mrs. Lisa Rahadi – With Love...)

No comments: