Taubat...Taubat...Taubat...

Kenapa kita perlu bertaubat ?

Karena..

Setiap anak Adam pasti ada kalanya berbuat kesalahan dan karena setiap manusia dianugerahkan nafsu.Orang yang baik adalah apabila dia berbuat salah dia akan terus bertaubat kepada Allah sekurang-kurangnya dengan beristighfar. Karena...

Setelah orang tersebut berbuat keji kemudian dia sadar dengan kesalahannya, lalu dia berzikir dan beristighfar kepada Allah, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Cara-cara bertaubat: 1. Melalui perbuatan (menyesal) dengan apa yang telah kita lakukan > Berniat tidak mau lagi melakukan perkara yang sama > Meninggalkan perbuatan keji itu untuk selama-lamanya > Menggantikan segala kewajiban fardhu yang ditinggalkan sebelumnya > Jika ada kesalahan dengan orang lain, kita perlu meminta maaf kepada orang itu > Kita melatih diri kita untuk taat kepada Allah untuk memperbaiki segala kelemahan 2. Melalui lisan (ber-istighfar). Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya setiap penyakit itu ada obatnya dan obat dari sebuah dosa ini adalah istighfar”. Syaitan akan terbakar apabila kita mengucap kalimat “Lailaha illallah…” dan istighfar. Syaitan sering memerangkap manusia itu dengan sikap riya dan takabur dengan menganggap diri kita adalah yang terbaik. Taubat tidak sempurna kalau : 1. Kalau tidak menambah ilmu 2. Kalau tidak bertambah amalannya 3. Kalau akhlaknya tidak bertambah baik 4. Masih menyimpan perasaan marah dan benci kepada orang lain

(dari milis sebelah – Riyadh, Saudi Arabia)

5 comments:

Anonymous said...

yang posting tulisan sendiri sudah tobat dan koreksi diri belum ?

Anonymous said...

belum sepertinya. karena ngarjarin orang lebih enak dari pada diri sendiri menerapkan apa yang disindirkan kepada orang lain

Anonymous said...

istiqfar jalan terus, hawa napsu lanjut terusssssss......

Ummu Nabil Khan said...

Terima Kasih karena sudah mengingatkan...
Demi Allah, tidak ada maksud sedikitpun untuk menyindir seseorang. ini murni keinginan dari hati memposting ulang tulisan seorang kawan di Riyadh. Dan Insha Allah hanya untuk diri sendiri.

Semoga Allah mengampuni saya yang berlumur dosa ini, dan membalas kebaikan saudara karena mengingatkan saya. Amiin. Insha Allah...

Wassalam,
Ummu Nabil Khan

Anonymous said...

semoga.